Rekam Jejak Lengkap, Laksdya Hersan Kian Difavoritkan Jadi Kasal

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: calon Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), sosok Laksamana Madya TNI Hersan menguat sebagai kandidat

Foto: calon Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), sosok Laksamana Madya TNI Hersan menguat sebagai kandidat

JAKARTA Bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) kembali menghangat. Sejumlah perwira tinggi bintang tiga masuk radar, namun satu nama dinilai semakin menguat karena memiliki paket lengkap: pengalaman tempur, komando armada, hingga penugasan strategis di lingkar pengambil kebijakan nasional.

Nama tersebut adalah Laksamana Madya TNI Hersan, yang saat ini menjabat sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) TNI.

Pemerhati militer Dar Edi Yoga menilai, Hersan termasuk figur yang memenuhi kebutuhan TNI AL di era ancaman modern, bukan hanya menghadapi tantangan pertahanan laut, tetapi juga mengelola organisasi besar, diplomasi pertahanan, serta integrasi kekuatan gabungan lintas matra.

“Kalau bicara calon Kasal yang punya kombinasi komando lapangan, pengalaman strategis, dan jejaring koordinasi nasional, nama Hersan termasuk yang paling siap,” kata Dar Edi Yoga, Senin (2/3).

Dari Komandan KRI hingga Pangkoarmada III

Salah satu kekuatan utama Hersan adalah jalur kariernya yang konsisten dari level kapal perang sampai komando wilayah operasi.

Ia pernah menjadi Komandan KRI Diponegoro-365, kemudian Komandan KRI Slamet Riyadi-352 pada 2014. Pengalaman memimpin KRI dinilai penting karena membentuk karakter perwira laut: ketegasan, disiplin, dan insting operasi.

Tidak berhenti di situ, Hersan juga menempuh lintasan karier yang luas, termasuk Ajudan Presiden RI (2014-2016), Danlanal Palembang (2016-2017), Koorsmin Kasal (2017-2019), Asrena Kaskogabwilhan II (2019-2021), Danguspurla Koarmada II (2021-2022), Staf Khusus Kasal (2022), Sesmilpres Kemsetneg RI (2022-2023), Pangkoarmada III (2023-2025), Irjen TNI (2025-sekarang)

Dar Edi menilai, fase Hersan sebagai Pangkoarmada III adalah salah satu catatan paling menentukan, mengingat wilayah tersebut merupakan kawasan strategis Indonesia timur yang bersinggungan dengan jalur lintas internasional dan dinamika geopolitik.

Punya Nilai Plus: Operasi Gabungan dan Tata Kelola

Dar Edi juga menyoroti jabatan putra asli Babel saat ini sebagai Irjen TNI. Menurutnya, posisi itu bukan sekadar pengawasan internal, melainkan ruang strategis yang membuat seorang perwira memahami standar kesiapan tempur lintas matra, sistem pengadaan dan dukungan logistik, tata kelola dan disiplin organisasi, kontrol akuntabilitas anggaran pertahanan.

“Ke depan, Kasal tidak cukup hanya jago operasi. Ia harus kuat dalam governance. Karena kekuatan laut modern itu mahal dan kompleks. Di sinilah pengalaman Hersan jadi nilai tambah,” ujar Dar Edi.

21 Bintang Tanda Jasa, Modal Moral dan Keteladanan

Selain jalur komando, Hersan juga disebut memiliki legitimasi moral di internal TNI. Ia merupakan alumni AAL 1994 dan tercatat meraih 21 bintang tanda jasa.

Menurut Dar Edi, penghargaan bukan sekadar simbol, tetapi penanda panjangnya penugasan dan konsistensi kinerja.

“Bintang tanda jasa itu akumulasi. Itu rekam pengabdian. Dan itu penting untuk kepemimpinan yang akan mengomandoi seluruh TNI AL,” katanya.

Suksesi Kasal dan Kebutuhan Pemimpin “Kelas Negara”

Dar Edi menegaskan, Kasal berikutnya harus menjadi figur “kelas negara,” bukan hanya kelas satuan.

Dar Edi menilai Hersan punya keunggulan karena pernah berada di titik-titik strategis negara, termasuk menjadi ajudan Presiden dan Sesmilpres, sehingga memahami cara kerja pengambilan keputusan nasional.

“Kasal itu bukan sekadar panglima di laut. Ia juga aktor strategis negara. Hersan punya pengalaman di dua dunia: dunia tempur dan dunia kebijakan,” tegas Dar Edi.

Menguat di Bursa Kasal

Meski keputusan akhir tetap berada pada mekanisme internal dan kebijakan pimpinan, Dar Edi menyebut arah penilaian publik mulai mengerucut pada sosok yang paling komplet.

“Bila indikatornya adalah pengalaman kapal, operasi, komando armada, jabatan strategis negara, dan posisi bintang tiga yang relevan, maka Hersan sangat layak dijagokan,” pungkas Dar Edi.

Berita Terkait

Srikandi Banteng Ambil Kendali, Meyske Lempoy Pimpin PAC Kebayoran Lama
Parkir Liar Beroperasi Terang-terangan, Publik Soroti Kinerja Dishub Jakpus
Inspiratif, Ibu Lima Anak ini Lulus Magister Administrasi Publik Sambil Bekerja
Buka Puasa Bareng Advokat dan Ormas, PADI Tangsel Bagikan 1.447 Takjil di Pondok Aren
Ombudsman Soroti Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan Logistik Desa, Ingatkan Risiko Tak Sinkron B40
Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
Indonesia–Uni Eropa Teken Joint Announcement, Perkuat Dialog Halal dan Fasilitasi Perdagangan
Kementerian HAM Lanjutkan Pemulihan Korban Pelanggaran HAM Berat
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 10:17 WIB

Srikandi Banteng Ambil Kendali, Meyske Lempoy Pimpin PAC Kebayoran Lama

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:47 WIB

Parkir Liar Beroperasi Terang-terangan, Publik Soroti Kinerja Dishub Jakpus

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:01 WIB

Inspiratif, Ibu Lima Anak ini Lulus Magister Administrasi Publik Sambil Bekerja

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:26 WIB

Buka Puasa Bareng Advokat dan Ormas, PADI Tangsel Bagikan 1.447 Takjil di Pondok Aren

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:21 WIB

Ombudsman Soroti Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan Logistik Desa, Ingatkan Risiko Tak Sinkron B40

Berita Terbaru

Foto: Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan (kiri) bersama wartawan Joko Wiyono (kanan) menunjukkan simbol apresiasi usai meraih penghargaan pada ajang Lomba Karya Jurnalistik (LKJ) TMMD ke-127.

TNI & POLRI

Kodim 0808/Blitar Borong Dua Gelar Juara di LKJ TMMD ke-127

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:37 WIB

Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor mendeportasi 13 warga negara Jepang yang diduga terlibat dalam kasus penipuan daring di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hukum & Kriminal

Imigrasi Bogor Deportasi 13 WN Jepang Terkait Penipuan Daring

Kamis, 16 Apr 2026 - 14:04 WIB