JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, turun langsung meninjau pengungsian korban kebakaran di kawasan Jiung, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk respons cepat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin, Iqbal Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Bayu Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, serta jajaran Pemerintah Kota Jakarta Pusat, Kepala BAZNAS DKI Jakarta, Rano Karno meninjau langsung kondisi pengungsian sekaligus mengecek pelayanan yang diberikan kepada para korban.
Di tengah para pengungsi, Rano menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan membiarkan warga menghadapi musibah ini sendirian. Seluruh perangkat daerah, kata dia, telah dikerahkan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi, mulai dari tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, makanan, hingga dukungan psikososial bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Berdasarkan data sementara, kebakaran tersebut berdampak pada 345 kepala keluarga (KK) atau 679 jiwa, terdiri atas 326 laki-laki dan 353 perempuan. Dari jumlah tersebut terdapat 35 lanjut usia (lansia), 90 balita, 53 anak usia sekolah dasar, 60 anak usia sekolah menengah pertama, 22 remaja usia sekolah menengah kejuruan, serta 414 warga dewasa, termasuk ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus.
Besarnya jumlah warga terdampak membuat pemerintah bergerak cepat dengan mendirikan posko pengungsian yang dilengkapi layanan kesehatan, dapur umum, distribusi logistik, hingga pendampingan psikososial.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan para korban tetap mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang layak selama berada di lokasi pengungsian.
Tidak hanya meninjau fasilitas yang tersedia, Rano Karno juga berdialog langsung dengan warga untuk mendengar berbagai kebutuhan dan kendala yang mereka alami pascakebakaran. Masukan dari masyarakat, menurutnya, menjadi dasar penting dalam menentukan langkah penanganan dan pemulihan yang lebih efektif.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan pelayanan terbaik dan merasa aman. Pemerintah akan terus hadir sampai proses pemulihan berjalan dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin memastikan koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna mempercepat distribusi bantuan dan menjaga kenyamanan para pengungsi. Berbagai kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, kebutuhan bayi, selimut, matras, serta perlengkapan pokok lainnya telah disalurkan kepada warga terdampak.
Arifin juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. Menurutnya, kesadaran bersama dalam menjaga keamanan lingkungan menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya musibah serupa.
Musibah kebakaran yang melanda kawasan Jiung tidak hanya menyisakan kerugian materiil, tetapi juga menjadi ujian bagi ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal. Namun di tengah situasi sulit tersebut, kehadiran pemerintah dan berbagai pihak diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat terdampak, “tutup Wali Kota Jakarta Pusat.
Reporter: Eddy Wijaya




































