Jakarta — Pemerintah menegaskan komitmen menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing melalui kebijakan yang adaptif dan reformasi struktural berkelanjutan. Dengan kinerja ekonomi yang konsisten, Indonesia dinilai berada pada momentum strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi dan mengoptimalkan seluruh mesin pertumbuhan nasional.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara Indonesia Economic Outlook 2026, Minggu (14/2). Dalam pengantar pidatonya, Prabowo mengapresiasi kinerja solid Kabinet Merah Putih pada tahun pertama pemerintahan.
“Semua pencapaian yang patut kita banggakan adalah hasil kerja keras seluruh tim yang saya pimpin. Mereka sungguh-sungguh adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia,” ujar Prabowo di hadapan para duta besar negara sahabat, menteri, ekonom, akademisi, dan pelaku usaha.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan capaian kinerja ekonomi nasional yang menunjukkan ketahanan dan fundamental yang semakin kuat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy), didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen.
Menurut Airlangga, capaian tersebut mencerminkan efektivitas stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga yang terjaga, serta meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi, termasuk pada momentum hari besar keagamaan dan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Memasuki 2026, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen dengan potensi mencapai 5,6 persen. Target ini ditopang oleh penguatan seluruh mesin produksi nasional, mulai dari belanja pemerintah, investasi swasta, hingga optimalisasi peran Danantara sebagai katalis investasi strategis.
Seperti pesawat yang sempat tertunda lepas landas akibat gangguan global, kini seluruh mesin produksi kita siapkan untuk bergerak selaras. Dalam dua tahun ke depan, ekonomi Indonesia kami optimistis siap take off menuju pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” kata Airlangga.
Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 dinilai mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk memastikan arah kebijakan ekonomi tetap solid, adaptif, dan terintegrasi lintas sektor.
Pemerintah memandang fase saat ini sebagai momentum akselerasi untuk meningkatkan daya saing nasional, memperkuat iklim investasi, serta membuka lebih banyak lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat.




































