Pedagang Tegaskan Dukung Revitalisasi Pasar Taman Puring, Harapkan Pemprov DKI Segera Realisasikan Pembangunan

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Flyer Pedagang Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Dok: Istimewa)

Foto: Flyer Pedagang Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Dok: Istimewa)

JAKARTA – Pedagang Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menegaskan bahwa mereka tidak pernah menolak rencana revitalisasi pasar yang telah diwacanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Sebaliknya, para pedagang berharap proses pembangunan kembali pasar yang terdampak kebakaran tersebut dapat segera direalisasikan agar aktivitas perdagangan kembali berjalan normal dan memberikan kepastian bagi ratusan pelaku usaha.

Penegasan itu disampaikan pada Rabu (5/8/2026), untuk meluruskan berbagai informasi yang berkembang di ruang publik terkait sikap pedagang terhadap rencana penataan kawasan Pasar Taman Puring. Menurut para pedagang, munculnya anggapan bahwa mereka menolak revitalisasi atau ingin membangun pasar secara mandiri tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Salah seorang pedagang senior Pasar Taman Puring, Nawara Harjo, menjelaskan bahwa pernyataannya mengenai pembangunan pasar secara swadaya pada masa lalu telah dipahami secara keliru karena hanya disampaikan sebagian, sehingga menimbulkan persepsi bahwa pedagang menolak pembangunan yang dilakukan pemerintah.

Ia menerangkan bahwa cerita mengenai pembangunan secara swadaya merujuk pada pengalaman yang terjadi sekitar tahun 2000 hingga 2002, ketika Pasar Taman Puring pernah dibangun melalui mekanisme gotong royong atau patungan antar pedagang pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta saat itu. Penjelasan tersebut, kata dia, semata-mata merupakan gambaran sejarah perjalanan pasar, bukan sikap pedagang terhadap rencana revitalisasi saat ini.

Menurut Nawara, apabila pemerintah memutuskan untuk membangun kembali Pasar Taman Puring melalui program revitalisasi, seluruh pedagang pada prinsipnya menyambut baik kebijakan tersebut dan siap mendukung proses pelaksanaannya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak pernah ada penolakan terhadap program pemerintah. Justru yang diharapkan para pedagang adalah adanya kepastian waktu pelaksanaan revitalisasi sehingga mereka dapat kembali menjalankan usaha secara layak dan memperoleh kepastian mengenai masa depan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

Lebih lanjut, Nawara membantah adanya konflik internal ataupun perpecahan di antara para pedagang terkait rencana penataan kawasan Taman Puring. Menurutnya, isu mengenai kelompok yang mendukung dan menolak revitalisasi tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya di lapangan.

Ia menilai sebagian informasi yang berkembang telah menciptakan kesan seolah-olah terdapat pertentangan antara pedagang dengan pemerintah, padahal mayoritas pedagang memiliki harapan yang sama, yakni melihat Pasar Taman Puring kembali berdiri sebagai pusat perdagangan yang lebih tertata, aman, dan nyaman.

Karena itu, Nawara mengingatkan agar tidak ada pihak yang membangun narasi yang berpotensi memperkeruh hubungan antara pedagang dan pemerintah. Menurutnya, komunikasi yang baik serta penyampaian informasi secara utuh menjadi hal penting agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat menghambat proses penataan kawasan.

Dalam kaitannya dengan opsi relokasi maupun revitalisasi, Nawara mengatakan sebagian besar pedagang lebih menginginkan revitalisasi dilakukan di lokasi yang sama. Menurutnya, keberadaan Pasar Taman Puring selama puluhan tahun telah menjadi identitas kawasan sekaligus memiliki nilai historis dan ekonomi yang kuat bagi masyarakat Jakarta.

Ia berpandangan bahwa apabila pasar dipindahkan ke lokasi lain, identitas Taman Puring sebagai salah satu pusat perdagangan yang dikenal masyarakat akan sulit dipertahankan. Oleh karena itu, revitalisasi di lokasi eksisting dinilai menjadi solusi terbaik untuk menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi sekaligus mempertahankan karakter kawasan.

