Penolakan Rumah Duka di Kalideres Memanas, Warga Desak Proyek Swarga Abadi Dihentikan

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ratusan warga RW 017 Kelurahan Kalideres menggelar aksi penolakan pembangunan rumah duka dan krematorium Swarga Abadi di Jalan Utan Jati, Jakarta Barat, Sabtu (28/2/2026).

Foto: Ratusan warga RW 017 Kelurahan Kalideres menggelar aksi penolakan pembangunan rumah duka dan krematorium Swarga Abadi di Jalan Utan Jati, Jakarta Barat, Sabtu (28/2/2026).

JAKARTA — Gelombang penolakan kembali mengguncang Kalideres. Ratusan warga RW 017 Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, turun ke jalan, Sabtu (28/2/2026), menolak keras pembangunan rumah duka dan krematorium Swarga Abadi di Jalan Utan Jati.

Aksi ini bukan yang pertama. Ini jilid kedua. Dan suaranya makin lantang.

Di tengah teriakan dan spanduk penolakan, warga menyampaikan ultimatum terbuka kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Mereka meminta proyek tersebut dihentikan permanen, bukan sekadar ditutup sementara.

“Pak Gubernur, ini rumah kami, masa depan anak-anak kami. Jika aspirasi kami tidak didengar, kami sepakat pada Pilgub tidak akan pilih bapak kembali!” kata Budi Switarno, perwakilan RW 017

Enam RW Bergerak, Tekanan Makin Meluas

Koordinator warga, Budiman Tandiono, menegaskan bahwa aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang digelar warga RW 012 dan RW 019 Pegadungan.

“Ini demonstrasi kedua. Kami akan terus kawal sampai pembangunan rumah duka Swarga Abadi dihentikan secara permanen,” tegasnya.

Menurut warga, sedikitnya enam RW terdampak langsung. Mereka menilai lokasi pembangunan berada di kawasan padat penduduk dikelilingi rumah warga di sisi depan, belakang, kiri, dan kanan.

Soroti Izin dan Dugaan Pelanggaran

Tak hanya soal lokasi, warga juga mempertanyakan legalitas proyek. Mereka mendesak audit menyeluruh terhadap izin yang diterbitkan Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata).

Budiman menyebutkan bahwa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) disebut telah keluar, namun warga meragukan kelengkapan dokumen lingkungan.

“Kalau benar PBG sudah terbit, mana AMDAL-nya? Mana UPL-nya? Ini kawasan padat penduduk. Tidak sesuai Perda. Bahkan ini dulunya fasum-fasos untuk olahraga dan ruang terbuka hijau,” ujarnya.

Warga meminta aparat penegak hukum memeriksa pihak-pihak yang menerbitkan izin. Mereka menduga ada kejanggalan dalam proses administrasi.

Ditutup Sementara, Warga Tak Puas

Sebelumnya, pemerintah kota disebut telah menutup sementara aktivitas pembangunan. Namun warga menilai itu belum cukup.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Wali Kota atas responsnya. Tapi kami minta bukan ditutup sementara harus dihentikan selamanya,” kata Budiman disambut teriakan, “Setuju!”

Tekanan Politik Menguat

Langkah warga tak berhenti di jalan. Mereka telah menyurati DPRD DKI Jakarta dan mengaku sudah diterima Fraksi PDIP, serta menunggu agenda di Komisi A.

Tak hanya itu, warga juga memberi sinyal tegas: sikap politik pada pemilihan mendatang bisa berubah jika aspirasi diabaikan.

Aksi pun ditutup dengan pekikan lantang:

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

Gelombang penolakan di Kalideres kini memasuki babak baru. Pertanyaannya, apakah pemerintah akan menghentikan proyek ini secara permanen, atau justru konflik sosial kian membesar?***

Berita Terkait

Bareskrim Polri Sikat Sindikat Phishing Kelas Dunia, Uang Haram Capai Rp25 Miliar
Ditjenpas Selidiki Napi Rutan Kendari Mampir ke Tempat Makan Usai Sidang PK
Menteri Imipas Buka WCPP 2026 di Bali, Tekankan Keadilan Restoratif untuk Sistem Pemasyarakatan Global
WCPP 2026 di Bali Dorong Transformasi Sistem Pemasyarakatan Global Berbasis Pemulihan
UPRS Turun Tangan, Penghuni Rusun Pesakih Terancam Ditertibkan: Satpol PP Disiagakan
Pengungkapan Pabrik Zenith Raksasa, Polisi Bongkar Jaringan Terorganisir di Semarang 
Operasi Wirawaspada Digelar Serentak, 346 WNA Terjaring Pengawasan Imigrasi
BTS Diduga Ilegal di Kemayoran Disegel, Korban Jiwa Picu Investigasi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 02:59 WIB

Bareskrim Polri Sikat Sindikat Phishing Kelas Dunia, Uang Haram Capai Rp25 Miliar

Rabu, 15 April 2026 - 15:42 WIB

Menteri Imipas Buka WCPP 2026 di Bali, Tekankan Keadilan Restoratif untuk Sistem Pemasyarakatan Global

Rabu, 15 April 2026 - 15:35 WIB

WCPP 2026 di Bali Dorong Transformasi Sistem Pemasyarakatan Global Berbasis Pemulihan

Rabu, 15 April 2026 - 07:27 WIB

UPRS Turun Tangan, Penghuni Rusun Pesakih Terancam Ditertibkan: Satpol PP Disiagakan

Selasa, 14 April 2026 - 14:43 WIB

Pengungkapan Pabrik Zenith Raksasa, Polisi Bongkar Jaringan Terorganisir di Semarang 

Berita Terbaru