Jakarta – Kawasan kuliner legendaris Jalan Sabang, Jakarta Pusat, bersiap tampil dengan wajah baru. Pemerintah Kota Jakarta Pusat mulai melakukan penataan menyeluruh guna menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata kuliner malam yang lebih tertata, hijau, nyaman, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengatakan bahwa penataan Jalan Sabang tidak hanya berfokus pada aspek estetika kawasan, tetapi juga bertujuan meningkatkan daya tarik wisata dan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Koridor pejalan kaki harus lebih baik, parkir ditata, pedagang UMKM dikurasi dengan baik, termasuk pengaturan lalu lintas. Kita ingin kawasan ini menjadi lebih nyaman, indah, dan ramah bagi masyarakat,” ujar Arifin saat meninjau kawasan Jalan Sabang, Jumat (5/6/2026).
Sebagai langkah awal, Pemkot Jakarta Pusat akan melakukan penghijauan dengan menanam lebih dari 70 pohon di sepanjang Jalan Sabang. Upaya ini menjadi bagian dari strategi menciptakan lingkungan yang lebih sejuk, meningkatkan kualitas udara, serta mengurangi dampak polusi di kawasan pusat kota.
Program penghijauan tersebut mendapat dukungan dari Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) yang telah memberikan kontribusi lebih dari 400 pohon untuk ditanam di berbagai titik wilayah Jakarta Pusat.
Selain mempercantik kawasan melalui penghijauan, Pemkot Jakarta Pusat juga menyiapkan konsep Night Market dan Food Street yang diharapkan menjadi magnet baru bagi wisata kuliner malam di Ibu Kota.
Nantinya, kawasan Jalan Sabang akan diisi oleh pedagang kuliner yang telah melalui proses kurasi sehingga lebih tertib, bersih, dan memiliki standar pelayanan yang baik bagi pengunjung.
“Kita ingin Jalan Sabang menjadi ikon kuliner malam Jakarta. Orang yang ingin menikmati wisata kuliner malam dengan suasana nyaman dan tertata, datangnya ke Jalan Sabang,” kata Arifin.
Dalam konsep yang tengah disiapkan tersebut, sebagian badan jalan akan dimanfaatkan pada waktu-waktu tertentu untuk aktivitas kuliner malam. Pengunjung dapat menikmati beragam sajian makanan khas sambil berjalan kaki di kawasan yang telah ditata lebih modern, aman, dan ramah lingkungan.
Arifin menegaskan bahwa penataan Jalan Sabang bukanlah upaya untuk menggusur maupun mematikan usaha para pedagang yang selama ini telah menjadi bagian dari identitas kawasan tersebut. Sebaliknya, program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih berkembang dan mampu menarik lebih banyak pengunjung.
“Penataan ini justru untuk menghidupkan ekonomi. Kita ingin semakin banyak orang datang ke Jalan Sabang, menikmati kuliner, dan merasakan suasana yang lebih bersih, hijau, aman, dan nyaman,” tegasnya.
“Dengan berbagai pembenahan yang dilakukan, Jalan Sabang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata kuliner malam unggulan di Jakarta. Penataan ini diharapkan tidak hanya memperkuat identitas Jalan Sabang sebagai pusat kuliner legendaris, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi UMKM serta menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman bagi warga dan wisatawan, ” tutup Wali Kota Jakarta Pusat.




































