Home / PWI

Sinergi KI DKI dan PWI Jaya, Media Didorong Jadi Penopang Demokrasi

- Jurnalis

Kamis, 21 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KI DKI Jakarta Gandeng PWI Jaya, Perkuat Demokrasi Lewat Anugerah Jurnalistik MH Thamrin

KI DKI Jakarta Gandeng PWI Jaya, Perkuat Demokrasi Lewat Anugerah Jurnalistik MH Thamrin

JAKARTA — Ketua Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta, Harry Ara Hutabarat, menegaskan pentingnya sinergi antara KI dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam memperkuat demokrasi.

Hal itu disampaikannya pada Podcast KI DKI Jakarta menghadirkan Ketua PWI Jaya, yang digelar di Gedung Graha Mental Spiritual, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2025).

“Media adalah pilar pertama demokrasi. Jika media tidak ada, jika jurnalis tidak hadir, maka demokrasi seperti apa yang bisa berjalan? KI tidak bisa bergerak sendiri, karena PWI adalah ruh demokrasi yang paling tinggi,” ujar Harry.

Menurut Harry, output Komisi Informasi secara teknis berkaitan dengan penyelesaian sengketa informasi. Namun, peran media menjadi kunci penting dalam mencerahkan publik dan mengawal kepentingan masyarakat.

“Musuh demokrasi bukan negara lain, melainkan ketika kepentingan publik yang tidak dikawal. Karena itu, diperlukan media yang kuat. Sinergi ini bukan hanya dengan pimpinan PWI, tetapi juga jurnalis hingga lapangan. Mereka yang menjadi garda depan check and balance dalam demokrasi,” katanya.

Harry menambahkan, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) belum sepenuhnya dipahami hingga level jurnalis di lapangan. Padahal, undang-undang ini bukan hanya untuk Komisi Informasi, melainkan harus dimanfaatkan publik secara luas.

“KI hanya memastikan sebagai hilirnya, sebagai majelis komisioner. Nafas demokrasi adalah keterbukaan informasi. UU ini harus dimanfaatkan, karena saat ini masih sangat minim yang menggunakan mekanisme KIP, hanya segelintir saja,” jelasnya.

Harry menegaskan, melalui Anugerah Jurnalistik MH Thamrin, KI DKI Jakarta mendukung penuh peran media sebagai pilar demokrasi.

“Podcast ini menjadi gema pilar demokrasi. Media harus berdiri kokoh dan teguh, karena publik Jakarta berharap banyak. Dengan energi baru, media dapat terus mendukung kepentingan publik sebagai feedback bagi pembangunan. KI hadir sebagai pemantik (warming up) agar keterbukaan informasi semakin kuat,” tutupnya.

Senada, Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menyebut media harus tetap hidup di tengah disrupsi dan era post-truth.

“Media tidak boleh mati. Justru saat terjadi disrupsi dan banjir informasi di media sosial, pers hadir sebagai penyeimbang sekaligus penenang masyarakat,” ujarnya.

Kesit menambahkan, meski industri media menghadapi keterbatasan, termasuk pengurangan awak redaksi, pers tetap menjadi penopang informasi yang akurat. Ia juga menyinggung Anugerah Jurnalistik MH Thamrin ke-51 yang akan digelar 29 Agustus 2025 di Auditorium RRI Jakarta.

“Anugerah ini menjadi wadah insan media untuk berkarya sekaligus menggali dinamika Jakarta. Tahun ini ada tujuh kategori lomba, karya bertema KIP ke depan perlu diperkuat, dengan peningkatan kolaborasi dan sinergi,” jelasnya.

Meski PWI menghadapi tantangan internal, bersamaan dengan agenda kongres pusat, PWI Jaya tetap mandiri menyelenggarakan kegiatan dengan dukungan para mitra.

“Kepercayaan mitra masih tinggi. Ini bentuk penghargaan PWI Jaya untuk rekan-rekan media,” tuturnya.

Kesit berharap kedepan mengambil momentum ulang tahun Jakarta sekaligus ajang penghargaan jurnalistik dapat meningkatkan literasi media masyarakat tentang keterbukaan informasi publik.

“Kami yakin dengan sosialisasi KI yang tepat, bisa menjadi sarana mendekatkan diri dengan publik, bahkan diperkuat dengan MoU ke depan,” harapnya.

Berita Terkait

Pererat Kemitraan Pers dan Pemerintah, Pokja PWI Wali Kota Jakarta Timur Sambangi Camat Pasar Rebo
Jumar dan Perjalanan 25 Tahun di Radio Sonora: Tentang Dedikasi, Integritas, dan Independensi
Buku Autobiografi Jumar Sudiyana, Mantan Operator Telepon yang Menjadi Wartawan Istana
Camat Matraman Sambut Pokja PWI Wali Kota Jaktim, Kolaborasi Media dan Pemerintah Diperkuat
OKK PWI Jaya Diikuti 29 Peserta, Kesit Budi Handoyo Tekankan Kemampuan Menulis Wartawan
Komisi Pendataan Dewan Pers Terima Kunjungan PWI Murung Raya
Gedung Sekolah Makin Modern, Arifin Minta Siswa SDN Petojo Utara 01 Jaga Fasilitas
UKW Jadi Gerbang Keanggotaan, PWI Jaya Siapkan OKK Angkatan ke-25
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:08 WIB

Pererat Kemitraan Pers dan Pemerintah, Pokja PWI Wali Kota Jakarta Timur Sambangi Camat Pasar Rebo

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:37 WIB

Jumar dan Perjalanan 25 Tahun di Radio Sonora: Tentang Dedikasi, Integritas, dan Independensi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:10 WIB

Buku Autobiografi Jumar Sudiyana, Mantan Operator Telepon yang Menjadi Wartawan Istana

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Camat Matraman Sambut Pokja PWI Wali Kota Jaktim, Kolaborasi Media dan Pemerintah Diperkuat

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:21 WIB

OKK PWI Jaya Diikuti 29 Peserta, Kesit Budi Handoyo Tekankan Kemampuan Menulis Wartawan

Berita Terbaru