RI–China Sepakat Percepat Investasi lewat Skema Two Countries Twin Parks

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sepakat mendorong terobosan baru untuk mempercepat realisasi investasi dan perdagangan bilateral melalui skema kerja sama Two Countries, Twin Parks (TCTP).

Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sepakat mendorong terobosan baru untuk mempercepat realisasi investasi dan perdagangan bilateral melalui skema kerja sama Two Countries, Twin Parks (TCTP).

Jakarta — Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sepakat mendorong terobosan baru untuk mempercepat realisasi investasi dan perdagangan bilateral melalui skema kerja sama Two Countries, Twin Parks (TCTP).

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Joint Working Committee (JWC) TCTP ke-3 yang digelar di Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1).

Melalui skema TCTP, kedua negara berkomitmen mengembangkan kawasan industri terintegrasi yang saling melengkapi, memperkuat konektivitas rantai pasok, serta memfasilitasi alih teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kerja sama ini menjadi langkah pragmatis untuk mengimplementasikan konsensus kedua kepala negara dalam mendorong investasi dan perdagangan.

Yang terpenting adalah fokus pada implementasi dan pelaksanaan nyata dari perjanjian investasi yang telah disepakati agar memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas manufaktur, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Airlangga.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon mengatakan salah satu terobosan utama dalam pertemuan tersebut adalah kesepakatan mempercepat pembentukan usaha patungan atau joint venture sebagai fondasi bisnis yang lebih kokoh.

Fokus kerja sama saat ini diarahkan pada percepatan sinergi strategis antara Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dengan perusahaan konstruksi dan investasi global asal China, China State Construction Engineering (CSCEC).

Skema joint venture ini bukan sekadar investasi modal, tetapi diarahkan untuk memastikan terjadinya alih teknologi, penguatan tata kelola kawasan berstandar internasional, serta peningkatan nilai tambah ekonomi bagi Indonesia,” kata Ali.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Indonesia juga secara resmi mengusulkan perluasan cakupan TCTP dengan memasukkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Kawasan tersebut diharapkan dapat mendiversifikasi portofolio investasi TCTP, khususnya di sektor pariwisata, industri kreatif, dan pengolahan berbasis maritim.

Optimisme dan semangat besar mewarnai masa depan kerja sama Indonesia dan China melalui TCTP. Kolaborasi yang dilandasi saling percaya dan saling menguntungkan menjadi kunci pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Ali.

Sementara itu, Pemerintah RRT melaporkan bahwa skema TCTP telah menunjukkan hasil konkret. Hingga kini tercatat 18 proyek investasi dua arah dengan nilai lebih dari RMB32,8 miliar.

Capaian lainnya terlihat dari mulai masuknya produk unggulan Indonesia, seperti kelapa segar dan durian beku, ke pasar Tiongkok melalui Pelabuhan Fuzhou, serta beroperasinya proyek tekstil Honggang.
Pemerintah Provinsi Fujian juga mencatat nilai perdagangan Fujian–Indonesia terus tumbuh positif dalam tiga tahun terakhir, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai mitra dagang terbesar Fujian di kawasan ASEAN.

Wakil Direktur Jenderal Departemen Perdagangan Provinsi Fujian Hang Dong bahkan menawarkan dukungan khusus bagi perusahaan Indonesia untuk berekspansi di China.

Kami mengundang perusahaan Indonesia untuk mendirikan kantor pusat regional di kawasan industri China dan berkomitmen memberikan dukungan kebijakan penuh,” kata Hang Dong.

Untuk mengatasi tantangan koordinasi dan sinergi industri, kedua negara sepakat menempuh sejumlah langkah strategis, mulai dari percepatan realisasi joint venture, penunjukan person in charge (PIC) khusus sebagai kanal komunikasi, pembentukan kelompok kerja penyusunan roadmap pengembangan kawasan, hingga usulan penyelenggaraan high-level ministerial meeting pada 2026.

Berita Terkait

Deklarasi Cah Angon Capres 2029–2034: Prof. Dr. H. Tubagus Baharudin Disambut Ribuan Pendukung
Mendagri Perintahkan Dukcapil Bantu Cetak Ulang Dokumen Warga Korban Gempa NTT
Hadiri Upacara HUT RI di Istana, Chandra Damopolii Abadikan Momen Bersama Sufmi Dasco
KRI Bung Hatta Angkut Logistik untuk Korban Gempa M7,7 NTT ke Manggarai
Ribuan Warga Kalisari Tumpah Ruah Rayakan HUT Ke-81 RI di Pesta Rakyat
Mendagri Tito Dorong Pemda Data Kerusakan Sekolah dan Rumah Ibadah Pascagempa NTT
Menaker Yassierli: Pekerja Kompeten Kunci Perkuat Industrialisasi dan Kemandirian Ekonomi
APALI Hadir di Istana Merdeka, Teguhkan Semangat Kebersamaan pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Mendagri Perintahkan Dukcapil Bantu Cetak Ulang Dokumen Warga Korban Gempa NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Hadiri Upacara HUT RI di Istana, Chandra Damopolii Abadikan Momen Bersama Sufmi Dasco

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:14 WIB

KRI Bung Hatta Angkut Logistik untuk Korban Gempa M7,7 NTT ke Manggarai

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Ribuan Warga Kalisari Tumpah Ruah Rayakan HUT Ke-81 RI di Pesta Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Mendagri Tito Dorong Pemda Data Kerusakan Sekolah dan Rumah Ibadah Pascagempa NTT

Berita Terbaru