Pantau Produsen di Palembang, Mendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman Jelang Ramadan

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan ketersediaan stok minyak goreng nasional dalam kondisi aman dan melimpah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026. Kepastian itu disampaikan usai meninjau langsung aktivitas produksi PT Indokarya Internusa di Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (12/2).

Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan ketersediaan stok minyak goreng nasional dalam kondisi aman dan melimpah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026. Kepastian itu disampaikan usai meninjau langsung aktivitas produksi PT Indokarya Internusa di Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (12/2).

Jakarta — Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan ketersediaan stok minyak goreng nasional dalam kondisi aman dan melimpah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026. Kepastian itu disampaikan usai meninjau langsung aktivitas produksi PT Indokarya Internusa di Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (12/2).

Budi, yang akrab disapa Busan, menyebut pasokan kuat di tingkat produsen menjadi fondasi utama pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama periode HBKN.

Stok cukup, tidak ada masalah. Namun, kita tetap antisipasi. Pada dasarnya produksi untuk kebutuhan sehari-hari cukup dan tidak ada masalah, termasuk untuk Ramadan. Bahan bakunya juga tidak ada masalah, semua terjaga,” ujar Budi usai meninjau fasilitas produksi.

Menurut dia, kecukupan pasokan di tingkat produsen berdampak langsung terhadap terjaganya distribusi minyak goreng secara nasional. Pemerintah pun meminta pelaku usaha memanfaatkan melimpahnya bahan baku untuk meningkatkan produksi minyak goreng kemasan ekonomis atau second brand.

Budi mengatakan minyak goreng second brand dapat menjadi alternatif bagi masyarakat selain MINYAKITA maupun minyak goreng kemasan premium.
“Minyak goreng second brand itu temannya MINYAKITA dan di pasar saya lihat sudah banyak beredar. Kami meminta para produsen mulai meningkatkan produksi minyak goreng second brand. Jadi masyarakat punya banyak pilihan dalam membeli minyak goreng yang harganya murah tapi berkualitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada awalnya MINYAKITA merupakan Program Minyak Goreng Rakyat yang diluncurkan untuk mengintervensi harga melalui mekanisme Domestic Market Obligation (DMO). Seiring waktu, MINYAKITA menjadi indikator utama ketersediaan dan stabilisasi harga minyak goreng di pasar.

Namun, Budi menilai persepsi publik kerap terfokus pada ketersediaan dan harga MINYAKITA semata. Padahal, masih terdapat berbagai merek lain yang tersedia di pasaran dengan harga kompetitif.
“Kalau misalnya MINYAKITA belum masuk, kesannya minyak goreng langka padahal masih banyak minyak goreng lain yang bisa dipilih. Pun ketika harga MINYAKITA melampaui HET, kesannya minyak goreng mahal padahal saat itu merek-merek second brand di pasar banyak,” katanya.

PT Indokarya Internusa merupakan salah satu produsen minyak goreng yang juga memproduksi MINYAKITA. Perusahaan tersebut memproduksi sekitar 72 ribu liter per hari atau setara 6 ribu dus sebagai bagian dari kewajiban DMO untuk memperoleh hak ekspor produk turunan kelapa sawit.

Melalui mekanisme DMO, produsen diwajibkan memenuhi kebutuhan dalam negeri sebelum melakukan ekspor, terutama ketika harga crude palm oil (CPO) global mendorong peningkatan ekspor. MINYAKITA sendiri memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter dan bukan merupakan minyak goreng subsidi.

Selain MINYAKITA, PT Indokarya Internusa juga memproduksi minyak goreng second brand dengan merek M&M. Pemerintah mendorong produsen untuk memperkuat distribusi produk-produk tersebut guna menjaga keseimbangan pasokan dan membentuk psikologi pasar agar tetap stabil menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Dalam kunjungan itu, Budi didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal S. Shofwan dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang Sadruddin Hadjar. Turut hadir perwakilan Musim Mas Group dan manajemen PT Indokarya Internusa.

Berita Terkait

Deklarasi Cah Angon Capres 2029–2034: Prof. Dr. H. Tubagus Baharudin Disambut Ribuan Pendukung
Mendagri Perintahkan Dukcapil Bantu Cetak Ulang Dokumen Warga Korban Gempa NTT
Hadiri Upacara HUT RI di Istana, Chandra Damopolii Abadikan Momen Bersama Sufmi Dasco
KRI Bung Hatta Angkut Logistik untuk Korban Gempa M7,7 NTT ke Manggarai
Ribuan Warga Kalisari Tumpah Ruah Rayakan HUT Ke-81 RI di Pesta Rakyat
Mendagri Tito Dorong Pemda Data Kerusakan Sekolah dan Rumah Ibadah Pascagempa NTT
Menaker Yassierli: Pekerja Kompeten Kunci Perkuat Industrialisasi dan Kemandirian Ekonomi
APALI Hadir di Istana Merdeka, Teguhkan Semangat Kebersamaan pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Mendagri Perintahkan Dukcapil Bantu Cetak Ulang Dokumen Warga Korban Gempa NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Hadiri Upacara HUT RI di Istana, Chandra Damopolii Abadikan Momen Bersama Sufmi Dasco

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:14 WIB

KRI Bung Hatta Angkut Logistik untuk Korban Gempa M7,7 NTT ke Manggarai

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Ribuan Warga Kalisari Tumpah Ruah Rayakan HUT Ke-81 RI di Pesta Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Mendagri Tito Dorong Pemda Data Kerusakan Sekolah dan Rumah Ibadah Pascagempa NTT

Berita Terbaru