TAJUKREPORTASE – COM – NAGEKEO — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menugaskan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) untuk membantu warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen kependudukan.
Bantuan tersebut ditujukan untuk mempercepat penerbitan kembali berbagai dokumen penting, seperti KTP elektronik (KTP-el), akta kelahiran, dan Kartu Keluarga (KK).
“Saya akan segera perintahkan kepada Dirjen Dukcapil yang menangani urusan data kependudukan ini untuk koordinasi dengan Dukcapil kabupaten dan provinsi,” kata Tito usai mengunjungi posko pengungsian Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Kamis (20/8/2026).
Tito mengatakan pelayanan tidak hanya dilakukan dari kantor Dukcapil. Tim Dukcapil akan diterjunkan langsung ke lokasi terdampak untuk membantu masyarakat mengurus dokumen yang hilang atau rusak akibat gempa.
Menurutnya, proses penerbitan kembali dokumen kependudukan relatif mudah karena data penduduk telah tersimpan secara digital di server Dukcapil Kemendagri.
Terlebih, Ditjen Dukcapil kini telah menerapkan teknologi pengenalan wajah atau face recognition yang dapat mendukung proses identifikasi dan pencetakan ulang dokumen kependudukan.
“[Pencetakan ulang] itu sangat mudah sekali dilakukan. Kenapa? Karena semua data yang ada, 290 juta [penduduk] Indonesia, hampir 98 persen datanya ada di server Kementerian Dalam Negeri, Dukcapil Kemendagri,” ujarnya.
Dokumen Pertanahan hingga Kendaraan
Selain dokumen kependudukan, Tito mengatakan pemerintah juga akan membantu warga yang kehilangan dokumen penting lainnya akibat gempa.
Ia akan berkoordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk penerbitan kembali surat tanah maupun dokumen pertanahan yang hilang atau rusak.
Tito juga berencana berkoordinasi dengan Kepolisian untuk membantu penerbitan kembali dokumen kendaraan dan surat izin berkendara, termasuk Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Informasinya akan saya sampaikan kepada Menteri ATR/BPN dan juga kepada Kepolisian. Karena apa, waktu seperti di Aceh, di Sumatera Utara, [Sumatera] Barat, kita semua tiga ini turun. Ini dokumen-dokumen penting,” jelasnya.
Tito menegaskan penerbitan kembali dokumen-dokumen penting bagi masyarakat terdampak gempa akan dilakukan secara gratis.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana.
“Orang lagi susah jangan dibikin susah lagi, kita bantu. Dan juga dari saya akan sampaikan juga kepada Bapak Kapolri,” tuturnya.




































