JAKARTA – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Wartawan senior yang juga Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat, H. Diapari Sibatangkayu, meninggal dunia pada Sabtu (4/7/2026) pukul 10.40 WIB di Rumah Sakit Polri, Jakarta.
Kepergian almarhum pada usia 63 tahun meninggalkan duka mendalam bagi insan pers nasional. Lahir di Padang Sidempuan pada 8 Mei 1963, Diapari dikenal sebagai sosok yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk memperkuat profesionalisme, menjaga etika jurnalistik, serta membangun organisasi wartawan di berbagai tingkatan.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Raya Condet 66 Awi Nomor 28, RT 015/RW 003, Jakarta Timur. Sejak kabar wafatnya beredar, ucapan belasungkawa mengalir dari pengurus PWI daerah hingga tokoh-tokoh pers di berbagai wilayah Indonesia.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyatakan kepergian Diapari merupakan kehilangan besar bagi organisasi. Menurutnya, almarhum adalah figur yang selama ini dikenal memiliki dedikasi tinggi, loyal terhadap organisasi, serta teguh memegang integritas dalam menjalankan profesinya sebagai wartawan.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. PWI sangat kehilangan. Almarhum adalah sosok wartawan senior yang dedikasi, loyalitas, dan integritasnya tinggi. Kontribusinya di Dewan Kehormatan Pusat menjadi pilar penting organisasi,” ujar Munir.
Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal PWI Pusat, M. Selamet Susanto. Ia mengenang Diapari sebagai pribadi yang hangat sekaligus aktif mengawal berbagai agenda strategis organisasi, termasuk dalam proses verifikasi dan penjaringan internal menjelang Kongres PWI.
Menurut Selamet, sejak Sabtu pagi grup komunikasi internal PWI dipenuhi ratusan pesan belasungkawa dari pengurus maupun anggota PWI di seluruh Indonesia sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum.
Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Atal S. Depari, menilai Diapari merupakan sosok yang konsisten menjaga marwah profesi wartawan. Pengalaman panjangnya dalam menegakkan kode etik jurnalistik menjadi warisan penting bagi organisasi.
Sebelum bergabung di Dewan Kehormatan PWI Pusat, Diapari pernah memimpin Dewan Kehormatan PWI Jaya periode 2019–2024. Kiprahnya dinilai memberi fondasi kuat dalam penegakan disiplin organisasi dan etika profesi.
Bagi kalangan wartawan, Diapari bukan hanya dikenal sebagai jurnalis senior, tetapi juga pembimbing yang kerap memberikan teladan mengenai pentingnya independensi, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas jurnalistik.
PWI Pusat mengajak seluruh anggota, keluarga besar organisasi, serta komunitas pers di Tanah Air untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.




































