BATAM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak kementerian dan lembaga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah (Pemda) yang menunjukkan kinerja baik. Menurut Tito, penghargaan dapat menjadi pemacu semangat sekaligus mendorong daerah meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Tito dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sumatera di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (13/8).
Tito mengatakan ajang apresiasi tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghargaan, tetapi juga sarana untuk memotivasi kepala daerah agar terus meningkatkan kinerja.
Pada tahun ini, Kemendagri memberikan apresiasi dalam empat kategori, yakni Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Implementasi Program 3 Juta Rumah, Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, serta Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan.
Dalam proses penilaian, Kemendagri melibatkan kementerian dan lembaga yang memiliki kewenangan sesuai bidang masing-masing.
Untuk kategori lingkungan, misalnya, Kemendagri bekerja sama dengan kementerian yang menangani bidang lingkungan hidup. Sementara kategori kesehatan, pendidikan, dan perumahan juga melibatkan kementerian terkait.
Tito kemudian mengajak kementerian dan lembaga lain memanfaatkan ajang tersebut untuk memberikan penghargaan atau dukungan kepada daerah sesuai bidang kewenangannya.
“Sehingga saya mengundang rekan-rekan menteri atau pimpinan lembaga yang ingin memanfaatkan acara ini, kalau mau juga memberikan penghargaan, silakan,” kata Tito.
Menurut dia, pola tersebut telah diterapkan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kementerian PKP memberikan kuota bedah rumah kepada daerah yang menerima penghargaan dalam kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah.
Tito menjelaskan bentuk apresiasi tersebut dapat disesuaikan dengan kewenangan masing-masing kementerian. Untuk insentif fiskal, misalnya, dukungan diberikan kepada pemerintah daerah dan masuk ke rekening keuangan daerah untuk kemudian dikelola melalui APBD.
“Kalau tadi yang lain diberikan dalam bentuk penghargaan insentif fiskal, jadi bukan untuk pribadi, itu dimasukkan dalam APBD tidak tunai, tapi langsung masuk rekening nanti, rekening keuangan daerah. Khusus untuk perumahan, memberikannya dalam bentuk kuota bedah rumah,” ujarnya.
Dia juga membuka peluang bagi Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memberikan dukungan kepada daerah berprestasi melalui program yang sesuai dengan kewenangan masing-masing.
“Mungkin Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan, mungkin mereka punya dana alokasi khusus di bidang-bidang tertentu, maka kita persilakan juga kalau mau bergabung,” tutur Tito.
Selain sebagai bentuk penghargaan, Tito menilai kegiatan tersebut penting untuk memperkenalkan kepala daerah yang memiliki rekam jejak positif kepada masyarakat.
Menurutnya, publik kerap mendapat sorotan mengenai kepala daerah yang tersandung persoalan hukum. Kondisi tersebut, kata Tito, dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah secara keseluruhan.
“Tapi di balik itu, dengan acara seperti ini, kita juga ingin menunjukkan banyak kepala daerah yang baik-baik dan berprestasi,” katanya.
Tito berharap apresiasi terhadap daerah berprestasi dapat terus dikembangkan dan melibatkan lebih banyak kementerian serta lembaga. Dengan demikian, penghargaan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat.




































