Jakarta — Pemerintah menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar keuangan global.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan kondisi ekonomi nasional masih resilien dan mampu menghadapi tekanan eksternal, didukung koordinasi kebijakan yang solid serta daya tahan domestik yang terjaga.
Kami menghormati berbagai pandangan dari masyarakat. Namun, pemerintah memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan resilien,” ujar Haryo dalam keterangannya, Minggu (29/3).
Ia menjelaskan stabilitas makroekonomi Indonesia masih terjaga. Pertumbuhan ekonomi pada 2025 tercatat sebesar 5,11 persen (year on year), sementara inflasi tetap berada dalam kisaran target 2,5±1 persen.
Dari sisi permintaan domestik, konsumsi masyarakat disebut masih menjadi penopang utama pertumbuhan, didukung stimulus fiskal dan program bantuan sosial. Sektor manufaktur juga menunjukkan kinerja positif dengan indeks PMI mencapai 53,8, yang berada pada fase ekspansi.
Di sisi fiskal, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai tetap solid. Hingga Februari 2026, penerimaan pajak tumbuh 30,4 persen secara tahunan, ditopang reformasi perpajakan dan implementasi digitalisasi melalui sistem coretax.
Selain itu, pemerintah menyebut ketahanan pangan dan energi nasional semakin menguat. Indonesia diklaim telah mencapai swasembada sejumlah komoditas pangan utama serta mencatat surplus produksi energi melalui program biodiesel.
Pemerintah juga terus mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri, penguatan investasi, dan percepatan digitalisasi. Pengembangan sektor kendaraan listrik serta energi baru terbarukan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru.
Ke depan, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat mencapai sekitar 5,4 persen. Pemerintah memastikan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam merespons dinamika global.
Kami akan terus menjaga stabilitas dan memastikan kebijakan yang diambil adaptif terhadap perkembangan global, sehingga perekonomian nasional tetap tumbuh positif dan berkelanjutan,” kata Haryo.




































