Koalisi Perempuan Anti Pelecehan (KPAP) Desak Aparat Tangkap dan Adili FA Tersangka Pelecehan Terhadap R

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah Massa yang menamakan Koalisii Perempuan Anti Pelecehan (KPAP) mendatangi POLDA Metro Jaya, KPAI dan KAJATI Jakarta mendesak agar FA Tersangka kasus Pelecehan terhadap bekas anak buahnya R tahun 2022 segera diproses hukum dan ditangkap.

Sejumlah Massa yang menamakan Koalisii Perempuan Anti Pelecehan (KPAP) mendatangi POLDA Metro Jaya, KPAI dan KAJATI Jakarta mendesak agar FA Tersangka kasus Pelecehan terhadap bekas anak buahnya R tahun 2022 segera diproses hukum dan ditangkap.

Jakarta – Sejumlah Massa yang menamakan Koalisii Perempuan Anti Pelecehan (KPAP) mendatangi POLDA Metro Jaya, KPAI dan KAJATI Jakarta mendesak agar FA Tersangka kasus Pelecehan terhadap bekas anak buahnya R tahun 2022 segera diproses hukum dan ditangkap.

“Kasus ini sudah Setahun dilaporkan ke Polda Metro Jaya, tapi sampai saat ini Pelaku yang sudah ditetapkan Tersangka masih belum juga di tangkap”ujar Jasmin Kordinator Aksi di Jakarta, Selasa 1/4/2026

“Bahkan kasus ini belum juga di sidangkan, makanya kita takutkan ada upaya menghilangkan alat bukti dan atau upaya intimidasi terhadap korban R jika Pelaku masih berada diluar tahanan” ujar Aktifis Perempuan ini lagi.

“Makanya sebagai soliditas kami sesama kaum perempuan, kami hari ini mendesak POLDA, KEJATI dan KPAI segera menindak lanjuti laporan tsb agar dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku dan juga sebagai Pelajaran bagi Masyarakat” ujarnya

Selain melakukan aksi, KPAP juga melayangkan surat resmi ke 3 Instansi hukum tersebut dan juga akan menyampaikan surat resmi ke Komisi Hukum DPR RI agar case ini segera di tuntaskan.

Berita Terkait

Pemerintah Antisipasi Dampak Konflik Global, 795 WNA Dapat Izin Tinggal Darurat
Wartawan Diintimidasi Saat Liputan PPPSRS The Elements, Proses Musyawarah Disorot Tak Transparan
Pembunuhan Cucu Mpok Nori: Deolipa Tegaskan Deportasi Fuad Hanya Ilusi, Hukum Indonesia Tak Bisa Dihindari
Dugaan Kriminalisasi Menguat di PK Ike Kusumawati, Respons Jaksa Dinilai Normatif
HEADLINE: FOPHI Hadiri “Seruan Aksi Simbolis 11 Tahun Kasus Akseyna”, Desak Pembukaan Kembali Penyelidikan Secara Ilmiah dan Transparan
Kinerja Imigrasi 2025 Moncer, PNBP Tembus Rp10,4 Triliun di Era Yuldi Yusman
Saksi Kunci Hilang dari Persidangan, Integritas Pembuktian Kasus Rangkong Dipertaruhkan
Sertifikat KI Dibagikan di Klungkung, Pemerintah Dorong Perlindungan Budaya dan Ekonomi Kreatif Bali
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 15:16 WIB

Pemerintah Antisipasi Dampak Konflik Global, 795 WNA Dapat Izin Tinggal Darurat

Sabtu, 4 April 2026 - 23:34 WIB

Wartawan Diintimidasi Saat Liputan PPPSRS The Elements, Proses Musyawarah Disorot Tak Transparan

Jumat, 3 April 2026 - 14:39 WIB

Pembunuhan Cucu Mpok Nori: Deolipa Tegaskan Deportasi Fuad Hanya Ilusi, Hukum Indonesia Tak Bisa Dihindari

Jumat, 3 April 2026 - 10:18 WIB

Dugaan Kriminalisasi Menguat di PK Ike Kusumawati, Respons Jaksa Dinilai Normatif

Kamis, 2 April 2026 - 22:24 WIB

HEADLINE: FOPHI Hadiri “Seruan Aksi Simbolis 11 Tahun Kasus Akseyna”, Desak Pembukaan Kembali Penyelidikan Secara Ilmiah dan Transparan

Berita Terbaru