Jelang HUT ke-81 RI, Ketum Nusantara Pengusaha Indonesia Ajak Pengusaha Perkuat Persatuan dan Kebersamaan

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nusantara Pengusaha Indonesia (NPI), Prof. Dr. H. Tubagus Baharudin, S.E., M.M. (Dok: okj/fn)

Foto: Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nusantara Pengusaha Indonesia (NPI), Prof. Dr. H. Tubagus Baharudin, S.E., M.M. (Dok: okj/fn)

JAKARTA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nusantara Pengusaha Indonesia (NPI), Prof. Dr. H. Tubagus Baharudin, S.E., M.M., mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota organisasi untuk memperkuat semangat kebersamaan, persatuan, serta kesatuan bangsa.

Imbauan tersebut disampaikan Tubagus Baharudin melalui pesan singkat yang diterima redaksi pada Sabtu (8/8/2026). Pesan itu ditujukan kepada seluruh jajaran pengurus NPI, baik di tingkat daerah maupun kabupaten/kota, serta para pengusaha yang berada di bawah naungan organisasi tersebut.

Dalam pesannya, Tubagus Baharudin menekankan pentingnya seluruh elemen pengusaha menjadikan momentum peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebagai kesempatan untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan membangun kebersamaan di tengah keberagaman dunia usaha.

Ia mengimbau seluruh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) atau tingkat provinsi serta Dewan Pimpinan Daerah tingkat kabupaten/kota agar menyampaikan semangat tersebut kepada para pengusaha yang berada dalam jaringan NPI.

Menurutnya, dunia usaha memiliki posisi strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, para pengusaha diharapkan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pengembangan usaha, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.

Tubagus Baharudin juga mengajak seluruh pengusaha yang berada di bawah naungan NPI, baik pengusaha lokal maupun pengusaha mancanegara, untuk mengedepankan rasa kebersamaan dalam menjalankan aktivitas usaha di Indonesia.

Semangat persatuan, menurutnya, penting menjadi landasan dalam membangun hubungan antara pelaku usaha, masyarakat, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dinilai menjadi waktu yang tepat untuk kembali memperkuat kesadaran bahwa keberagaman latar belakang, daerah asal, maupun kepentingan bisnis tidak semestinya menjadi penghalang dalam membangun kerja sama.

Sebaliknya, keberagaman tersebut dapat menjadi kekuatan apabila dikelola melalui komunikasi, saling menghormati, dan semangat gotong royong.

Dalam konteks dunia usaha, kebersamaan juga dinilai penting untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, produktif, dan saling mendukung. Para pengusaha diharapkan mampu membangun jejaring usaha yang tidak hanya memberikan manfaat bagi masing-masing perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi lebih luas terhadap perekonomian nasional.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa peran pengusaha tidak dapat dilepaskan dari perjalanan pembangunan Indonesia. Pertumbuhan sektor usaha, penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi, hingga penguatan daya saing nasional membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Karena itu, peringatan kemerdekaan tahun ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh jajaran NPI untuk mempererat hubungan antarpengurus dan anggota di berbagai daerah.

Tubagus Baharudin juga mendorong agar semangat kemerdekaan diterjemahkan dalam bentuk tindakan nyata di lingkungan organisasi maupun dunia usaha. Pengusaha diharapkan dapat terus membangun usaha secara profesional sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam setiap aktivitasnya.

Bagi NPI, persatuan di kalangan pelaku usaha juga menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan perekonomian yang terus berkembang. Perubahan kondisi ekonomi, persaingan usaha, perkembangan teknologi, serta dinamika perdagangan menuntut dunia usaha untuk semakin adaptif dan mampu membangun kolaborasi lintas sektor.

Dalam situasi tersebut, rasa kebersamaan menjadi modal sosial yang penting. Hubungan yang kuat antara pelaku usaha di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga daerah diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan membuka lebih banyak peluang kerja sama.

Tubagus Baharudin meminta seluruh jajaran organisasi untuk menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat semangat tersebut.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama sebagai warga negara. Bagi kalangan pengusaha, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan usaha yang sehat, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, penciptaan lapangan pekerjaan, serta kontribusi positif terhadap masyarakat.

Dengan demikian, peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada simbol dan perayaan, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan bangsa.

NPI juga diharapkan mampu menjadi ruang yang mempertemukan berbagai latar belakang pelaku usaha dalam semangat kolaborasi. Pengusaha lokal dan pengusaha mancanegara yang berada dalam naungan organisasi diharapkan dapat membangun hubungan yang harmonis dengan tetap menjunjung tinggi kepentingan nasional dan nilai-nilai persatuan.

Menjelang 17 Agustus 2026, ajakan tersebut menjadi pesan penting bagi seluruh jajaran NPI di berbagai daerah agar bersama-sama menyemarakkan peringatan kemerdekaan sekaligus memperkuat komitmen untuk menjaga persatuan.

Semangat kemerdekaan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan diharapkan tidak hanya terasa dalam momentum peringatan HUT ke-81 RI, tetapi juga terus menjadi nilai yang hidup dalam aktivitas organisasi dan dunia usaha sehari-hari.

Melalui kolaborasi dan kebersamaan seluruh elemen pengusaha, NPI mendorong agar dunia usaha dapat terus berkembang sekaligus mengambil bagian dalam memperkuat perekonomian dan pembangunan Indonesia.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 pun diharapkan menjadi momentum bersama untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan, mempererat persaudaraan, serta membangun optimisme dalam menghadapi masa depan Indonesia.

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau
Sertifikat Kekayaan Intelektual Kini Bisa Jadi Agunan KUR, Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun Dorong Inovasi Nasional
Mendagri Tito: Integritas Kepala Daerah Jadi Kunci Cegah Korupsi
Harta Dimyati Natakusumah Naik Rp4 Miliar dalam 4 Tahun, Publik Soroti Transparansi LHKPN
Habib Syakur: Jokowi Tengah Siapkan Gibran Menuju Pilpres 2029, Prabowo Diminta Waspada
KPBI Serahkan Usulan RUU Perlindungan Pekerja Perfilman ke DPR RI, Dorong Kepastian Hukum dan Reformasi Ketenagakerjaan Industri Kreatif
Oknum Anggota Polres Jayapura Diduga Rusak Ponsel Jurnalis Saat Liputan Aksi Damai, Kapolres Minta Maaf dan Janji Evaluasi
PWNU Kalimantan Utara Nyatakan Dukungan Penuh kepada Rais ‘Aam K.H. Miftachul Akhyar Jelang Muktamar Ke-35 NU
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:16 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Ketum Nusantara Pengusaha Indonesia Ajak Pengusaha Perkuat Persatuan dan Kebersamaan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Sertifikat Kekayaan Intelektual Kini Bisa Jadi Agunan KUR, Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun Dorong Inovasi Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:58 WIB

Mendagri Tito: Integritas Kepala Daerah Jadi Kunci Cegah Korupsi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Harta Dimyati Natakusumah Naik Rp4 Miliar dalam 4 Tahun, Publik Soroti Transparansi LHKPN

Berita Terbaru