Senator Soroti Ketimpangan Layanan Transportasi Antar-Wilayah di NTB

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator asal NTB, Mirah Midadan Fahmid

Senator asal NTB, Mirah Midadan Fahmid

NTB, okjakarta.com – Senator Mirah Midadan Fahmid menyampaikan keprihatinan sekaligus perhatian serius terhadap isu ketimpangan layanan transportasi antar-wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurutnya, persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan capaian teknis, tetapi juga menyentuh aspek keadilan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Ia menilai capaian indikator kinerja seperti rasio konektivitas dan penurunan angka kecelakaan memang patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan sektor transportasi. Namun demikian, indikator makro tersebut tidak boleh menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan.

“Pembangunan transportasi yang ideal adalah pembangunan yang mampu dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil dan tertinggal,” ujarnya.

Mirah menyoroti ketimpangan antara transportasi laut dan darat yang masih menjadi persoalan mendasar di NTB. Dominasi konektivitas melalui jalur laut, sementara layanan transportasi darat masih belum menjangkau seluruh trayek secara optimal, menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam perencanaan dan implementasi kebijakan. Hal ini berpotensi memperlebar kesenjangan aksesibilitas, terutama bagi masyarakat di wilayah pedalaman yang sangat bergantung pada transportasi darat sebagai sarana mobilitas utama.

“Pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif dan berbasis evaluasi mendalam serta mendorong adanya audit menyeluruh terhadap program keselamatan transportasi, termasuk peningkatan kualitas infrastruktur jalan, pengawasan kendaraan, serta edukasi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penguatan standar keselamatan transportasi laut, khususnya terkait kasus blackout kapal yang menjadi peringatan serius bagi sistem pengawasan dan kelaikan operasional. Menurutnya, keselamatan transportasi harus menjadi prioritas utama, mengingat dampaknya yang langsung terhadap keselamatan jiwa masyarakat.

“Kita membutuhkan kebijakan transportasi yang tidak hanya terlihat baik di atas kertas, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (*/hw)

Berita Terkait

Warga Bertindak Sendiri, Negara Dinilai Abai: Kasus DBD Anak 7 Tahun Picu Alarm Darurat di Cakung
6 Truk Engkel LH Sektor Tambora Kedapatan Buang Sampah Pagi Ini, 2 Truk Berhasil Dihadang Warga RW 08
Ribuan Perantau Padati Halal Bihalal PJT, Jenderal Wiranto: Paguyuban Harus Jadi Perekat Bangsa
Tiang Tower Roboh di Kembangan, Warga Terluka—Izin dan Pengawasan Disorot
WFH ASN Tekan Kemacetan Jakarta, Dirlantas: Volume Kendaraan Turun Signifikan
Tipu Ahmad Sahroni Pakai Nama KPK, Perempuan Ini Ditangkap Polda Metro Jaya
Mahasiswa Apresiasi Kinerja Ditlantas Polda Metro Jaya Amankan Mudik Lebaran 2026
Peneliti Politik Saiful Mujani Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Penghasutan Gulingkan Prabowo Subianto
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 19:38 WIB

Warga Bertindak Sendiri, Negara Dinilai Abai: Kasus DBD Anak 7 Tahun Picu Alarm Darurat di Cakung

Minggu, 12 April 2026 - 17:15 WIB

6 Truk Engkel LH Sektor Tambora Kedapatan Buang Sampah Pagi Ini, 2 Truk Berhasil Dihadang Warga RW 08

Minggu, 12 April 2026 - 15:58 WIB

Ribuan Perantau Padati Halal Bihalal PJT, Jenderal Wiranto: Paguyuban Harus Jadi Perekat Bangsa

Minggu, 12 April 2026 - 12:03 WIB

Tiang Tower Roboh di Kembangan, Warga Terluka—Izin dan Pengawasan Disorot

Sabtu, 11 April 2026 - 18:09 WIB

WFH ASN Tekan Kemacetan Jakarta, Dirlantas: Volume Kendaraan Turun Signifikan

Berita Terbaru

Foto Kondisi rumah kontrakan warga di Jalan KH Hasyim, Pondok Cabe No.55, RT 06/RW 01, Kembangan Utara, Jakarta Barat, yang mengalami kerusakan parah akibat robohnya tiang proyek menara telekomunikasi

Hukum & Kriminal

Tiang Tower Roboh di Kembangan, Warga Terluka—Izin dan Pengawasan Disorot

Minggu, 12 Apr 2026 - 12:03 WIB