Second Beginning: Transformasi Shindy Samuel, Dari Perjuangan Bariatrik Menuju Rekonstruksi Diri yang Lebih Utuh

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Shindy Samuel (kanan), Direktur Utama Skizzle Klinik, Penny Lisdaryanti (kiri). (Dok-Okj/Fhm)

Foto: Shindy Samuel (kanan), Direktur Utama Skizzle Klinik, Penny Lisdaryanti (kiri). (Dok-Okj/Fhm)

JAKARTA – Figur publik sekaligus pengusaha kecantikan, Shindy Samuel, kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan fase terbaru dalam perjalanan transformasi hidupnya. Setelah sukses menurunkan berat badan secara drastis melalui prosedur bariatrik dan menginspirasi jutaan perempuan, Shindy kini melangkah ke tahap lanjutan: rangkaian prosedur body contouring sebagai bentuk penghargaan terhadap tubuh dan dirinya sendiri.

Langkah ini diumumkan dalam konferensi pers bertajuk “Second Beginning: Shindy Samuel” yang digelar di Skizzle Klinik, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Shindy menegaskan bahwa keputusan menjalani prosedur estetika bukan semata demi penampilan, melainkan bagian dari proses panjang mencintai diri sendiri (self-love) dan memulihkan kepercayaan diri.

Perjalanan Shindy bukanlah proses instan. Ia mengungkapkan telah berjuang selama bertahun-tahun menghadapi obesitas yang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kondisi mental dan rasa percaya diri. Dari berat awal 178 kilogram, kini ia berhasil mencapai 67 kilogram, sebuah pencapaian yang diakuinya penuh tantangan.

Namun, di balik keberhasilan tersebut, Shindy juga menghadapi konsekuensi lanjutan berupa kelebihan kulit (loose skin) di berbagai bagian tubuh. Kondisi ini, menurutnya, tidak sepenuhnya dapat diatasi hanya dengan olahraga atau diet.

“Yang terlihat di media sosial tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya. Ada bagian dari tubuh saya yang selama ini saya tutupi. Ini bukan soal tidak bersyukur, tapi tentang keberanian untuk jujur dan memperbaiki apa yang bisa diperbaiki,” ujar Shindy secara terbuka di hadapan awak media.

Dalam kolaborasi strategis selama 15 bulan bersama Skizzle Klinik, Shindy menjalani serangkaian prosedur medis yang dirancang secara bertahap demi menjaga keamanan dan kualitas hasil. Tindakan yang direncanakan meliputi tummy tuck, breast lift, thigh lift, brachioplasty (pengencangan lengan), hingga breast implant.

Direktur Utama Skizzle Klinik, Penny Lisdaryanti, menjelaskan bahwa pendekatan bertahap menjadi kunci utama dalam proses ini. Menurutnya, setiap tindakan harus mempertimbangkan kondisi tubuh pasien, waktu pemulihan, serta tingkat risiko.

“Kami tidak melakukan semuanya sekaligus. Prinsip kami adalah keselamatan pasien. Tubuh membutuhkan waktu untuk pulih, dan dokter juga harus bekerja dengan fokus maksimal agar hasilnya optimal,” jelas Penny.

Pada tahap awal, tindakan difokuskan pada area lengan melalui prosedur brachioplasty, yang bertujuan menghilangkan kelebihan kulit akibat penurunan berat badan signifikan. Tahap berikutnya akan dilakukan secara berkala, dengan jeda waktu untuk memastikan proses pemulihan berjalan baik.

Shindy mengungkapkan bahwa total investasi untuk seluruh rangkaian prosedur ini mencapai sekitar Rp1,2 miliar. Namun, ia menegaskan bahwa nilai tersebut bukan sekadar angka, melainkan bentuk komitmen terhadap kualitas hidup dan penghargaan terhadap diri sendiri.

“Transformasi bukan tentang menghapus masa lalu, tapi tentang membentuk masa depan yang lebih ringan dan percaya diri,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa keputusan ini lahir dari proses refleksi panjang, termasuk evaluasi terhadap gaya hidup, kesehatan, hingga pengalaman pribadi dalam kehidupan rumah tangga.

Sejalan dengan langkah transformasinya, Shindy bersama Skizzle Klinik meluncurkan kampanye digital bertajuk #HormatiTubuhmu. Gerakan ini bertujuan mengedukasi masyarakat, khususnya perempuan, agar tidak lagi memandang negatif prosedur bedah plastik pasca-bariatrik.

