Analis Nilai Pernyataan Menkop soal Ritel Modern di Desa Kurang Tepat secara Komunikasi

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menyoroti pernyataan Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang meminta agar keberadaan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret diatur, terutama di wilayah pedesaan.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menyoroti pernyataan Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang meminta agar keberadaan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret diatur, terutama di wilayah pedesaan.

Jakarta — Analis komunikasi politik Hendri Satrio menyoroti pernyataan Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang meminta agar keberadaan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret diatur, terutama di wilayah pedesaan.

Hendri, yang akrab disapa Hensa, menilai maksud di balik pernyataan tersebut bisa jadi baik. Namun, ia menilai pesan yang disampaikan sang menteri kurang tepat dari sisi komunikasi publik.

Maksudnya baik, tapi pesan komunikasinya perlu diperbaiki. Kurang tepat, sehingga publik menangkapnya juga tidak tepat. Tapi saya percaya maksudnya mungkin baik,” kata Hensa kepada wartawan.

Menurut Hensa, wajar jika Ferry Juliantono ingin mengatur pertumbuhan ritel modern di desa. Hal itu dinilainya berkaitan erat dengan program unggulan Kementerian Koperasi, yakni Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih.

Sebagai menteri, tentu dia ingin program ini berjalan mulus tanpa ada hambatan. Jadi pernyataan itu bisa dipahami sebagai upaya menjaga agar program koperasi tersebut berkembang,” ujarnya.

Hensa berpandangan, pernyataan Ferry tidak dimaksudkan untuk menutup ritel modern, melainkan mengatur pertumbuhannya agar tidak masuk ke desa-desa yang sedang mengembangkan Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih.

Saya mempersepsikan dia ingin koperasi Merah Putih itu lebih bermanfaat bagi rakyat. Yang dimaksud menteri pada akhirnya bukan menutup ritel modern, tapi menjaga pertumbuhannya supaya tidak menggerus manfaat koperasi desa dan kelurahan Merah Putih,” kata Hensa.

Di sisi lain, Hensa menilai pemerintah ingin menjadikan Koperasi Desa Merah Putih sebagai wadah distribusi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui koperasi tersebut, distribusi hasil UMKM diharapkan lebih merata dan berkontribusi pada percepatan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah ingin ada distribusi hasil-hasil UMKM yang diyakini bisa lebih mulus melalui Koperasi Desa Merah Putih. Ini diyakini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi, sehingga wajar jika ritel modern diminta ‘berbagi peran’ dengan koperasi,” ujarnya.

Meski demikian, Hensa juga mengakui adanya sejumlah polemik dalam program Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih, salah satunya terkait kesiapan tenaga kerja.
Namun, ia menilai program tersebut tetap memiliki potensi menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa.

Memang ada polemiknya, salah satunya soal tenaga kerja. Tapi koperasi Merah Putih juga disebut akan menyediakan lapangan pekerjaan. Jadi pernyataan Menkop sebaiknya dilihat dari sisi keinginan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari koperasi tersebut,” pungkasnya.

Berita Terkait

DJKI Gelar Layanan KI di CFD Serentak 33 Provinsi, Angkat Peran Strategis di Industri Olahraga
Peta Hukum Sengketa Ijazah Jokowi: Analisis Deolipa Yumara, dari Status Rismon hingga Potensi Risiko Pidana Roy Suryo
Hari Kartini di Ancol: Perempuan Ambil Peran Kunci di Sektor Pariwisata
Deklarasi Politik Menuju 2029 Menguat, DPP Partai Golongan Berkarya Indonesia Klaim Dukungan Hampir 35 Provinsi
AHY Tegaskan Komitmen Pemerataan Infrastruktur saat Halalbihalal Pawitandirogo
Refleksi Kartini 2026, Cornelia Agatha: Menjaga Api Perjuangan Perempuan di Tengah Tantangan Zaman
Malam Refleksi Kartini 2026: “Suara Yang Tak Pernah Padam” Menghidupkan Semangat Perjuangan Perempuan Indonesia
Menko PMK: Nilai Nyepi Kian Relevan di Tengah Dunia yang Semakin Bising
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 09:41 WIB

DJKI Gelar Layanan KI di CFD Serentak 33 Provinsi, Angkat Peran Strategis di Industri Olahraga

Kamis, 23 April 2026 - 06:46 WIB

Peta Hukum Sengketa Ijazah Jokowi: Analisis Deolipa Yumara, dari Status Rismon hingga Potensi Risiko Pidana Roy Suryo

Rabu, 22 April 2026 - 09:56 WIB

Hari Kartini di Ancol: Perempuan Ambil Peran Kunci di Sektor Pariwisata

Selasa, 21 April 2026 - 16:51 WIB

Deklarasi Politik Menuju 2029 Menguat, DPP Partai Golongan Berkarya Indonesia Klaim Dukungan Hampir 35 Provinsi

Selasa, 21 April 2026 - 08:47 WIB

AHY Tegaskan Komitmen Pemerataan Infrastruktur saat Halalbihalal Pawitandirogo

Berita Terbaru

Foto: Roy Suryo dan Rismon Sianipar Bersitegang, Polemik Ijazah Jokowi Kian Memanas

Hukum & Kriminal

Roy Suryo–Rismon Bersitegang, Polemik Ijazah Jokowi Memanas Jelang RJ

Minggu, 26 Apr 2026 - 09:22 WIB