JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai langkah konkret dalam merevitalisasi pasar tradisional melalui pembangunan Pasar Gardu Asem di Kemayoran, Senin (6/4). Groundbreaking proyek tersebut dilakukan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin.
Revitalisasi ini menjadi bagian dari program besar modernisasi 153 pasar yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya. Pramono menyampaikan apresiasi atas kinerja BUMD tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemprov dalam memperbaiki infrastruktur pasar rakyat.
“Beberapa pasar memang perlu direvitalisasi dan diperbaiki. Hari ini kita mulai dari sini,” kata Pramono.
Pramono menilai pasar tradisional tidak sekadar menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang interaksi sosial masyarakat. Karena itu, pembenahan tidak hanya difokuskan pada fisik bangunan, melainkan juga sistem operasionalnya.
Pramono mendorong transformasi sistem pembayaran menuju transaksi non-tunai. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga dapat meminimalisir potensi tindak kriminal.
“Penerapan pembayaran digital sebelumnya terbukti mampu meningkatkan transaksi hingga 47 persen,” ujarnya.
Lebih jauh, ia berharap revitalisasi pasar tradisional di Jakarta dapat menjadi model kolaborasi antara pemerintah daerah dan BUMD dalam menggerakkan ekonomi berbasis kerakyatan.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan mengatakan pembangunan Pasar Gardu Asem didanai melalui Penyertaan Modal Daerah (PMD) dengan nilai Rp10,6 miliar. Ia mengakui proyek ini sempat menghadapi sejumlah kendala teknis, namun seluruhnya telah diselesaikan.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa memulai pembangunan,” kata Agus.
Menurutnya, keberadaan pasar tradisional memiliki peran penting dalam menopang struktur sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pedagang maupun pembeli.
Pasar Gardu Asem nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti musala, toilet umum dan toilet disabilitas, jaringan air PAM, ruang laktasi, area parkir, hidran, panel surya, CCTV, hingga tempat penampungan sampah sementara.
Selama proses pembangunan berlangsung, para pedagang tetap difasilitasi untuk berjualan di lokasi sementara yang disediakan di Pasar Nangka Bungur.
Secara keseluruhan, pasar yang memiliki luas 1.735 meter persegi ini akan dibangun dengan kapasitas 80 kios dan 128 los. Saat ini, sebanyak 79 pedagang eksisting telah direlokasi sementara guna mendukung kelancaran proyek.
Revitalisasi Pasar Gardu Asem diharapkan menjadi langkah awal transformasi pasar tradisional Jakarta menuju sistem yang lebih modern, aman, dan berdaya saing.




































