Refleksi “Flexing” dan Teror Pinjol: Rollink Action Umumkan Horor Psikologis “Aku Harus Mati”

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tengah hiruk-pikuk fenomena pamer kekayaan atau flexing yang kian banal di media sosial, rumah produksi Rollink Action siap menggebrak layar lebar dengan sebuah premis yang menggelitik nurani. Melalui film horor misteri terbaru bertajuk

tengah hiruk-pikuk fenomena pamer kekayaan atau flexing yang kian banal di media sosial, rumah produksi Rollink Action siap menggebrak layar lebar dengan sebuah premis yang menggelitik nurani. Melalui film horor misteri terbaru bertajuk "Aku Harus Mati", sutradara Hestu Saputra mencoba membedah sisi gelap ambisi manusia modern yang terjebak di antara validasi semu dan jeratan utang.

​

JAKARTA — Di tengah hiruk-pikuk fenomena pamer kekayaan atau flexing yang kian banal di media sosial, rumah produksi Rollink Action siap menggebrak layar lebar dengan sebuah premis yang menggelitik nurani. Melalui film horor misteri terbaru bertajuk “Aku Harus Mati”, sutradara Hestu Saputra mencoba membedah sisi gelap ambisi manusia modern yang terjebak di antara validasi semu dan jeratan utang.
​

Dalam acara konferensi pers yang digelar di Jakarta (26/03), film ini diperkenalkan bukan sekadar sebagai tontonan yang menjual jumpscare, melainkan sebuah kritik sosial yang dibalut dalam narasi klenik dan mistis.
​

Kejatuhan Akibat Haus Validasi
​Film ini berpusat pada karakter Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu yang terpesona oleh gemerlap kehidupan kota besar. Demi menjaga citra sukses, Mala terperosok ke dalam lubang utang yang membuatnya diburu oleh debt collector. Dalam pelariannya kembali ke panti asuhan masa kecilnya, ia justru menemukan bahwa ada rahasia jauh lebih gelap yang menantinya—sebuah perjanjian iblis yang menuntut pengorbanan nyawa.
​

Irsan Yapto, selaku Executive Producer, menekankan bahwa film ini adalah cermin bagi masyarakat saat ini.
​”Banyak orang mencari cara instan untuk terlihat berhasil. Kami ingin mengajak penonton berpikir: apakah kesuksesan yang kita lihat di layar ponsel itu hasil kerja keras, atau justru hasil ‘pesugihan’ dalam bentuk lain?” ujarnya.
​

Sentuhan Magis Hestu Saputra
​Sutradara Hestu Saputra, yang dikenal lewat ketelitian visualnya, berkolaborasi dengan penulis Aroe Ama untuk menciptakan atmosfer horor yang terasa “dekat” dan relevan.
​

Keindahan dunia sering kali menipu,” kata Hestu. Menurutnya, integritas sering kali menjadi harga yang harus dibayar mahal saat seseorang kehilangan arah akibat ambisi. Melalui perjalanan Mala bersama sahabat-sahabatnya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), penonton akan dibawa menelusuri jati diri yang hilang di tengah teror masa lalu.

Berita Terkait

Dibintangi Zikri Daulay hingga Mongol Stres, Pok Ame Ame Siap Ramaikan Bioskop 10 Desember 
Perlu Strategi Kebudayaan untuk Mendukung Perfilman Nasional
Dari Mitos ke Layar Lebar, FFHoror IX Mengupas Wajah Baru Film Horor Indonesia
FSPPI Dorong Regulasi Terpadu, Perlindungan Pekerja Perfilman Dinilai Tak Boleh Lagi Terfragmentasi
Film Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu Ditegaskan Hanya oleh PH Kuda Putih Picture, Publik Diminta Rujuk Informasi Resmi
Film Agensi Rumah Tangga Siap Hadirkan Drama Komedi yang Dekat dengan Realitas Masyarakat
Kampanye Nasional Stop Bullying Digaungkan Lewat Film Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu, Dorong Gerakan Bersama Lindungi Anak Indonesia
Open Casting Film Layar Lebar “Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu” Dimulai
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 18:25 WIB

Dibintangi Zikri Daulay hingga Mongol Stres, Pok Ame Ame Siap Ramaikan Bioskop 10 Desember 

Rabu, 23 September 2026 - 21:05 WIB

Perlu Strategi Kebudayaan untuk Mendukung Perfilman Nasional

Sabtu, 19 September 2026 - 16:35 WIB

Dari Mitos ke Layar Lebar, FFHoror IX Mengupas Wajah Baru Film Horor Indonesia

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:55 WIB

FSPPI Dorong Regulasi Terpadu, Perlindungan Pekerja Perfilman Dinilai Tak Boleh Lagi Terfragmentasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:34 WIB

Film Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu Ditegaskan Hanya oleh PH Kuda Putih Picture, Publik Diminta Rujuk Informasi Resmi

Berita Terbaru

Foto: Sejumlah anak yatim menerima santunan dalam kegiatan Jumat Berkah yang digelar Unit Reskrim Polsek Tambora, Jakarta Barat, Jumat (25/9/2026).

TNI & POLRI

Polsek Tambora Hadirkan Jumat Berkah, Anak Yatim Terima Santunan

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:57 WIB

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin saat mengikuti penilaian Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Nasional 2026 secara daring di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Posyandu Melati 2 Duri Pulo Bawa Nama DKI di Pentas Nasional

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:37 WIB

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin bersama Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin memanen golden melon di lahan urban farming halaman bekas SMK Santa Lucia, RW 012, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jumat (25/9/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Munjirin Dorong Warga Ubah Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif

Jumat, 25 Sep 2026 - 16:55 WIB

Foto: Sejumlah anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berfoto bersama di kawasan Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, Kamis Malam, (24/9/2026).

PWI

PWI Doa untuk Indonesia dari Teras 5 Gunung Padang

Jumat, 25 Sep 2026 - 16:40 WIB