Di sisi lain, Nawara menegaskan bahwa para pedagang tidak menolak rencana pembangunan fasilitas publik, termasuk Taman Difabel, sebagaimana pernah diwacanakan dalam penataan kawasan pascakebakaran. Menurutnya, pembangunan ruang publik tetap dapat berjalan berdampingan dengan revitalisasi Pasar Taman Puring apabila dirancang secara terintegrasi.

Para pedagang berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang mengakomodasi seluruh kepentingan, baik penyediaan ruang publik yang inklusif maupun keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat melalui pembangunan kembali pasar.

Bagi para pedagang, revitalisasi bukan hanya persoalan pembangunan fisik semata, melainkan juga menyangkut keberlangsungan mata pencaharian ratusan keluarga yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan di Pasar Taman Puring. Dengan hadirnya pasar yang lebih representatif, mereka optimistis aktivitas ekonomi dapat kembali bergairah dan menarik minat masyarakat untuk berbelanja.

Sebelumnya, wacana revitalisasi Pasar Taman Puring menjadi perhatian publik setelah muncul berbagai pembahasan mengenai penataan kawasan pascakebakaran. Sejumlah informasi yang beredar, mulai dari isu relokasi pedagang hingga rencana pembangunan ruang publik di lokasi tersebut, memunculkan beragam persepsi di tengah masyarakat.

Melalui klarifikasi yang disampaikan para pedagang, diharapkan tidak lagi muncul kesalahpahaman mengenai sikap mereka terhadap program pemerintah. Pedagang menegaskan bahwa mereka mendukung revitalisasi Pasar Taman Puring dan berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera merealisasikan pembangunan kembali pasar sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi, menjaga identitas kawasan, serta memberikan kepastian bagi para pelaku usaha yang selama ini menanti terealisasinya janji revitalisasi tersebut.

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Gema Tadarus 2026 Warnai HUT ke-41 Dufan, 1.000 Anak Yatim dan Dhuafa Nikmati Wahana Gratis
Raih Juara 1 Pentas Seni HUT RI ke-81, Anak-Anak RT 006 Cipinang Cempedak Dapat Apresiasi Liburan ke Atlantis Ancol
Polri Ajak Masyarakat Jaga Ketertiban Saat Penyampaian Aspirasi di Depan Gedung MPR/DPR RI
Tujuh Tahun Lensa Polri: Dari Jurnalisme ke Aksi Sosial
Arsikarta Rawat Ruang Eksperimentasi Teater Lewat Umbra et Anima: Metafiksi Chairil Anwar
Semarak Lomba Karaoke HUT ke-81 RI, Warga RW 015 Bidara Cina Rayakan Kemerdekaan dengan Nada dan Lagu
Polda Metro Jaya Siagakan 9.242 Personel Amankan 47 Kegiatan di Jakarta, Aspirasi Publik Dikawal Tetap Tertib
Merdekaria 2026 di Ancol: Gratis Tiket Masuk pada 17 Agustus, Hadirkan Perayaan Kemerdekaan untuk Semua Kalangan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:14 WIB

Gema Tadarus 2026 Warnai HUT ke-41 Dufan, 1.000 Anak Yatim dan Dhuafa Nikmati Wahana Gratis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Raih Juara 1 Pentas Seni HUT RI ke-81, Anak-Anak RT 006 Cipinang Cempedak Dapat Apresiasi Liburan ke Atlantis Ancol

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Polri Ajak Masyarakat Jaga Ketertiban Saat Penyampaian Aspirasi di Depan Gedung MPR/DPR RI

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:18 WIB

Tujuh Tahun Lensa Polri: Dari Jurnalisme ke Aksi Sosial

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Arsikarta Rawat Ruang Eksperimentasi Teater Lewat Umbra et Anima: Metafiksi Chairil Anwar

Berita Terbaru

Foto: Beragam hidangan tersaji dalam jamuan yang ditangani Nendia Primarasa. Sajian ditempatkan dalam wadah hidangan bernuansa elegan, lengkap dengan piring dan perlengkapan makan yang tertata rapi.

Bisnis Ekonomi

Nendia Primarasa Perkuat Kiprah sebagai Katering Pilihan Event Akbar

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:43 WIB