Tokoh Muda Aceh Desak Kepala BNPB Dicopot Usai Klaim Pemulihan Aceh

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGAH — Ketua Umum Pasak Opat Nenggeri Linge, Zam Zam Mubarak, membantah keras pernyataan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi (Kapusdatin) BNPB Abdul Muhari yang menyebut aktivitas ekonomi di sejumlah wilayah Aceh mulai membaik pascabencana banjir dan tanah longsor akhir November 2025.

Zam Zam menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan dan berpotensi menyesatkan publik serta pemerintah pusat dalam melihat situasi masyarakat terdampak bencana di Aceh.

“Pernyataan BNPB itu terlalu dini dan tidak sesuai fakta. Di banyak wilayah, terutama di pedalaman Aceh, masyarakat masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Aktivitas ekonomi belum pulih seperti yang diklaim,” tegas Zam Zam Mubarak, yang juga menjabat Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Aceh Tengah, Senin (5/1/2026).

Menurut Zam Zam, gambaran pasar yang mulai beroperasi di Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Meureudu tidak bisa dijadikan indikator umum pemulihan ekonomi Aceh secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa sebagian besar pelaku usaha kecil, petani, dan pedagang masih mengalami kerugian serius akibat dampak banjir dan longsor.

“Pasar buka bukan berarti ekonomi pulih. Daya beli masyarakat turun drastis, distribusi barang belum normal, dan banyak warga kehilangan mata pencaharian. Ini fakta yang kami temukan langsung di lapangan,” ujarnya.

Zam Zam juga mengkritik BNPB yang dinilai lebih menonjolkan narasi optimistis ketimbang mendengar suara masyarakat korban bencana. Ia khawatir klaim pemulihan ekonomi tersebut akan berdampak pada berkurangnya perhatian dan bantuan lanjutan dari pemerintah pusat.

“Kalau pusat menganggap ekonomi sudah bergerak normal, maka bantuan bisa dihentikan atau dikurangi. Ini sangat berbahaya bagi korban bencana,” katanya.

Atas dasar itu, Zam Zam Mubarak secara terbuka meminta Presiden untuk mengevaluasi bahkan mencopot Kepala BNPB. Ia menilai pimpinan BNPB gagal menyajikan data yang objektif dan sensitif terhadap penderitaan masyarakat Aceh pascabencana.

“Kami mendesak Presiden mencopot Kepala BNPB. Penanggulangan bencana tidak boleh dibangun di atas laporan yang tidak sesuai kenyataan,” tegas Zam Zam.

Sebelumnya, Kapusdatin BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (2/1/2026), menyatakan bahwa roda ekonomi di sejumlah daerah terdampak bencana di Aceh mulai bergerak, ditandai dengan kembali beroperasinya pasar tradisional di Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Meureudu.

Namun bagi Zam Zam dan masyarakat adat Pasak Opat Nenggeri Linge, klaim tersebut dinilai belum mencerminkan pemulihan ekonomi yang sesungguhnya, karena penderitaan warga terdampak masih berlangsung dan membutuhkan perhatian serius negara.

 

 

Berita Terkait

KemenPANRB dan PERURI Perkuat GovTech untuk Integrasikan Layanan Pemerintah
Ketua Umum PB Federasi Serikat Pekerja MBG Nusantara Apresiasi Kinerja Kepala BGN Sudaryono
Wamendagri Bima Arya Dorong Otonomi Daerah Ciptakan Pusat Ekonomi Baru
Karantina DKI Jakarta Luncurkan Q-JOS, Pangkas Waktu Layanan Logistik di Tanjung Priok
PWNU Kaltara Tegaskan Muktamar NU Tanpa Intervensi Istana Maupun Tekanan Politik 
Prof. Dr. KH. Tubagus Baharudin Dukung Nasaruddin Umar Pimpin PBNU, Dorong NU Jadi Kekuatan Moral dan Kebangsaan
Polri Imbau Massa di Sekitar DPR/MPR Akhiri Kegiatan Secara Tertib, Hak Menyampaikan Aspirasi Tetap Dihormati
Relawan Bersihkan Sampah Pasca Lomba Dayung di Bawah Jembatan Paliwara, Soroti Sistem Pengelolaan Lingkungan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:45 WIB

KemenPANRB dan PERURI Perkuat GovTech untuk Integrasikan Layanan Pemerintah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Ketua Umum PB Federasi Serikat Pekerja MBG Nusantara Apresiasi Kinerja Kepala BGN Sudaryono

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong Otonomi Daerah Ciptakan Pusat Ekonomi Baru

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Karantina DKI Jakarta Luncurkan Q-JOS, Pangkas Waktu Layanan Logistik di Tanjung Priok

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:26 WIB

PWNU Kaltara Tegaskan Muktamar NU Tanpa Intervensi Istana Maupun Tekanan Politik 

Berita Terbaru