Tokyo — Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kemitraan strategis Indonesia dan Jepang ke level yang lebih tinggi dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang digelar di Imperial Hotel Tokyo, Rabu (31/3).
Dalam forum tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya kerja sama erat antarnegara di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Ia menilai hubungan ekonomi yang kuat akan menjadi fondasi bagi terciptanya stabilitas dan kemakmuran bersama.
Saya hadir bukan hanya untuk melanjutkan kemitraan yang sudah ada, tetapi untuk mendorongnya ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih cepat,” ujar Prabowo.
Forum bisnis ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai mitra strategis utama Jepang di kawasan Indo-Pasifik. Dalam kesempatan tersebut, Indonesia dan Jepang menandatangani 10 nota kesepahaman (MoU) dengan nilai total mencapai sekitar USD23,1 miliar atau setara Rp392,7 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang turut mendampingi Presiden menyebut kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral yang lebih modern dan berkelanjutan.
Menurut Airlangga, ke depan kerja sama kedua negara akan difokuskan pada tiga sektor utama, yakni transisi energi dan pertumbuhan hijau, transformasi industri dan hilirisasi, serta penguatan rantai pasok global.
Pertemuan business-to-business dan pertukaran MoU ini merupakan langkah konkret menuju pembangunan kemitraan yang lebih kuat,” ujarnya.
Hubungan ekonomi Indonesia-Jepang sendiri telah terjalin selama puluhan tahun dan menunjukkan tren yang semakin solid. Jepang saat ini menjadi salah satu mitra dagang utama Indonesia, dengan nilai ekspor mencapai USD17,61 miliar, serta menempati posisi investor terbesar kelima dengan nilai investasi USD3,13 miliar.
Investasi Jepang banyak mengalir ke sektor industri otomotif, alat transportasi, kimia, hingga farmasi. Selain itu, Jepang juga berperan penting dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, termasuk di sektor transportasi, pelabuhan, energi, dan kawasan perkotaan.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menilai investasi Jepang memiliki kualitas tinggi, terutama dalam hal disiplin, penguasaan teknologi, serta komitmen jangka panjang.
Jepang membawa kualitas dalam investasi, disiplin, teknologi, dan komitmen jangka panjang,” katanya.
Selain itu, kedua negara juga mendorong pembaruan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement untuk memperkuat akses pasar dan memperluas kolaborasi ekonomi bilateral.
Turut hadir dalam forum tersebut sejumlah pejabat dan pelaku usaha, termasuk Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo, Menteri Investasi Rosan Roeslani, serta perwakilan organisasi bisnis Jepang seperti Japan External Trade Organization.
Pemerintah berharap kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menciptakan solusi masa depan yang berkelanjutan bagi kawasan Indo-Pasifik.




































