James Riady Tinjau Gunung Padang, Dukungan Riset Dinilai Jadi Ujian Etika Ilmiah

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pengusaha nasional James Riady (tengah) tiba di kawasan Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, menggunakan helikopter.

Foto: Pengusaha nasional James Riady (tengah) tiba di kawasan Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, menggunakan helikopter.

JAKARTA, okjakarta.com – Kunjungan pengusaha nasional James Riady ke Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, belum lama ini menyedot perhatian publik. Bukan semata karena statusnya sebagai tokoh berpengaruh, melainkan karena cara dan konteks kehadirannya di salah satu situs purbakala paling diperdebatkan di Indonesia.

James Riady diketahui tiba di kawasan Gunung Padang menggunakan helikopter, lalu meninjau langsung area situs, termasuk lereng-lereng curam yang jarang dijangkau wisatawan. Ia tidak berhenti di teras utama, tetapi menyusuri kawasan yang masih tertutup vegetasi, serta meluangkan waktu berdiskusi dengan tim kajian yang selama ini terlibat dalam riset Gunung Padang.

Menurut peneliti Ali Akbar, yang membagikan pengalamannya melalui media sosial, James Riady menunjukkan ketertarikan mendalam. Ia mencermati puluhan dokumentasi riset, mengajukan pertanyaan kritis, dan berdialog dalam waktu cukup lama. Sikap itu dinilai berbeda dari kunjungan simbolik yang kerap dilakukan tokoh publik ke situs-situs bersejarah.

Gunung Padang sendiri selama bertahun-tahun berada di pusat perdebatan ilmiah. Sebagian peneliti meyakini situs ini menyimpan struktur berlapis yang jauh lebih tua dari peradaban yang selama ini dikenal, sementara kalangan arkeolog arus utama menekankan pentingnya kehati-hatian metodologis dan verifikasi data yang ketat.

Di tengah perdebatan tersebut, kehadiran figur seperti James Riady memunculkan harapan sekaligus kehati-hatian. Sebagai anggota Dewan Penyantun Museum dan Cagar Budaya yang diketuai Hashim Djojohadikusumo, James Riady memiliki pengaruh moral dan jejaring kebijakan, meski bukan pemegang otoritas teknis dalam riset arkeologi.

Pernyataannya yang disebut-sebut siap mendukung kajian lanjutan dan upaya pemugaran Gunung Padang dipandang sebagai peluang untuk mendorong riset multidisipliner yang lebih serius dan berkelanjutan. Namun, sejumlah kalangan mengingatkan bahwa dukungan tokoh berpengaruh harus tetap berada dalam koridor etika ilmiah, tanpa tekanan hasil atau narasi yang tergesa-gesa.

Gunung Padang kerap diposisikan dalam dua kutub ekstrem: antara klaim besar yang ingin segera mendapat pengakuan global dan sikap akademik yang cenderung konservatif. Di antara keduanya, isu etika pengelolaan warisan budaya kerap luput dari perhatian.

Praktisi budaya Dar Edi Yoga menyebut Gunung Padang bukan sekadar situs fisik, melainkan ruang peradaban yang menuntut sikap batin tertentu. Ia menyebut, tidak semua orang “dipanggil” ke Gunung Padang—sebuah metafora tentang kesiapan kesadaran dan tanggung jawab dalam menyikapi warisan masa lalu.

Pandangan itu menegaskan bahwa situs purbakala tidak bisa diperlakukan semata sebagai objek wisata, komoditas ekonomi, atau arena adu klaim intelektual. Ia adalah amanah sejarah yang menuntut kesabaran, kerendahan hati, serta dialog lintas disiplin—arkeologi, geologi, antropologi, hingga kearifan lokal.

Pada akhirnya, Gunung Padang menjadi cermin cara bangsa ini memperlakukan warisan peradabannya sendiri. Apakah masa lalu didekati dengan ambisi untuk menaklukkannya, atau dengan kesadaran bahwa pengetahuan manusia selalu memiliki batas.

Kunjungan James Riady, terlepas dari tafsir yang menyertainya, membuka kembali satu pertanyaan mendasar: sejauh mana Indonesia siap mengelola misteri sejarahnya dengan tanggung jawab, tanpa terjebak pada sensasi, tetapi juga tanpa menutup diri dari kemungkinan-kemungkinan baru yang ditawarkan ilmu pengetahuan.

 

Penulis Matyadi

Berita Terkait

Semarak Lomba Karaoke HUT ke-81 RI, Warga RW 015 Bidara Cina Rayakan Kemerdekaan dengan Nada dan Lagu
Polda Metro Jaya Siagakan 9.242 Personel Amankan 47 Kegiatan di Jakarta, Aspirasi Publik Dikawal Tetap Tertib
Merdekaria 2026 di Ancol: Gratis Tiket Masuk pada 17 Agustus, Hadirkan Perayaan Kemerdekaan untuk Semua Kalangan
Wakil Ketua DPR RI Dukung Gerakan Nasional Stop Bullying, Film Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu
Festival UMKM dan Lomba Melukis Polda Metro Jaya Meriahkan HUT ke-81 RI
Usai Shalat Subuh, Jamaah Musholla Nurul Ihsan Bidara Cina Gelar Maulid dan Pengajian Simthudurror
Jakarta Anti Culun Hadirkan Panggung Inklusif, Sehat dan Bebas Narkoba Lewat Balik Nge Gigs
Pedagang Tegaskan Dukung Revitalisasi Pasar Taman Puring, Harapkan Pemprov DKI Segera Realisasikan Pembangunan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:28 WIB

Semarak Lomba Karaoke HUT ke-81 RI, Warga RW 015 Bidara Cina Rayakan Kemerdekaan dengan Nada dan Lagu

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 9.242 Personel Amankan 47 Kegiatan di Jakarta, Aspirasi Publik Dikawal Tetap Tertib

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Merdekaria 2026 di Ancol: Gratis Tiket Masuk pada 17 Agustus, Hadirkan Perayaan Kemerdekaan untuk Semua Kalangan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Wakil Ketua DPR RI Dukung Gerakan Nasional Stop Bullying, Film Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Festival UMKM dan Lomba Melukis Polda Metro Jaya Meriahkan HUT ke-81 RI

Berita Terbaru

Foto: Seorang anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) menyampaikan pesan dalam kegiatan PRIMADONA yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jumat (21/8/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Pemkot Jakut Beri Tali Kasih untuk 100 Veteran, Semangat Perjuangan Terus Diwariskan

Sabtu, 22 Agu 2026 - 12:29 WIB