Media Sulit Temui Camat Limo, Sengketa Lahan Warga Depok Belum Juga Tuntas

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Awak media menyambangi Kantor Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, untuk meminta klarifikasi terkait sengketa lahan milik warga yang diduga digunakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sebagai fasilitas umum (fasum) berupa akses jalan menuju Kantor Camat Limo.

Awak media menyambangi Kantor Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, untuk meminta klarifikasi terkait sengketa lahan milik warga yang diduga digunakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sebagai fasilitas umum (fasum) berupa akses jalan menuju Kantor Camat Limo.

Depok — Awak media menyambangi Kantor Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, untuk meminta klarifikasi terkait sengketa lahan milik warga yang diduga digunakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sebagai fasilitas umum (fasum) berupa akses jalan menuju Kantor Camat Limo.

Namun, upaya konfirmasi tersebut belum membuahkan hasil. Camat Limo Sudadih disebut sulit ditemui dengan alasan hendak melaksanakan Salat Jumat. Hingga ibadah selesai, Camat Limo tak kembali menemui wartawan. Upaya konfirmasi lanjutan melalui pesan singkat WhatsApp juga tidak mendapat respons.

Kedatangan awak media bertujuan mengklarifikasi sengketa tanah yang melibatkan ahli waris almarhum Djoyo Sugianto. Ahli waris mengklaim lahan milik keluarga mereka diduga dialihfungsikan oleh Pemkot Depok menjadi jalan beton menuju Kantor Kecamatan Limo tanpa adanya penyelesaian hukum maupun ganti rugi.

Kasus tersebut diketahui telah berlangsung bertahun-tahun dan hingga kini belum menemukan titik terang. Meski proses hukum masih berjalan, lahan yang disengketakan telah digunakan sebagai fasilitas umum.

Awak media juga berupaya mengonfirmasi ketidakhadiran para tergugat dalam sidang perdana sengketa lahan yang digelar di Pengadilan Negeri Depok pada Kamis (5/2). Dalam perkara tersebut, Pemkot Depok tercatat sebagai Tergugat I, Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai Tergugat II, dan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok sebagai Tergugat III.
Karena para tergugat tidak hadir, majelis hakim menunda persidangan dan menjadwalkan sidang lanjutan pada 19 Februari 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sengketa lahan ini sebelumnya pernah diproses di pengadilan hingga berkekuatan hukum tetap (inkracht), dengan putusan memenangkan pemilik lahan, yakni almarhum Djoyo Sugianto. Namun setelah putusan tersebut, tidak ada langkah lanjutan berupa musyawarah, pembelian, maupun pemberian ganti rugi atas tanah yang digunakan.

Situasi ini kian memprihatinkan lantaran pemilik lahan dan salah satu anaknya telah meninggal dunia tanpa sempat menikmati hak atas tanah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, awak media belum memperoleh keterangan resmi dari pihak Kecamatan Limo maupun Pemkot Depok. Informasi yang tersedia sementara ini berasal dari kuasa hukum penggugat, yakni Maksimus Hasman SH, Angelianus Hasiman Saik SH, dan Solinfiktus Ade Putra SH, yang mewakili ahli waris almarhum Djoyo Sugianto.

Awak media berharap pada sidang berikutnya seluruh pihak tergugat dapat hadir dan Camat Limo bersedia memberikan penjelasan secara komprehensif mengenai kronologi dan dasar hukum penggunaan lahan yang disengketakan.

Berita Terkait

Paradigma Baru Pemajuan Kebudayaan di Surabaya Picu Dinamika: Antara Penataan dan Kegelisahan Pelaku Seni
Bazar Rakyat 2026 di Monas Dongkrak UMKM, Produk Lokal Laris Manis Pascale baran
17 Perusahaan RI Unjuk Produk Pangan di China Food Trade Fair 2026, Bidik Pasar Tiongkok
Distrik Kiwirok Berangsur Kondusif: Strategi Humanis Satgas Cartenz Sentuh Langsung Masyarakat
Stop Teror di Tanah Papua, Tokoh Kamoro Dorong Tindakan Tegas Aparat terhadap KKB
Jejak VOC hingga Kopi Pala: Seruan Erdi Surbakti Hidupkan Kembali Emas Rempah Nusantara
Menko PMK: Krisis Global Harus Jadi Momentum Percepatan Transformasi Nasional
Jimly Asshiddiqie: Idulfitri Momentum Silaturahmi Kebangsaan, Tradisi Halalbihalal Harus Dijaga
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:46 WIB

Paradigma Baru Pemajuan Kebudayaan di Surabaya Picu Dinamika: Antara Penataan dan Kegelisahan Pelaku Seni

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:16 WIB

Bazar Rakyat 2026 di Monas Dongkrak UMKM, Produk Lokal Laris Manis Pascale baran

Senin, 30 Maret 2026 - 15:36 WIB

17 Perusahaan RI Unjuk Produk Pangan di China Food Trade Fair 2026, Bidik Pasar Tiongkok

Senin, 30 Maret 2026 - 13:21 WIB

Distrik Kiwirok Berangsur Kondusif: Strategi Humanis Satgas Cartenz Sentuh Langsung Masyarakat

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:32 WIB

Stop Teror di Tanah Papua, Tokoh Kamoro Dorong Tindakan Tegas Aparat terhadap KKB

Berita Terbaru

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin (tengah) berfoto bersama jajaran aparatur sipil negara (ASN), tokoh masyarakat, dan tokoh agama saat menghadiri kegiatan halalbihalal di Kantor Kecamatan Tanah Abang, Jakarta, Senin (30/3/2026)

Wali Kota Jakarta Pusat

Arifin Ajak ASN dan Warga Perkuat Persatuan di Tanah Abang

Senin, 30 Mar 2026 - 20:48 WIB