Ribuan Perantau Padati Halal Bihalal PJT, Jenderal Wiranto: Paguyuban Harus Jadi Perekat Bangsa

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Jenderal TNI (p) Wiranto, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan. (Dok-wikipedia)

Foto: Jenderal TNI (p) Wiranto, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan. (Dok-wikipedia)

JAKARTA – Semangat kebersamaan dan nilai-nilai kearifan lokal mewarnai gelaran Halal Bihalal Paguyuban Jawa Tengah (PJT) yang berlangsung di Kantor Walikota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026). Acara bertema “Bersatu dalam Kebersamaan, Harmonis Sepanjang Masa” ini menjadi ajang silaturahmi akbar yang mempertemukan tokoh nasional, pimpinan daerah, hingga ribuan perantau asal Jawa Tengah dari berbagai wilayah Indonesia.

Kehadiran delegasi dari berbagai daerah, termasuk Provinsi Lampung, mempertegas peran strategis paguyuban sebagai simpul sosial yang tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga memperkuat jejaring ekonomi dan kebangsaan.

Ketua Dewan Kehormatan PJT Pusat, Jenderal TNI (p) Wiranto, menegaskan bahwa paguyuban tidak boleh sekadar menjadi wadah nostalgia, melainkan harus bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang aktif menjaga harmoni di tengah dinamika masyarakat modern.

“Paguyuban Jawa Tengah bukan sekadar tempat berkumpulnya orang-orang yang rindu kampung halaman. Kita adalah kekuatan kolektif yang menjaga nilai tepa selira dan gotong royong. Di mana pun berada, warga PJT harus menjadi perekat keberagaman Indonesia,” ujar penasihat khusus Presiden Prabowo Subianto bidang politik dan keamanan itu.

Pernyataan tersebut menegaskan urgensi peran komunitas berbasis kedaerahan dalam menjaga stabilitas sosial, terutama di tengah tantangan urbanisasi, polarisasi, dan perubahan sosial yang cepat.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti kontribusi besar warga asal Jawa Tengah dalam membangun Jakarta sebagai kota metropolitan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas perantau merupakan kunci dalam menciptakan inovasi sosial dan ekonomi yang inklusif.

“Jakarta berhutang pada kerja keras warga Jawa Tengah. Harmonisasi ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas wilayah mampu melahirkan gagasan baru untuk kesejahteraan bersama,” kata Pramono.

Ia juga mendorong PJT agar terus menjadi jembatan penghubung antarwilayah, baik dalam aspek ekonomi, budaya, maupun pengembangan sumber daya manusia.

Foto: Delegasi Lampung juga diisi oleh sejumlah pengurus inti, antara lain Alfansuli Setiono (Bendahara), Sandi Febri Wijaya (Bidang Media dan Informasi), serta Hendra Kusuma Jaya (Bidang Organisasi). (Dok-Istimewa)

Delegasi PJT Provinsi Lampung hadir dengan formasi lengkap, dipimpin oleh Dewan Pembina Dr. H. Bustami Zainudin dan Ketua PJT Lampung, Ki Sufarzi SG. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen kuat daerah dalam memperkuat jaringan antarperantau.

Ki Sufarzi SG menegaskan bahwa momentum ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas dan meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Kehadiran kami adalah wujud semangat guyub rukun. Arahan para tokoh menjadi energi baru untuk memperkuat komunikasi dan memastikan warga perantauan tetap solid serta produktif,” ujarnya.

Delegasi Lampung juga diisi oleh sejumlah pengurus inti, antara lain Alfansuli Setiono (Bendahara), Sandi Febri Wijaya (Bidang Media dan Informasi), serta Hendra Kusuma Jaya (Bidang Organisasi).

Secara keseluruhan, acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga momentum konsolidasi sosial yang memiliki dampak jangka panjang. Paguyuban seperti PJT dinilai mampu menjadi motor penggerak solidaritas lintas daerah sekaligus memperkuat integrasi nasional.

Di tengah tantangan globalisasi dan fragmentasi sosial, nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, dan kebersamaan yang diusung dalam kegiatan ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan bangsa.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama, menandai harapan kolektif agar keluarga besar Paguyuban Jawa Tengah terus berkontribusi positif bagi Indonesia, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Sambut Hari Anak Nasional 2026, Ancol Gratiskan Tiket Rekreasi Anak ke Lima Wahana Edukatif
Ancol Gratiskan Tiket Sea World dan Jakarta Bird Land untuk Lansia, Dorong Wisata Edukatif yang Inklusif
Mayapada Hospital Jakarta Timur Resmi Beroperasi, Pramono Dorong Kemitraan dengan BPJS Kesehatan
Rayakan Hari Jadi Perusahaan, Ancol Gratiskan Tiket Masuk bagi Pengunjung pada 10 Juli 2026
Perempuan Muara Angke Angkat Suara Lewat Lensa Kamera, Museum Bahari Hadirkan Pameran yang Menghidupkan Kembali Narasi Pesisir Jakarta
Perselisihan Polisi dan Pedagang Buah di Pasar Induk Kramat Jati Berakhir Damai Lewat Mediasi
Ancol Gratiskan Tiket Masuk Kendaraan untuk Seluruh Motor Yamaha Selama 3 Hari, Sambut Yamaha Family Day 2026
Sambut 5 Abad Jakarta, Vertu Harmoni Gelar Panggung Inklusif bagi Anak Penyandang Disabilitas
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:05 WIB

Sambut Hari Anak Nasional 2026, Ancol Gratiskan Tiket Rekreasi Anak ke Lima Wahana Edukatif

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:55 WIB

Ancol Gratiskan Tiket Sea World dan Jakarta Bird Land untuk Lansia, Dorong Wisata Edukatif yang Inklusif

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:26 WIB

Mayapada Hospital Jakarta Timur Resmi Beroperasi, Pramono Dorong Kemitraan dengan BPJS Kesehatan

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:06 WIB

Rayakan Hari Jadi Perusahaan, Ancol Gratiskan Tiket Masuk bagi Pengunjung pada 10 Juli 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:51 WIB

Perempuan Muara Angke Angkat Suara Lewat Lensa Kamera, Museum Bahari Hadirkan Pameran yang Menghidupkan Kembali Narasi Pesisir Jakarta

Berita Terbaru