JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mulai memperkuat dialog lintas agama melalui kegiatan Safari Kerukunan. Gereja Katolik Santo Paskalis di Kelurahan Cempaka Putih Barat, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, menjadi lokasi perdana kegiatan tersebut, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mempererat hubungan antarkomunitas agama sekaligus membangun kesadaran bahwa keberagaman merupakan kekuatan dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat.
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mengatakan, Safari Kerukunan bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang dialog untuk membangun komunikasi dan memperkuat kepercayaan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
Menurut Arifin, kerukunan tidak cukup diukur dari ketiadaan konflik. Lebih dari itu, keharmonisan harus dibangun melalui kesediaan setiap pihak untuk saling mendengarkan, menghormati perbedaan, dan menyelesaikan persoalan melalui dialog.
“Kerukunan yang kuat tidak lahir hanya dari ketiadaan konflik, tetapi tumbuh dari kesediaan kita untuk mendengarkan, menghargai perbedaan, menyelesaikan persoalan melalui dialog, dan mengutamakan kepentingan bersama,” ujar Arifin dalam sambutannya.
Arifin menegaskan, Jakarta Pusat harus menjadi wilayah yang mampu memberikan ruang aman bagi seluruh warga untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Prinsip saling menghormati, kata dia, perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan berhenti sebagai slogan.
Arifin juga mengajak masyarakat menjadikan perbedaan sebagai kesempatan untuk saling memahami dan belajar. Dengan demikian, keberagaman tidak menjadi pemisah, tetapi justru memperkuat persaudaraan di tengah kehidupan perkotaan yang majemuk.
“Mari kita jadikan keberagaman sebagai kekuatan, perbedaan sebagai ruang untuk saling belajar, dan persaudaraan sebagai landasan untuk membangun Jakarta Pusat yang semakin harmonis, inklusif, dan sejahtera,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Arifin menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Gereja Katolik Santo Paskalis yang telah membuka ruang bagi terselenggaranya kegiatan Safari Kerukunan. Ia berharap, pertemuan tersebut dapat mempererat hubungan antarkomunitas sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kedamaian dan persatuan bangsa.
Pemkot Jakarta Pusat berharap, Safari Kerukunan FKUB 2026 tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Program tersebut diharapkan melahirkan kerja sama konkret, memperluas komunikasi lintas agama, serta mendorong kegiatan sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Melalui pendekatan dialog dan kolaborasi, upaya menjaga kerukunan di Jakarta Pusat diharapkan semakin kuat sehingga kehidupan masyarakat dapat berlangsung aman, damai, dan kondusif di tengah keberagaman.
(Helmi AR)




































