Diduga Beraksi Berkelompok, Komplotan Pencopet di PRJ Kemayoran Diburu Polisi

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Komisaris Polisi Agung Ardiansyah, Kapolsek Kemayoran saat memberikan Imbauan kepada para pengunjung PRJ Kemayoran. (Dok-Istimewa)

Foto: Komisaris Polisi Agung Ardiansyah, Kapolsek Kemayoran saat memberikan Imbauan kepada para pengunjung PRJ Kemayoran. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Aksi dugaan pencopetan yang terjadi di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan modus para pelaku viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar luas, sejumlah orang diduga beraksi secara berkelompok dengan mengincar pengunjung yang tengah lengah di tengah padatnya keramaian acara tahunan tersebut.

Peristiwa itu disebut terjadi di kawasan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, lokasi yang setiap harinya dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Kepadatan pengunjung diduga dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya tanpa mudah terdeteksi.

Berdasarkan video yang beredar, seorang pengunjung terlihat sedang fokus melihat-lihat salah satu tenant atau stan pameran di area PRJ. Dalam situasi tersebut, beberapa orang yang diduga merupakan bagian dari komplotan pencopet tampak mendekati korban dari berbagai arah. Tak lama setelah itu, korban menyadari telepon genggam miliknya telah hilang.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Aparat pun bergerak cepat melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas serta keberadaan para pelaku.

Kapolsek Kemayoran Komisaris Polisi Agung Ardiansyah membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana pencopetan tersebut. Menurutnya, korban telah membuat laporan resmi kepada penyidik di Polres Metro Jakarta Pusat sehingga kasus tersebut kini dalam penanganan kepolisian.

“Korban sudah membuat LP (laporan polisi) di Polres Jakpus,” kata Kompol Agung Ardiansyah kepada wartawan, Senin (15/6/2026).

Untuk mengungkap kasus ini, polisi mengandalkan sejumlah metode penyelidikan, termasuk pemanfaatan teknologi digital forensik dan analisis rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sejumlah titik kawasan JIExpo Kemayoran.

Penyidik saat ini tengah melakukan penelusuran terhadap seluruh rekaman yang diduga merekam aktivitas para pelaku sebelum, saat, maupun setelah kejadian berlangsung. Analisis tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi wajah para terduga pelaku sekaligus memetakan pola pergerakan mereka di area pameran.

Selain itu, kepolisian juga berupaya melakukan pelacakan terhadap telepon seluler milik korban yang diduga dibawa kabur setelah aksi pencopetan terjadi. Langkah tersebut dilakukan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku sekaligus membuka peluang pengungkapan jaringan yang kemungkinan terlibat.

“Kami upayakan ungkap diduga pelakunya yang terekam di CCTV,” ujar Agung.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat saat berada di lokasi yang dipadati banyak orang. Event berskala besar seperti PRJ menjadi magnet bagi jutaan pengunjung setiap tahunnya, namun di sisi lain juga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan jalanan untuk mencari korban.

Pengunjung diimbau untuk selalu menjaga barang berharga seperti telepon genggam, dompet, tas, maupun dokumen penting agar tetap berada dalam pengawasan. Masyarakat juga disarankan menghindari menyimpan barang berharga di saku belakang atau lokasi yang mudah dijangkau pihak lain.

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya Pekan Raya Jakarta. Pengamanan terus ditingkatkan melalui patroli terbuka maupun tertutup, pemantauan CCTV, serta koordinasi dengan pengelola kawasan JIExpo guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang datang berkunjung.

Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung dan polisi terus mengumpulkan berbagai alat bukti untuk mengidentifikasi serta menangkap para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pencopetan tersebut.

Aparat juga mengimbau masyarakat yang merasa pernah menjadi korban atau memiliki informasi terkait kejadian serupa agar segera melapor kepada pihak berwenang guna membantu proses pengungkapan kasus.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

HUT ke-34 Sea World Ancol, Perkuat Edukasi Kelautan Lewat Teknologi Audio Guide
Tubagus Bahrudin Sampaikan Selamat kepada Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia
Le Bistro Sajikan Pengalaman Wine Pairing Prancis-Spanyol Lewat Faces of Time
Ancol Pastikan Scream or Dance 2026 Tak Digelar di Kawasan Ancol
Hj. Kartika Oman: Insan Pers Tak Hanya Menyampaikan Informasi, Tapi Juga Peduli Kemanusiaan
Satu Forum, Beragam Generasi: Warga Tomang Asli Kembali Bersilaturahmi
Polri Kerahkan 3.852 Personel Amankan Dua Laga FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK
Polda Metro Jaya Apresiasi Peserta Aksi, Arus Lalu Lintas Jakarta Berangsur Normal
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:06 WIB

HUT ke-34 Sea World Ancol, Perkuat Edukasi Kelautan Lewat Teknologi Audio Guide

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Tubagus Bahrudin Sampaikan Selamat kepada Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia

Rabu, 30 September 2026 - 12:50 WIB

Le Bistro Sajikan Pengalaman Wine Pairing Prancis-Spanyol Lewat Faces of Time

Selasa, 29 September 2026 - 17:33 WIB

Ancol Pastikan Scream or Dance 2026 Tak Digelar di Kawasan Ancol

Selasa, 29 September 2026 - 07:43 WIB

Hj. Kartika Oman: Insan Pers Tak Hanya Menyampaikan Informasi, Tapi Juga Peduli Kemanusiaan

Berita Terbaru