Konferensi Cabang Perdana PCNU se-Papua Pegunungan Perkuat Konsolidasi Organisasi, Teguhkan Komitmen Pengabdian untuk Umat dan Bangsa

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten/kota se-Provinsi Papua Pegunungan sukses menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) I yang berlangsung khidmat, tertib, aman, dan lancar, Senin (27/7/2026). (Dok-Istimewa)

Foto: Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten/kota se-Provinsi Papua Pegunungan sukses menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) I yang berlangsung khidmat, tertib, aman, dan lancar, Senin (27/7/2026). (Dok-Istimewa)

PAPUA PEGUNUNGAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten/kota se-Provinsi Papua Pegunungan sukses menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) I yang berlangsung khidmat, tertib, aman, dan lancar, Senin (27/7/2026). Forum organisasi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi internal Nahdlatul Ulama di wilayah Papua Pegunungan sekaligus menyusun arah kepemimpinan dan program kerja organisasi untuk periode mendatang.

Konferensi yang dihadiri perwakilan pengurus dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan itu mencerminkan tingginya komitmen warga Nahdliyin untuk membangun organisasi yang semakin solid, inklusif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Selain menjadi forum regenerasi kepemimpinan, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi serta penguatan persaudaraan antar-pengurus di wilayah yang memiliki tantangan geografis maupun sosial yang beragam.

Seluruh rangkaian sidang konferensi berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dengan mengedepankan nilai-nilai musyawarah, ukhuwah nahdliyah, kebersamaan, dan semangat persatuan. Berbagai pandangan dan masukan yang berkembang selama persidangan dibahas secara terbuka melalui dialog yang santun sehingga setiap keputusan dapat diambil berdasarkan mufakat dan diterima oleh seluruh peserta.

Pelaksanaan konferensi yang berjalan kondusif tersebut dinilai menjadi bukti semakin matangnya proses demokrasi organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama Papua Pegunungan. Forum tersebut juga menunjukkan bahwa perbedaan pandangan dapat diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang mengedepankan etika, saling menghormati, dan kepentingan bersama.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Papua Pegunungan, H. Abdul Kahar Yelipele, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Konferensi Cabang perdana tersebut.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan konferensi tidak terlepas dari kerja sama panitia, para peserta, tamu undangan, aparat keamanan, serta seluruh elemen yang telah menjaga situasi tetap aman dan kondusif sejak awal hingga berakhirnya kegiatan.

Ia berharap hasil konferensi dapat menjadi pijakan kuat dalam memperkokoh konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat, serta memperluas kontribusi Nahdlatul Ulama dalam mendukung pembangunan masyarakat di Provinsi Papua Pegunungan.

“Konferensi Cabang ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat organisasi sehingga Nahdlatul Ulama di Papua Pegunungan semakin maju, mandiri, serta mampu menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Koordinator Wilayah Indonesia Timur, Dr. H. Lukman Umafagur, S.Hut., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya rasa syukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya konferensi tersebut sebagai bagian dari ikhtiar membangun organisasi yang semakin kuat di kawasan timur Indonesia.

Dalam pemaparannya, ia mengingatkan kembali sejarah panjang perjuangan Nahdlatul Ulama bersama para ulama dan kiai dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, pendidikan, serta semangat kebangsaan sejak masa penjajahan.

Menurutnya, pesantren menjadi salah satu pilar utama perjuangan para ulama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui lembaga pendidikan tersebut, para kiai tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, persatuan, dan semangat perjuangan untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka.

Ia menegaskan bahwa sejarah tersebut harus menjadi inspirasi bagi seluruh pengurus Nahdlatul Ulama, khususnya di Papua Pegunungan, agar terus memperkuat pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, serta menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, keberadaan Nahdlatul Ulama di Papua Pegunungan memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman budaya, adat istiadat, dan agama. Karena itu, organisasi diharapkan terus menghadirkan dakwah yang moderat, menyejukkan, serta mampu menjadi perekat persaudaraan di tengah masyarakat.

Selain membahas agenda organisasi, Konferensi Cabang juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antar-PCNU di delapan kabupaten agar mampu menjalankan program-program keumatan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Penguatan kelembagaan, kaderisasi, pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, serta pelayanan sosial menjadi sejumlah isu yang mendapat perhatian dalam forum tersebut.

Para peserta juga menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sebagai fondasi gerakan organisasi sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan Papua Pegunungan yang damai, maju, dan sejahtera.

Berakhirnya Konferensi Cabang I PCNU se-Provinsi Papua Pegunungan menandai babak baru perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama di wilayah tersebut. Dengan semangat persatuan, musyawarah, dan pengabdian, hasil konferensi diharapkan menjadi landasan bagi lahirnya kepengurusan yang amanah, profesional, serta mampu menjawab berbagai tantangan umat di masa depan.

Melalui konsolidasi organisasi yang semakin kuat, Nahdlatul Ulama Papua Pegunungan diharapkan terus menjadi mitra strategis dalam memperkuat moderasi beragama, meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan sosial, serta berkontribusi dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Tarif PNBP Kemenkum Disesuaikan, Merek UMKM Tetap Rp500 Ribu dan Hak Cipta Lagu Gratis Mulai Agustus 2026
Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir Minta Pejabat Baru Tinggalkan Pola Kerja Lama, Fokus Ciptakan Inovasi
Tito Karnavian Tinjau Program BSPS di Bandung, Soroti ‘Tender Rakyat’ yang Transparan
Peringati Hari Anak Nasional 2026, KemenPPPA dan Ancol Hadirkan Rekreasi Inklusif bagi Ratusan Anak Lewat Main Ceria di Dufan
Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan
Putusan Sela Kabulkan Eksepsi Terdakwa, Kuasa Hukum Jokowi: Perkara Tetap Dapat Dilanjutkan Setelah Dakwaan Diperbaiki
CCEPC Indonesia Dinobatkan sebagai Pemimpin Akselerasi Pertumbuhan Pembangkit Listrik Indonesia
Hotman Paris Mundur sebagai Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Alasan Kesehatan Jadi Pertimbangan Utama
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:20 WIB

Konferensi Cabang Perdana PCNU se-Papua Pegunungan Perkuat Konsolidasi Organisasi, Teguhkan Komitmen Pengabdian untuk Umat dan Bangsa

Senin, 27 Juli 2026 - 11:12 WIB

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir Minta Pejabat Baru Tinggalkan Pola Kerja Lama, Fokus Ciptakan Inovasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:01 WIB

Tito Karnavian Tinjau Program BSPS di Bandung, Soroti ‘Tender Rakyat’ yang Transparan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:57 WIB

Peringati Hari Anak Nasional 2026, KemenPPPA dan Ancol Hadirkan Rekreasi Inklusif bagi Ratusan Anak Lewat Main Ceria di Dufan

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:21 WIB

Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan

Berita Terbaru