Wuhan — Sebanyak 17 perusahaan Indonesia ambil bagian dalam ajang China Food Trade Fair 2026 yang digelar pada 28–31 Maret 2026 di Wuhan International Expo Center, Tiongkok. Partisipasi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong ekspansi produk pangan nasional ke pasar global.
Keikutsertaan Indonesia merupakan hasil sinergi antara Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Usaha Kecil dan Menengah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta Asian Trade Tourism and Economics Council.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan pameran ini menjadi momentum untuk mempromosikan produk unggulan Indonesia, khususnya sektor perikanan dan buah tropis, ke pasar Tiongkok.
Pameran ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kekayaan sektor perikanan dan buah tropis Indonesia ke pasar global, khususnya Tiongkok,” ujarnya.
Indonesia hadir melalui Paviliun seluas 90 meter persegi yang menampilkan beragam produk, mulai dari buah tropis, rempah-rempah, porang, kopi, hingga produk kelautan seperti boga bahari dan karagenan. Selain itu, produk herbal, sarang burung walet, makanan olahan, hingga jasa perbankan juga turut diperkenalkan kepada pasar internasional.
Atase Perdagangan RI di Beijing, Junita Syartika, menilai Wuhan memiliki peran strategis sebagai hub logistik di wilayah Tiongkok Tengah. Menurutnya, penetrasi pasar di wilayah ini dapat membuka akses lebih luas bagi produk Indonesia ke berbagai daerah di Tiongkok.
Hadirnya produk Indonesia di Wuhan menjadi momentum untuk menunjukkan kualitas kepada para buyer potensial,” kata Junita.
Berdasarkan data Kemendag, ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok pada 2025 mencapai USD 67,04 miliar. Sementara itu, ekspor sektor pangan olahan tercatat sebesar USD 386,48 juta, dengan produk unggulan seperti biskuit, wafer, pasta, dan agar-agar buah.
Selain pameran, Indonesia juga akan menggelar dua forum bisnis untuk memperkuat jejaring perdagangan, yakni Indonesia-China Food & Ecosystem (ICFE) Forum 2026 di Wuhan serta Indonesia-China SME, Trade and Investment Forum di Beijing.
Forum tersebut akan mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara guna membahas peluang perdagangan, penguatan rantai pasok, serta pengembangan ekosistem industri, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Puntodewi optimistis rangkaian kegiatan ini akan memperkuat hubungan dagang bilateral sekaligus membuka peluang lebih luas bagi produk Indonesia untuk bersaing di pasar global.




































