Jilid 5 dari Istana, Reshuffle Kabinet: Evaluasi Kinerja atau Konsolidasi Kekuasaan?

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Naek Pangaribuan, Pemimpin Redaksi Jakartanews.id (Dok-Istimewa)

Foto: Naek Pangaribuan, Pemimpin Redaksi Jakartanews.id (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Isu perombakan Kabinet Merah Putih kembali mencuat dan menjadi perhatian publik. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disebut-sebut tengah mempertimbangkan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

Namun hingga kini, Istana Negara menegaskan belum ada pembahasan resmi terkait wacana tersebut.

Dalam catatan Pemimpin Redaksi Jakartanews.id yang ditulis Naek Pangaribuan pada Jumat (30/1/2026), isu reshuffle kali ini berkembang luas di ruang publik seiring beredarnya sejumlah nama menteri dan pejabat tinggi negara yang dikaitkan dengan potensi pergantian posisi.

Beberapa nama yang ramai diperbincangkan antara lain Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Kepala Kantor Staf Presiden Muhammad Qodari, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, serta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri.

Menanggapi isu tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan tidak mengetahui adanya rencana reshuffle.

Sugiono menegaskan bahwa perombakan kabinet sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden sebagai hak prerogatif konstitusional.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memilih tidak memberikan komentar terkait isu tersebut. Sikap ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, meski belum ada konfirmasi resmi dari Istana.

Di sisi lain, sejumlah nama baru juga disebut-sebut masuk dalam bursa calon menteri, seperti Budisatrio Djiwandono, Angga Raka Prabowo, dan Juda Agung.

Budisatrio sendiri telah membantah isu tersebut dan menegaskan fokus menjalankan tugasnya sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pembahasan resmi mengenai reshuffle kabinet.

Prasetyo menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi baru sebatas pengalihan jabatan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, yang tidak termasuk kategori reshuffle kabinet.

Pemerintah berharap publik tidak berspekulasi berlebihan dan tetap menunggu keputusan resmi Presiden terkait evaluasi kinerja kabinet.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Buntut Kasus Amsal Sitepu Kajari Karo Dicopot, Kejagung: Isyarat Keras atas Dugaan Cacat Penuntutan
UMKM BISA Ekspor Tembus USD 23,6 Juta di Awal 2026, Pemerintah Genjot Akses Pasar Global
Buruh Bergerak! FSB NIKEUBA Bongkar Dugaan Upah Dipotong hingga THR Disunat Jelang Aksi May Day
Hery Susanto Resmi Dilantik Menjadi Pimpinan Baru Ombudsman Republik Indonesia 2026–2031
Mendag Usulkan Pembaruan UU Perlindungan Konsumen, Soroti Lonjakan Masalah di Era Digital
Dari Halal Bihalal ke Reformasi Profesi: MAPPI Gaungkan UU Penilai dan Database Properti Nasional
Didi Sukarno Ingatkan Bahaya Distorsi Demokrasi
Unhan RI Selenggarakan Wisuda Program Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) Tahun Akademik 2026
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 14:08 WIB

Buntut Kasus Amsal Sitepu Kajari Karo Dicopot, Kejagung: Isyarat Keras atas Dugaan Cacat Penuntutan

Selasa, 14 April 2026 - 12:51 WIB

UMKM BISA Ekspor Tembus USD 23,6 Juta di Awal 2026, Pemerintah Genjot Akses Pasar Global

Minggu, 12 April 2026 - 22:43 WIB

Buruh Bergerak! FSB NIKEUBA Bongkar Dugaan Upah Dipotong hingga THR Disunat Jelang Aksi May Day

Jumat, 10 April 2026 - 20:25 WIB

Hery Susanto Resmi Dilantik Menjadi Pimpinan Baru Ombudsman Republik Indonesia 2026–2031

Jumat, 10 April 2026 - 15:20 WIB

Mendag Usulkan Pembaruan UU Perlindungan Konsumen, Soroti Lonjakan Masalah di Era Digital

Berita Terbaru