Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Dugaan Penyekapan di Percetakan Bungur Berjalan Profesional dan Transparan

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto. (Dok-Istimewa)

Foto: Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Polda Metro Jaya menegaskan bahwa proses penyidikan terhadap kasus dugaan penyekapan, pemerasan, dan penganiayaan yang terjadi di sebuah percetakan di kawasan Bungur, Senen, Jakarta Pusat, dilakukan secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kepolisian memastikan setiap tahapan penyidikan dijalankan secara objektif, transparan, proporsional, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, saat memberikan keterangan kepada awak media di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026).

Menurut Budi, konferensi pers tersebut digelar sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai perkembangan penanganan perkara yang saat ini ditangani Polres Metro Jakarta Pusat dengan supervisi dan dukungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait penanganan perkara yang dilakukan Polres Metro Jakarta Pusat dengan dukungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ujar Budi.

Ia menjelaskan, pengungkapan perkara bermula dari adanya laporan masyarakat yang diterima melalui layanan darurat Kepolisian 110. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Polres Metro Jakarta Pusat hingga petugas mendatangi lokasi dan menemukan tiga orang yang diduga menjadi korban penyekapan.

Dalam proses penyidikan yang sedang berlangsung, Budi menegaskan bahwa kepolisian tidak pernah menyimpulkan ataupun menuduh ketiga korban melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana disampaikan oleh para tersangka. Dugaan tersebut, menurutnya, masih memerlukan pembuktian melalui mekanisme penyidikan berdasarkan alat bukti yang sah.

“Kami tidak pernah menyampaikan ataupun menuduhkan bahwa tiga korban ini melakukan pencurian. Semua keterangan yang disampaikan para tersangka masih harus didalami dan dibuktikan dalam proses penyidikan,” tegasnya.

Ia mempertanyakan langkah para tersangka yang memilih melakukan tindakan penyekapan apabila memang merasa kehilangan barang. Menurutnya, apabila terdapat dugaan tindak pidana pencurian, seharusnya persoalan tersebut diserahkan kepada aparat penegak hukum, bukan diselesaikan dengan tindakan yang melanggar hukum.

“Kalau memang ada dugaan pencurian, mengapa tidak dilaporkan kepada kepolisian? Mengapa justru melakukan penyekapan, merampas kemerdekaan seseorang, bahkan meminta sejumlah uang kepada keluarga korban. Semua itu tentu menjadi bagian yang sedang kami dalami,” jelasnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan hingga saat ini penyidik masih terus mendalami motif sebenarnya di balik peristiwa tersebut. Seluruh keterangan dari para tersangka, korban, maupun saksi akan diuji dan dicocokkan dengan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan serta alat bukti yang telah dikumpulkan.

Ia menegaskan bahwa penyidik tidak akan menjadikan pengakuan sepihak sebagai dasar dalam mengambil kesimpulan hukum. Seluruh proses dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian demi menjamin kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat.

“Kami memastikan proses perkara ini berjalan secara profesional, proporsional, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu kami berharap informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan bias ataupun menyesatkan opini publik,” katanya.

Polda Metro Jaya juga mengajak masyarakat serta insan pers untuk terus mengawal jalannya proses hukum secara objektif dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Menurut Budi, partisipasi masyarakat sangat penting agar proses penegakan hukum dapat berjalan secara transparan dan memperoleh kepercayaan publik.

Selain itu, ia kembali mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan Kepolisian 110 apabila menemukan ataupun mengalami peristiwa yang membutuhkan kehadiran aparat. Layanan tersebut disediakan sebagai sarana cepat bagi masyarakat untuk memperoleh bantuan dan perlindungan dari kepolisian.

Di akhir keterangannya, Budi menegaskan bahwa penanganan perkara ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pelayanan, pengayoman, serta kepastian hukum kepada seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan pihak yang terlibat.

“Polri hadir sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan. Oleh karena itu, setiap perkara akan kami tangani secara profesional sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Sengketa ABK Berakhir Damai, ANP Law Office Jembatani Kesepakatan Keluarga dan Perusahaan
Terjebak Verifikasi Aplikasi yang Mengatasnamakan ASABRI, Rp273 Juta Pensiunan TNI Raib
Penipu Catut Nama Citi M Hotel, Customer Diminta Cek Kanal Reservasi Resmi
Bukan Sekadar Besukan, Kunjungan Anak di Lapas Cipinang Jadi Ruang Pulihkan Kerinduan
Tubagus Bahrudin Sampaikan Selamat kepada Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia
Berjuang Menuntut Pesangon, Buruh Perempuan Ditangkap dan Ditahan di Polsek Kalideres
Suwito Laporkan Dugaan Transaksi Tak Sah, Rp273 Juta Berpindah ke Rekening MNC Bank
Dugaan Ancaman terhadap Pelapor Kasus Pencurian, Didi Lawyer Minta Polres Sampang Beri Perlindungan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Sengketa ABK Berakhir Damai, ANP Law Office Jembatani Kesepakatan Keluarga dan Perusahaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Terjebak Verifikasi Aplikasi yang Mengatasnamakan ASABRI, Rp273 Juta Pensiunan TNI Raib

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:25 WIB

Penipu Catut Nama Citi M Hotel, Customer Diminta Cek Kanal Reservasi Resmi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Bukan Sekadar Besukan, Kunjungan Anak di Lapas Cipinang Jadi Ruang Pulihkan Kerinduan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Tubagus Bahrudin Sampaikan Selamat kepada Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia

Berita Terbaru