Warung Bu’De Wong Ndeso Hidupkan Cita Rasa Lamongan di Sentul, Sambal Nagih Jadi Magnet Utama

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Pecel Lele Khas Lamongan. (Dok-Istimewa)

Foto: Ilustrasi Pecel Lele Khas Lamongan. (Dok-Istimewa)

BOGOR – Kehadiran Warung Bu’De Wong Ndeso di kawasan Jalan Alternatif Sentul Sirkuit kian memperkaya ragam kuliner nusantara, khususnya sajian khas Jawa Timur. Sejak mulai beroperasi, tempat makan ini cepat menarik perhatian dan menjelma menjadi salah satu destinasi favorit bagi penikmat kuliner tradisional di wilayah Bogor.

Mengusung konsep warung kaki lima dengan sentuhan lesehan yang luas dan nyaman, Bu’De Wong Ndeso menawarkan pengalaman bersantap yang santai namun berkesan. Tata ruang yang sederhana namun bersih, dipadukan dengan suasana hangat khas warung kampung, membuat pengunjung betah berlama-lama, baik bersama keluarga maupun rekan.

Dari sisi menu, warung ini menyajikan beragam hidangan khas Lamongan yang dikenal kaya rasa dan rempah. Mulai dari pecel lele, ayam goreng, bebek goreng, hingga soto kikil menjadi pilihan utama. Namun, daya tarik paling kuat terletak pada sambal khas racikan sendiri yang dikenal memiliki cita rasa pedas gurih yang “nagih” dan konsisten.

Pemilik warung, Sutobadi yang akrab disapa Cak To, menegaskan bahwa kehadiran usahanya bukan semata untuk berjualan, tetapi juga membawa identitas kuliner kampung halaman ke tengah masyarakat urban.

“Kami ingin menghadirkan rasa asli Lamongan di Sentul. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Jawa Timur untuk menikmati makanan khas yang autentik,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, kualitas bahan baku menjadi perhatian utama dalam menjaga cita rasa. Seluruh menu diolah dari bahan pilihan dan melalui proses yang mempertahankan keaslian resep tradisional. Konsistensi inilah yang menjadi kunci dalam membangun kepercayaan pelanggan.

Dari pantauan di lapangan, warung ini hampir selalu dipadati pengunjung, terutama pada jam makan malam. Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap kuliner lokal yang autentik di tengah maraknya makanan modern dan cepat saji.

Sejumlah pelanggan mengaku kembali datang karena cita rasa yang sulit ditemukan di tempat lain. Selain sambal yang khas, porsi yang cukup dan harga yang relatif terjangkau turut menjadi faktor penentu.

Meski demikian, beberapa pengunjung juga berharap adanya penambahan fasilitas seperti area parkir yang lebih luas dan sistem pelayanan yang lebih cepat saat kondisi ramai. Hal ini menjadi catatan penting seiring meningkatnya jumlah pengunjung dari waktu ke waktu.

Menanggapi hal tersebut, Cak To menyatakan pihaknya terus melakukan evaluasi dan berupaya meningkatkan kualitas layanan tanpa mengurangi ciri khas yang telah menjadi identitas warung.

“Kami ingin tempat ini bukan hanya soal makan, tapi juga ruang kebersamaan. Kepuasan pelanggan adalah prioritas kami,” tambahnya.

Dengan lokasi strategis, konsep sederhana yang nyaman, serta kekuatan rasa yang autentik, Warung Bu’De Wong Ndeso kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi kuliner unggulan di kawasan Sentul.

Sensasi sambal khasnya menjadi penegas bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, bahkan di tengah perkembangan zaman yang serba modern.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Airlangga: Pemerintah Jaga Defisit di Bawah 3 Persen, Siapkan WFH hingga Konversi Energi
Kemendag Kick-off Partisipasi Indonesia di CAEXPO 2026, Bidik Perluasan Ekspor ke Tiongkok
APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern
Program BINA Lebaran 2026 Ditargetkan Catat Transaksi Rp53,38 Triliun
Airlangga Targetkan Transaksi BINA Lebaran 2026 Capai Rp53 Triliun, Dorong Konsumsi Domestik
Airlangga Dorong Talenta Semikonduktor, Indonesia Target Jadi Pemain Industri Chip Global
Airlangga Terima Dubes Belarus, Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan
Fitch Pertahankan Peringkat Kredit RI di Level BBB, Outlook Direvisi Negatif
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:31 WIB

Warung Bu’De Wong Ndeso Hidupkan Cita Rasa Lamongan di Sentul, Sambal Nagih Jadi Magnet Utama

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:47 WIB

Airlangga: Pemerintah Jaga Defisit di Bawah 3 Persen, Siapkan WFH hingga Konversi Energi

Selasa, 17 Maret 2026 - 04:27 WIB

Kemendag Kick-off Partisipasi Indonesia di CAEXPO 2026, Bidik Perluasan Ekspor ke Tiongkok

Senin, 9 Maret 2026 - 16:40 WIB

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:18 WIB

Program BINA Lebaran 2026 Ditargetkan Catat Transaksi Rp53,38 Triliun

Berita Terbaru

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, bersama jajaran Pemkot Jakarta Timur berfoto bersama tokoh agama usai melaksanakan Safari Syawal 1447 H di salah satu kediaman ulama di wilayah Jakarta Timur, Kamis (26/3/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Kunjungi Tokoh Agama, Munjirin Tegaskan Komitmen Harmoni di Jakarta Timur

Kamis, 26 Mar 2026 - 19:13 WIB

Foto: Petugas Satpol PP Kecamatan Tanah Abang bersama aparat terkait melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar di kawasan sekitar Stasiun Karet, Kebon Melati, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026)

Mertopolitan

Akses Pejalan Kaki Dipulihkan, PKL Stasiun Karet Dibersihkan

Kamis, 26 Mar 2026 - 16:33 WIB