Daun Sawit Disulap Jadi Pewarna Tekstil, Indonesia Pimpin Inovasi Global

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Para peserta dan model tampil bersama dalam sesi penutupan fashion show pada gelaran Karpas Dyealogue 2025.

Foto: Para peserta dan model tampil bersama dalam sesi penutupan fashion show pada gelaran Karpas Dyealogue 2025.

Jakarta — Indonesia resmi menorehkan tonggak penting dalam industri tekstil global. Inovasi pewarna alami dari daun kelapa sawit, yang selama ini dianggap limbah, kini diakui sebagai terobosan masa depan. Deklarasi ini disampaikan dalam Karpas Dyealogue 2025, forum kreatif yang digagas Karpas Ethnique di Hotel Ashley, Menteng, Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

Forum dibuka dengan kalimat yang menggetarkan ruangan:

“Bumi tidak pernah menciptakan sesuatu yang sia-sia. Manusialah yang lupa menghargainya.”

Sejak itu, atmosfer diskusi berubah menjadi momen deklaratif bagi masa depan tekstil Indonesia.

Dialog yang Mengubah Arah Industri

Acara ini mempertemukan berbagai tokoh lintas bidang — dari praktisi tekstil, pengamat budaya, peneliti fashion berkelanjutan, hingga penggerak UMKM perempuan.

Mereka di antaranya:

Lista Damayanti — Praktisi tekstil dan pemerhati warisan budaya

Asmara Puspa Maharani — Konsultan sustainability dan pelestari kearifan lokal

Lea — Pengamat fashion hijau dan peneliti slow fashion

Sri Ulandari — Tokoh UMKM tekstil dan pemberdaya ekonomi perempuan

Kehadiran mereka mengubah forum menjadi ruang dialog yang menantang norma industri, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai motor inovasi material hijau.

Peluncuran Warna dari Daun Sawit: Terobosan yang Menggemparkan

Sorotan utama acara jatuh pada peluncuran Earth Tone Series, varian warna premium yang diekstraksi dari daun sawit — material yang selama ini tidak memiliki nilai ekonomi.

Riset yang dipaparkan tim Karpas Ethnique menunjukkan bahwa warna dari daun sawit:

✔ stabil pada berbagai jenis serat (katun, tencel, sutra, rayon, organdy)

✔ ramah lingkungan dan minim limbah

✔ memiliki estetika premium untuk industri mode modern maupun heritage fashion

Terobosan ini langsung mendapat perhatian publik dan pelaku industri. Penggunaan limbah daun sawit sebagai pewarna alami dinilai mampu membuka peluang ekonomi hijau bernilai besar.

Indigo Shibori: Tradisi yang Tetap Menjadi Nafas Karya.

Pameran Indigo Shibori menjadi titik emosional dalam acara. Karya-karya tersebut menegaskan bahwa warisan budaya tetap menjadi pilar dalam inovasi tekstil Indonesia.

Tidak ada pola yang sama. Tidak ada pengulangan.

Setiap lembar kain memuat cerita, kesabaran, dan meditasi.

Eka, Product Specialist Karpas Ethnique, menggambarkannya dengan jujur:

“Saya seperti melihat kain bernapas. Ini bukan produk pabrik — ini karya jiwa.”

Ratih Wahyu Saputri: Visi, Bumi, dan Identitas Baru Indonesia

Dalam pidato yang penuh filosofi, pendiri sekaligus Creative Director Karpas Ethnique, Ratih Wahyu Saputri, menjelaskan makna dari perjalanan yang mereka bangun:

“Karpas berarti kapas — awal dari pakaian. Kami lahir dari prinsip bahwa apa yang berasal dari bumi akan kembali menyembuhkan manusia.”

Ratih menegaskan bahwa warna dari daun sawit bukan sekadar inovasi, tetapi identitas baru bagi Indonesia.

Ratih membantah anggapan bahwa pemilihan daun sawit hanya mengikuti arus tren.

Menurutnya, ini adalah misi:

“Jika sesuatu dianggap limbah, itu bukan karena nilainya hilang, tetapi karena manusia belum menemukan kembali fungsinya.”

Dalam sesi talk show, Ratih menggambarkan perjalanan Karpas Ethnique sebagai proses metamorfosis:

dari serat kapas → menjadi benang → menjadi kain → menjadi karya berjiwa.

