Airlangga Dorong Ketahanan Energi ASEAN Hadapi Dampak Perang

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Negara-negara ASEAN mewaspadai risiko perlambatan ekonomi kawasan akibat dampak konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memicu gangguan rantai pasok energi serta lonjakan harga komoditas dan pangan.

Negara-negara ASEAN mewaspadai risiko perlambatan ekonomi kawasan akibat dampak konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memicu gangguan rantai pasok energi serta lonjakan harga komoditas dan pangan.

CEBU — Negara-negara ASEAN mewaspadai risiko perlambatan ekonomi kawasan akibat dampak konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memicu gangguan rantai pasok energi serta lonjakan harga komoditas dan pangan.

Isu tersebut menjadi fokus dalam Pertemuan ke-27 ASEAN Economic Community Council (AECC) yang digelar di Dusit Thani Mactan Cebu, Filipina, Jumat (8/5).

Filipina selaku Ketua ASEAN 2026 menyoroti dampak perang di Selat Hormuz terhadap stabilitas ekonomi kawasan, terutama terkait pasokan energi dan produk berbahan dasar minyak mentah.

Menteri Perdagangan dan Industri Filipina, Maria Cristina Aldeguer-Roque selaku pimpinan rapat meminta pandangan para Menteri Ekonomi ASEAN untuk merespons potensi gangguan ekonomi akibat konflik global tersebut.

Dalam forum itu, lembaga riset Jepang Economic Research Institute for ASEAN and East Asia memaparkan usulan penguatan ketahanan ekonomi regional melalui koordinasi kebijakan industri di kawasan ASEAN.

Sementara itu, Kepala Ekonomi ASEAN+3 Macroeconomic Research Office, Dong He menyebut kebijakan domestik Amerika Serikat dan konflik geopolitik telah memicu disrupsi suplai energi serta pestisida ke kawasan ASEAN.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga energi dan transportasi hingga memicu tekanan inflasi tertinggi sejak pandemi Covid-19.
AMRO juga memperingatkan ASEAN menghadapi risiko stagflasi atau perlambatan ekonomi disertai lonjakan harga yang dinilai menjadi tekanan terkuat sejak 2011.

Asian Development Bank atau Asian Development Bank turut mengusulkan penguatan ketahanan energi dan pangan melalui kerja sama konkret antara badan-badan ASEAN dan sektor swasta.
ADB juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan pembiayaan untuk menjaga stabilitas pasar saham ASEAN dari tekanan gejolak global.

Di sisi lain, Sekretariat ASEAN mengusulkan skema ASEAN CORE (Coordinated Response for Enduring Resilience) sebagai langkah respons cepat memperkuat ketahanan kawasan.

Skema tersebut mencakup penguatan institusi, integrasi ekonomi dan keuangan, ketahanan energi dan pangan, serta penguatan rantai pasok maritim.
Mewakili Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai ASEAN perlu memperkuat ketahanan regional untuk menghadapi dampak perang dan konflik global.

Untuk mengatasi disrupsi, diperlukan ketahanan energi, optimalisasi platform kerja sama yang ada, dan fokus pada penguatan perdagangan antar anggota ASEAN dengan mitra strategis,” ujar Airlangga.

Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan energi kawasan, serta percepatan implementasi kerja sama regional seperti ASEAN Power Grid dan ASEAN Framework Agreement on Petroleum Security.

Selain itu, Airlangga mendorong penguatan perdagangan intra-ASEAN dan optimalisasi berbagai perjanjian perdagangan bebas guna menjaga stabilitas ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian global.

Berita Terkait

Mendagri Tito Siapkan 3 Langkah Atasi Daerah Kesulitan Bayar Gaji PPPK
Media Gathering Pemkot Jaktim, Munjirin Ajak Pers Bangun Komunikasi Terbuka dan Berimbang
BPA Lelang Aset Rampasan Benny Tjokro Rp129,15 Miliar, 16 Apartemen dan 24 Bidang Tanah Laku Terjual
Mushajuku Bekasi Bidik Legalitas IBCA MMA, Perkuat Pembinaan Atlet dan Karakter Generasi Muda
Yusril: Perpres Pertahanan Negara Bukan Aturan Khusus soal LGBTQ, Tak Boleh Jadi Dasar Persekusi
Menteri UMKM Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital dan Naikkan Daya Saing Pelaku Usaha
Forum Nasional Ikatan Alumni PTKIN Didorong Menjadi Motor Penguatan Islam Rahmatan lil ‘Alamin dan Persatuan Bangsa
Nama Jawa Barat Diusulkan Jadi Pasundan, Ini Alasan Hukum dan Sejarah yang Disampaikan Susane
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Mendagri Tito Siapkan 3 Langkah Atasi Daerah Kesulitan Bayar Gaji PPPK

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Media Gathering Pemkot Jaktim, Munjirin Ajak Pers Bangun Komunikasi Terbuka dan Berimbang

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:45 WIB

BPA Lelang Aset Rampasan Benny Tjokro Rp129,15 Miliar, 16 Apartemen dan 24 Bidang Tanah Laku Terjual

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:14 WIB

Mushajuku Bekasi Bidik Legalitas IBCA MMA, Perkuat Pembinaan Atlet dan Karakter Generasi Muda

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:27 WIB

Yusril: Perpres Pertahanan Negara Bukan Aturan Khusus soal LGBTQ, Tak Boleh Jadi Dasar Persekusi

Berita Terbaru

Foto: Tim juri MHT ke-52 PWI Jaya 2026 saat mengikuti proses penjurian dua kategori khusus, “Menyongsong 5 Abad Jakarta” dan “Literasi Bank Jakarta”, di Jakarta. Hasil penjurian akan diumumkan dalam Malam Anugerah MHT ke-52 pada 27 Agustus 2026.

PWI

Dua Kategori Khusus MHT ke-52 Masuk Tahap Final

Selasa, 11 Agu 2026 - 00:11 WIB