JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengapresiasi Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia sebagai bentuk dukungan sektor swasta dalam mempercepat transisi menuju sistem transportasi rendah emisi.
Pemerintah menilai kolaborasi dengan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mempercepat penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
Hal itu disampaikan AHY saat menghadiri peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah, Rabu (1/7).
AHY mengatakan Indonesia membutuhkan sistem transportasi yang semakin efisien seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat. Namun, pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi tetap harus berjalan sejalan dengan upaya menjaga lingkungan.
“Kita ingin terus tumbuh ekonominya, terus membangun termasuk infrastrukturnya, tetapi tetap ramah terhadap lingkungan. Kita harus menjaga kelestarian bumi ini untuk anak cucu dan generasi penerus kita,” kata AHY.
Menurut dia, sektor energi masih menjadi penyumbang terbesar emisi karbon nasional, yakni sekitar 55 persen. Dari angka tersebut, sektor transportasi menyumbang sekitar 22 persen, dengan hampir 89 persen emisi transportasi berasal dari transportasi darat.
Karena itu, pemerintah terus mendorong kebijakan transisi energi melalui percepatan elektrifikasi kendaraan guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
AHY juga mengapresiasi peningkatan jumlah armada kendaraan listrik yang dioperasikan Grab Indonesia. Ia menyebut jumlah armada listrik Grab meningkat dari sekitar 14 ribu unit pada tahun lalu menjadi 28 ribu unit pada Juni 2026, dengan target mencapai 42 ribu unit hingga akhir tahun.
Menurut AHY, peningkatan tersebut menunjukkan komitmen dunia usaha dalam mendukung target pemerintah membangun sistem transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Selain mendorong penggunaan kendaraan listrik, pemerintah juga akan memperkuat ekosistemnya melalui pemberian insentif bagi industri, pengembangan rantai pasok baterai, peningkatan investasi, hingga percepatan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di berbagai daerah.
Ia menegaskan ketersediaan SPKLU menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat beralih ke kendaraan listrik.
“Pemerintah ingin terus mendorong agar jumlah titik pengisian semakin banyak dan penyebarannya semakin merata. Jawa menjadi prioritas, tetapi wilayah di luar Jawa juga harus terus diperluas sehingga pengguna kendaraan listrik semakin nyaman bepergian tanpa khawatir kehabisan daya,” ujarnya.
AHY berharap sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, termasuk Grab Indonesia, dapat mempercepat transformasi transportasi nasional menuju sistem yang modern, efisien, berdaya saing, sekaligus ramah lingkungan.
“Semoga Indonesia terus tumbuh, terus maju, dan mampu menghadirkan sistem transportasi yang semakin ramah lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” kata AHY.




































