Wamen UMKM Dorong Pelaku Usaha Garap Industri Wellness dan Beauty Berbasis Kekayaan Alam Indonesia

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Helvi Moraza menilai potensi biodiversitas Nusantara dapat menjadi kekuatan baru UMKM untuk menembus pasar global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wellness kelas dunia.

Helvi Moraza menilai potensi biodiversitas Nusantara dapat menjadi kekuatan baru UMKM untuk menembus pasar global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wellness kelas dunia.

JAKARTA – Helvi Moraza menilai potensi biodiversitas Nusantara dapat menjadi kekuatan baru UMKM untuk menembus pasar global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wellness kelas dunia.

DENPASAR, CNN Indonesia – Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk mengembangkan produk wellness dan beauty yang bernilai tambah tinggi serta mampu bersaing di pasar internasional.

Ajakan tersebut disampaikan Helvi saat membuka ajang Bali Wellness and Beauty Expo 2026 yang berlangsung di Bali Beach Convention Center, Sanur, Denpasar, Bali, pada 4-6 Juni 2026.

Menurut Helvi, Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat besar dan dapat menjadi fondasi kuat bagi pengembangan industri kesehatan, kecantikan, hingga gaya hidup berbasis alam.

Potensi kekayaan alam yang dimiliki berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bali, sangat menjanjikan untuk dikembangkan menjadi produk wellness dan beauty yang berkualitas. Potensi ini dapat menjadi kekuatan Indonesia untuk tampil sebagai pusat wisata gaya hidup dan kesehatan kelas dunia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki lebih dari 30 ribu spesies tanaman yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk kecantikan, perawatan tubuh, terapi herbal, hingga layanan kebugaran. Menurutnya, kombinasi antara kekayaan bahan alami dan inovasi teknologi dapat menghasilkan produk yang memenuhi standar pasar global.

Helvi menilai perkembangan industri kecantikan lokal dalam beberapa tahun terakhir menjadi bukti bahwa produk Indonesia semakin diterima di pasar regional maupun internasional.

Pertumbuhan merek kecantikan lokal menjadi salah satu yang tercepat di Asia Tenggara. Ini menunjukkan kualitas dan daya saing produk Indonesia semakin diakui,” katanya.

Data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) UMKM mencatat terdapat lebih dari 57 juta UMKM di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 92.689 usaha bergerak di sektor gaya hidup sehat dan kecantikan.

Sementara itu, data pemerintah menunjukkan nilai industri kosmetika nasional mencapai Rp35,6 triliun pada 2025 dan diproyeksikan terus bertumbuh. Di sisi lain, pasar kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia menghasilkan nilai ekonomi lebih dari Rp161 triliun pada periode yang sama.

Potensi ekonomi sektor wellness juga dinilai sangat besar. Indonesia tercatat sebagai salah satu pasar wellness economy terbesar di kawasan Asia-Pasifik dengan nilai mencapai lebih dari Rp1.000 triliun pada 2024.

Sepanjang periode 2019 hingga 2024, pasar wellness economy Indonesia tumbuh rata-rata 7,5 persen per tahun. Pertumbuhan itu turut diiringi peningkatan jumlah perusahaan kosmetik nasional yang mencapai sekitar 1.500 perusahaan pada 2025.

Menurut Helvi, tren tersebut membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk berbasis sumber daya lokal.

Potensi ekonomi yang sangat besar ini merupakan peluang emas bagi pengusaha UMKM untuk memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional,” ujarnya.

Bentuk Asosiasi Wellness dan Beauty
Dalam kesempatan tersebut, Helvi juga mendeklarasikan pembentukan Indonesia Wellness and Beauty Entrepreneur Association (IWBEA).

Ia mengatakan asosiasi tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi para pelaku usaha wellness dan beauty untuk memperkuat inovasi, memperluas jejaring bisnis, meningkatkan standar industri, serta membangun kemitraan yang lebih kuat di seluruh rantai pasok industri.

Menurut Helvi, keberadaan IWBEA juga diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan agenda pengembangan industri wellness dan beauty nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

Selain membentuk asosiasi, Kementerian UMKM juga terus memperkuat dukungan terhadap sektor tersebut melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan, termasuk platform SAPA UMKM dan program Holding UMKM.

Penguatan ekosistem usaha juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai kementerian, perguruan tinggi, serta perbankan untuk memperluas akses pembiayaan dan pengembangan inovasi bagi pelaku usaha.

Kami sangat mendukung agar potensi lokal dapat terus diangkat dan dikembangkan. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, langkah ini juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, dan menambah devisa negara,” kata Helvi.

Pembukaan Bali Wellness and Beauty Expo 2026 turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Rektor Universitas Udayana I Ketut Sudarsana, serta Direktur Utama � Hery Gunardi.
bri.co.id

Berita Terkait

AHY Tawarkan Kerja Sama Maritim dan Transportasi yang Lebih Luas kepada Rusia
Indonesia-Finlandia Perkuat Kerja Sama Digital, Hilirisasi hingga Program Makan Bergizi
Pemerintah Salurkan Banpres Rp1,2 Triliun untuk 200 Ribu UMKM Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Menteri UMKM Pastikan Pajak Final UMKM Tetap 0,5 Persen, Kini Tanpa Batas Waktu
Bank Mandiri Menara Danareksa Selesaikan Keluhan Nasabah dengan Cepat dan Tuntas
Pemerintah Siapkan Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Ekspor Satu Pintu Komoditas SDA
Wamendag Roro Dorong Produk Halal RI Tembus Pasar Global, Ekspor Tembus USD 63,4 Miliar
Kementerian UMKM Dorong Digitalisasi dan Kolaborasi Komunitas untuk Perkuat Usaha di Bekasi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:39 WIB

Wamen UMKM Dorong Pelaku Usaha Garap Industri Wellness dan Beauty Berbasis Kekayaan Alam Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:08 WIB

AHY Tawarkan Kerja Sama Maritim dan Transportasi yang Lebih Luas kepada Rusia

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:07 WIB

Indonesia-Finlandia Perkuat Kerja Sama Digital, Hilirisasi hingga Program Makan Bergizi

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:50 WIB

Pemerintah Salurkan Banpres Rp1,2 Triliun untuk 200 Ribu UMKM Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:24 WIB

Menteri UMKM Pastikan Pajak Final UMKM Tetap 0,5 Persen, Kini Tanpa Batas Waktu

Berita Terbaru

Foto: Wali Kota Jakarta Pusat Arifin bersama unsur TNI-Polri, jajaran Pemerintah Kota Jakarta Pusat, serta perwakilan Gapensi melakukan penanaman pohon di kawasan Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Arifin: Jalan Sabang Harus Jadi Ikon Kuliner Malam yang Bersih dan Modern 

Jumat, 5 Jun 2026 - 19:35 WIB