Sinergi Pusat-Daerah Diperkuat, Pemerintah Dorong Tata Kelola Tambang Rakyat Berkelanjutan di Papua Barat

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah terus mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi inklusif, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kepastian hukum.

Pemerintah terus mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi inklusif, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kepastian hukum.

Jakarta — Pemerintah terus mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi inklusif, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kepastian hukum.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan secara legal dan aman.

Kita perlu mendorong solusi yang komprehensif, baik dari sisi penegakan hukum dan juga memastikan masyarakat memiliki ruang untuk berusaha secara legal, aman, dan berkelanjutan,” ujar Airlangga dalam pertemuan dengan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di Jakarta, Jumat (11/4).

Dalam pertemuan tersebut, Dominggus menyampaikan dinamika aktivitas pertambangan emas oleh masyarakat di sejumlah wilayah Papua Barat. Aktivitas tersebut tersebar di kawasan aliran sungai, lereng, hingga perbukitan.
Meski memiliki potensi ekonomi besar, aktivitas tambang rakyat itu juga menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari aspek legalitas, kesesuaian tata ruang, kehutanan, hingga perlindungan masyarakat adat.

Pemerintah Provinsi Papua Barat sendiri telah menyiapkan sejumlah langkah regulasi, termasuk penyusunan aturan turunan dari Undang-Undang Otonomi Khusus. Namun, implementasinya dinilai masih memerlukan percepatan, terutama dalam penyelesaian regulasi teknis dan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Menanggapi hal itu, Airlangga menegaskan pemerintah pusat akan memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait guna memastikan kejelasan kebijakan di lapangan.

Nanti kita koordinasikan dengan kementerian terkait seperti ESDM, Lingkungan Hidup, dan Tata Ruang, agar ada kepastian langkah dan kesiapan regulasi yang dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Selain isu pertambangan rakyat, pertemuan tersebut juga membahas kondisi ekonomi Papua Barat yang menunjukkan tren positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut tercatat mencapai 6,46 persen, yang didorong oleh sektor industri pengolahan dan pertambangan.

Pemerintah memandang potensi sumber daya alam di Papua Barat perlu dikelola secara optimal agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

Nendia Primarasa Perkuat Kiprah sebagai Katering Pilihan Event Akbar
JAPFA dan Koperasi LPER Perkuat Kemitraan Peternak Ayam Broiler di Gunungkidul
Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja Sambut 9 Juta Green Jobs
Menteri UMKM Maman: Perkuat Pasar Domestik Sebelum Genjot Ekspor
BRI Pondok Indah Ubah Wajah Layanan Perbankan, dari Antrean ke Layanan Serba Digital
Yello Harmoni Jakarta Padukan Staycation dan Kuliner Jepang untuk Menemani Akhir Pekan
RRI Bentuk Satgas Jurnalisme Berkualitas Hadapi Disrupsi dan Disinformasi
Dari Upah Rp5.000 hingga Songket Rp20 Juta, Eridal Bawa Dal Songket Menembus Pasar Premium
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 19:43 WIB

Nendia Primarasa Perkuat Kiprah sebagai Katering Pilihan Event Akbar

Jumat, 4 September 2026 - 15:17 WIB

JAPFA dan Koperasi LPER Perkuat Kemitraan Peternak Ayam Broiler di Gunungkidul

Kamis, 3 September 2026 - 08:43 WIB

Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja Sambut 9 Juta Green Jobs

Kamis, 3 September 2026 - 08:10 WIB

Menteri UMKM Maman: Perkuat Pasar Domestik Sebelum Genjot Ekspor

Kamis, 3 September 2026 - 05:39 WIB

BRI Pondok Indah Ubah Wajah Layanan Perbankan, dari Antrean ke Layanan Serba Digital

Berita Terbaru

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan inflasi Indonesia secara tahunan atau year-on-year (YoY) pada Agustus 2026 mencapai 3,19 persen. Sementara secara bulanan atau month-to-month (MtM), inflasi Agustus 2026 tercatat naik 0,21 persen dibandingkan Juli 2026.

Nasional

Mendagri Ungkap Inflasi RI Agustus 2026 Capai 3,19 Persen

Selasa, 8 Sep 2026 - 16:28 WIB