“Kami tidak mengejar kesempurnaan mesin. Kami merayakan proses alami yang unik, jujur, dan apa adanya.”

Para Penggerak di Balik Inovasi

Acara ini juga memperkenalkan tim Karpas Ethnique yang bekerja bersama para artisan di berbagai daerah.

Mereka berpegang pada nilai:

✨ Knowledge

✨ Accountability

✨ Respect

✨ Performance

✨ Agility

✨ Sustainability

Tim tersebut meliputi:

Ratih — Creative Director

Eka — Product Specialist & Quality Research

Divisi Riset Pewarna Alam

Tim produksi, dokumentasi, dan komunitas artisan

Kerja kolaboratif ini melahirkan inovasi yang mendorong Indonesia berada di garis depan industri fashion berkelanjutan.

Indonesia Menjadi Pemimpin, Bukan Pengikut

Dengan temuan warna alami dari daun sawit, Indonesia kini menatap panggung internasional dengan kepercayaan diri baru.

Bahan yang dulu dianggap tak bernilai kini menjadi peluang ekonomi hijau bernilai miliaran dolar.

Dunia industri mulai melirik.

Pesannya tegas:

“Indonesia tidak mengikuti perubahan. Indonesia memimpin perubahan.”

Karpas Dyealogue 2025 ditutup dengan fashion show yang menampilkan karya-karya berbahan pewarna alam, memperlihatkan bagaimana inovasi, budaya, dan keberlanjutan dapat berjalan seiring.

Perubahan besar dalam dunia tekstil berkelanjutan itu kini resmi dimulai dari Jakarta. *****

Berita Terkait

RRI Bentuk Satgas Jurnalisme Berkualitas Hadapi Disrupsi dan Disinformasi
Dari Upah Rp5.000 hingga Songket Rp20 Juta, Eridal Bawa Dal Songket Menembus Pasar Premium
Maman Abdurrahman, Menteri UMKM, UMKM, kewirausahaan, pengusaha muda, mahasiswa, Universitas Sumatera Utara, USU, Medan, Sumatera Utara, lapangan kerja
Mendag Soroti Harga Ayam, Minta Tetap Beri Insentif Peternak
Karnaval Malam Merdeka Meriah, 1.200 UMKM Sajikan Kuliner Gratis untuk Rakyat
Kementerian UMKM Perkuat Standar Pelayanan Publik, Pastikan Layanan Lebih Pasti dan Mudah Diakses
Tinjau PPLI, Menteri LH Tekankan Pengelolaan Limbah B3 Harus Terlacak dari Hulu ke Hilir
Batman Cafe Hadirkan Hiburan Musik dan Kepedulian Sosial untuk Warga
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

RRI Bentuk Satgas Jurnalisme Berkualitas Hadapi Disrupsi dan Disinformasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Dari Upah Rp5.000 hingga Songket Rp20 Juta, Eridal Bawa Dal Songket Menembus Pasar Premium

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Maman Abdurrahman, Menteri UMKM, UMKM, kewirausahaan, pengusaha muda, mahasiswa, Universitas Sumatera Utara, USU, Medan, Sumatera Utara, lapangan kerja

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Mendag Soroti Harga Ayam, Minta Tetap Beri Insentif Peternak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:24 WIB

Karnaval Malam Merdeka Meriah, 1.200 UMKM Sajikan Kuliner Gratis untuk Rakyat

Berita Terbaru

Petugas Imigrasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mengamankan seorang warga negara (WN) Australia berinisial BA yang diduga berkaitan dengan video aksi asusila yang viral di media sosial. BA diamankan saat hendak meninggalkan Indonesia pada Kamis (27/8) sekitar pukul 12.00 WITA.

Hukum & Kriminal

Imigrasi Amankan WN Australia Terkait Video Dugaan Aksi Asusila di Bali

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:19 WIB

Foto: Dua pria yang diduga terlibat dalam aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) diamankan Tim Tiger Unit Reskrim Polsek Tambora, Jakarta Barat.

TNI & POLRI

Berbekal CCTV, Tim Tiger Tambora Ringkus Dua Pelaku Curanmor

Rabu, 26 Agu 2026 - 13:57 WIB