JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/9).
Pratikno membuka MTQ Nasional XXXI mewakili Presiden RI Prabowo Subianto yang tengah menjalankan tugas kenegaraan. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan salam sekaligus apresiasi Presiden kepada seluruh peserta dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ Nasional.
“Atas nama Bapak Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Berkat kerja bersama Bapak dan Ibu sekalian, Semarang hari ini menjadi rumah besar bagi MTQ Nasional yang mengagumkan,” ujar Pratikno.
Ia mengatakan MTQ Nasional XXXI tidak sekadar menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga dapat menjadi ruang silaturahmi nasional untuk memperkuat persatuan.
Menurutnya, peserta yang datang dari berbagai daerah membawa keragaman bahasa, tradisi, dan gaya membaca Al-Qur’an. Namun, seluruh perbedaan tersebut dipertemukan dalam semangat persaudaraan sebagai bagian dari Indonesia.
“Marilah kita jadikan MTQ ini sebagai ruang silaturahmi nasional. Ruang untuk saling mengenal, ruang untuk saling menghargai, ruang untuk memperkuat persatuan Indonesia,” katanya.
MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”
Pratikno mengatakan tema tersebut menjadi refleksi sekaligus cita-cita untuk membangun generasi Indonesia yang memiliki keimanan, ilmu pengetahuan, akhlak, serta kemampuan menghadapi perkembangan zaman.
“Indonesia Emas membutuhkan manusia yang beriman dan berilmu. Indonesia Emas membutuhkan manusia yang jujur, adil, disiplin, kreatif, dan peduli pada sesama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan teknologi dan penguatan karakter. Menurutnya, generasi masa depan harus mampu mengikuti kemajuan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai akhlak.
“Indonesia Emas membutuhkan generasi yang maju dalam teknologi, tetapi tetap kuat dalam akhlak,” kata Pratikno.
Lebih lanjut, Pratikno menilai MTQ memiliki peran dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mengembangkan talenta keagamaan. Ajang tersebut juga mempertemukan unsur pendidikan, seni, ilmu, tradisi, dan persaudaraan.
Ia berharap MTQ dapat mendorong lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi bangsa.
“Marilah kita membaca Al-Qur’an dengan hati. Memahami dengan akal. Menghayati dengan jiwa. Dan menghadirkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata,” tuturnya.
Kepada seluruh peserta, Pratikno berpesan agar menampilkan kemampuan terbaik dengan penuh keikhlasan. Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga persaudaraan, menghormati dewan hakim, menghargai peserta lain, serta menjunjung tinggi sportivitas.
Pratikno turut memberikan apresiasi kepada para pembina, pendamping, official, dewan hakim, panitia, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.
Ia berharap semangat yang dibangun melalui MTQ Nasional dapat dilanjutkan dengan program pembinaan manusia secara berkelanjutan. Dengan demikian, nilai-nilai Al-Qur’an tidak berhenti dalam kompetisi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembukaan MTQ Nasional XXXI ditandai dengan pemukulan bedug oleh Pratikno bersama sejumlah pejabat yang hadir. Setelah itu, Pratikno secara resmi membuka MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang atas nama Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia.
Pembukaan MTQ Nasional XXXI turut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Choiri Fauzi, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Ketua LPTQ Nasional Abu Rokhmad, serta sejumlah kepala daerah, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dewan hakim, official, dan kafilah dari berbagai daerah di Indonesia.




































