Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar keuangan global.

Pemerintah menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar keuangan global.

Jakarta — Pemerintah menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar keuangan global.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan kondisi ekonomi nasional masih resilien dan mampu menghadapi tekanan eksternal, didukung koordinasi kebijakan yang solid serta daya tahan domestik yang terjaga.

Kami menghormati berbagai pandangan dari masyarakat. Namun, pemerintah memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan resilien,” ujar Haryo dalam keterangannya, Minggu (29/3).

Ia menjelaskan stabilitas makroekonomi Indonesia masih terjaga. Pertumbuhan ekonomi pada 2025 tercatat sebesar 5,11 persen (year on year), sementara inflasi tetap berada dalam kisaran target 2,5±1 persen.

Dari sisi permintaan domestik, konsumsi masyarakat disebut masih menjadi penopang utama pertumbuhan, didukung stimulus fiskal dan program bantuan sosial. Sektor manufaktur juga menunjukkan kinerja positif dengan indeks PMI mencapai 53,8, yang berada pada fase ekspansi.

Di sisi fiskal, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai tetap solid. Hingga Februari 2026, penerimaan pajak tumbuh 30,4 persen secara tahunan, ditopang reformasi perpajakan dan implementasi digitalisasi melalui sistem coretax.

Selain itu, pemerintah menyebut ketahanan pangan dan energi nasional semakin menguat. Indonesia diklaim telah mencapai swasembada sejumlah komoditas pangan utama serta mencatat surplus produksi energi melalui program biodiesel.

Pemerintah juga terus mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri, penguatan investasi, dan percepatan digitalisasi. Pengembangan sektor kendaraan listrik serta energi baru terbarukan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Ke depan, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat mencapai sekitar 5,4 persen. Pemerintah memastikan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam merespons dinamika global.

Kami akan terus menjaga stabilitas dan memastikan kebijakan yang diambil adaptif terhadap perkembangan global, sehingga perekonomian nasional tetap tumbuh positif dan berkelanjutan,” kata Haryo.

Berita Terkait

Airlangga Bahas Kerja Sama Ekonomi dengan Australia, Fokus Produktivitas dan SDM
Warung Bu’De Wong Ndeso Hidupkan Cita Rasa Lamongan di Sentul, Sambal Nagih Jadi Magnet Utama
Airlangga: Pemerintah Jaga Defisit di Bawah 3 Persen, Siapkan WFH hingga Konversi Energi
Kemendag Kick-off Partisipasi Indonesia di CAEXPO 2026, Bidik Perluasan Ekspor ke Tiongkok
APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern
Program BINA Lebaran 2026 Ditargetkan Catat Transaksi Rp53,38 Triliun
Airlangga Targetkan Transaksi BINA Lebaran 2026 Capai Rp53 Triliun, Dorong Konsumsi Domestik
Airlangga Dorong Talenta Semikonduktor, Indonesia Target Jadi Pemain Industri Chip Global
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:15 WIB

Airlangga Bahas Kerja Sama Ekonomi dengan Australia, Fokus Produktivitas dan SDM

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:05 WIB

Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:31 WIB

Warung Bu’De Wong Ndeso Hidupkan Cita Rasa Lamongan di Sentul, Sambal Nagih Jadi Magnet Utama

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:47 WIB

Airlangga: Pemerintah Jaga Defisit di Bawah 3 Persen, Siapkan WFH hingga Konversi Energi

Selasa, 17 Maret 2026 - 04:27 WIB

Kemendag Kick-off Partisipasi Indonesia di CAEXPO 2026, Bidik Perluasan Ekspor ke Tiongkok

Berita Terbaru