Kampanye ini juga mengangkat isu no mom-guilt, yakni dorongan agar perempuan tidak merasa bersalah saat memilih untuk merawat diri, baik secara fisik maupun mental.

“Perempuan berhak bahagia, berhak sehat, dan berhak merasa nyaman dengan tubuhnya sendiri,” tegas Shindy.

Dalam momen yang cukup emosional, Shindy juga menyampaikan permintaan maaf kepada mantan suaminya atas keterbatasannya di masa lalu, termasuk dalam menjaga kondisi fisik dan kesehatan.

Ia mengakui bahwa selama hampir satu dekade, dirinya merasa “terperangkap” dalam tubuh dengan berat berlebih, yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk relasi personal dan aktivitas sehari-hari.

“Ini bukan tentang menyalahkan siapa pun. Ini adalah bentuk evaluasi diri. Saya ingin menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri,” ujarnya.

Fenomena transformasi pasca-bariatrik seperti yang dialami Shindy bukanlah hal baru di dunia medis. Para ahli menilai bahwa prosedur body contouring dapat menjadi langkah lanjutan yang penting, terutama bagi pasien dengan penurunan berat badan ekstrem.

Namun demikian, keputusan menjalani prosedur ini tetap harus melalui pertimbangan matang, baik dari sisi medis, psikologis, maupun finansial. Edukasi yang tepat menjadi krusial agar masyarakat tidak terjebak pada standar kecantikan semata, melainkan memahami aspek kesehatan secara menyeluruh.

Perjalanan Shindy Samuel mencerminkan dinamika kompleks antara tubuh, identitas, dan penerimaan diri. Di tengah sorotan publik, ia memilih untuk bersikap terbuka, mengakui kekurangan, merayakan pencapaian, dan terus melangkah menuju versi diri yang lebih utuh.

Transformasi ini bukan sekadar perubahan fisik, melainkan narasi tentang keberanian, kejujuran, dan upaya tanpa henti untuk berdamai dengan diri sendiri.

Dengan langkah barunya ini, Shindy tidak hanya melanjutkan perjalanan pribadinya, tetapi juga membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang makna kecantikan, kesehatan, dan self-love di tengah masyarakat modern.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Lebih dari Before-After: Shindy Samuel Bongkar Realita Transformasi Tubuh dan Tekanan Sosial
Tim Indonesia Andalkan Shopee Live untuk Genjot Penjualan di X THE LEAGUE
Belum Ada Pengajuan Penangguhan, Polda Metro Jaya Tegaskan Penahanan Richard Lee Masih Berjalan
Indonesia Berduka: Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun Usai Perjuangan Panjang Melawan Kanker Ginjal 
Jeanette Sims Tegaskan Kedalaman Emosi Lewat Single “IF ONLY”, Proses Kreatif Lintas Benua Selama 9 Bulan
Titik Balik Karier Fariz RM: Konser Syukur, Lagu Baru dan Komitmen Jauhi Distraksi
Fariz RM Dikabarkan Bebas Usai Jalani Hukuman 10 Bulan, Deolipa Yumara: Secara Hitungan Tanggal Sudah Selesai
Shanty Rilis “I Do” Jelang Valentine 2026, Lagu Doa Cinta yang Lahir dari Manifestasi Pribadi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 14:57 WIB

Second Beginning: Transformasi Shindy Samuel, Dari Perjuangan Bariatrik Menuju Rekonstruksi Diri yang Lebih Utuh

Rabu, 8 April 2026 - 16:44 WIB

Lebih dari Before-After: Shindy Samuel Bongkar Realita Transformasi Tubuh dan Tekanan Sosial

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:41 WIB

Tim Indonesia Andalkan Shopee Live untuk Genjot Penjualan di X THE LEAGUE

Senin, 9 Maret 2026 - 11:55 WIB

Belum Ada Pengajuan Penangguhan, Polda Metro Jaya Tegaskan Penahanan Richard Lee Masih Berjalan

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:30 WIB

Indonesia Berduka: Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun Usai Perjuangan Panjang Melawan Kanker Ginjal 

Berita Terbaru

Wisatawan asing melewati masyarakat yang sedang istirahat saat upacara Odalan di Ubud, Bali. (Foto: hw)

pariwisata

Bali Tetap Jadi Destinasi yang Diminati Wisatawan Dunia

Sabtu, 11 Apr 2026 - 13:22 WIB