Kuasa Hukum Nilai Keterangan Ahli Menguatkan Pembelaan Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Akuisisi Saham PT Jembatan Nusantara

- Jurnalis

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kuasa hukum terdakwa, Dr. Soesilo Aribowo, S.H., M.H., selaku pembela Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspa Dewi dan kawan-kawan (kedua-kiri), saat Sidang, Kamis (16/10/2025). (Dok-Okj/Fahmy Nurdin)

Foto: Kuasa hukum terdakwa, Dr. Soesilo Aribowo, S.H., M.H., selaku pembela Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspa Dewi dan kawan-kawan (kedua-kiri), saat Sidang, Kamis (16/10/2025). (Dok-Okj/Fahmy Nurdin)

JAKARTA – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat tiga petinggi PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero). Ketiganya didakwa merugikan keuangan negara hingga Rp1,25 triliun terkait akuisisi saham PT Jembatan Nusantara (PT JN) pada periode 2019–2022.

Sidang yang digelar pada Kamis (16/10/2025) ini menghadirkan saksi ahli pertama, yakni Kapten Utoyo Jadi, yang memberikan pandangan teknis mengenai aspek operasional dan kelayakan kapal dalam proses akuisisi saham tersebut.

Kuasa hukum terdakwa, Dr. Soesilo Aribowo, S.H., M.H., selaku pembela Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspa Dewi dan kawan-kawan, menilai keterangan ahli tersebut sangat menguntungkan pihak terdakwa.

“Saksi ahli Kapten Utoyo Jadi memberikan keterangan yang tidak hanya bersifat akademis atau teoritis, tetapi juga berdasarkan pengalaman praktis di lapangan. Beliau memahami betul bagaimana operasional kapal, mulai dari perawatan dasar hingga proses perbaikan besar,” ujar Soesilo kepada awak media di sela persidangan.

Menurut Soesilo, saksi ahli menegaskan bahwa usia kapal bukanlah satu-satunya faktor penentu kelayakan, melainkan kondisi dan kesehatan kapal itu sendiri. Kapal yang dinyatakan laik laut telah melalui serangkaian pemeriksaan dan pengujian teknis dengan alat berteknologi tinggi untuk memastikan keamanan operasionalnya.

“Walaupun usia kapal mencapai 30 tahun atau lebih, selama dinyatakan laik laut, maka kapal tersebut sah untuk dioperasikan maupun diakuisisi. Hal itu sudah melalui proses verifikasi ketat dan pengujian di laboratorium yang memastikan kelayakannya,” jelas Soesilo.

Lebih lanjut, Soesilo mengutip penjelasan saksi ahli bahwa dalam dunia pelayaran dikenal istilah scratch grab, yakni sistem penilaian kondisi kapal oleh pemiliknya, bahkan ketika kapal tersebut sudah lama tidak beroperasi atau pernah mengalami kerusakan berat.

“Ahli mengibaratkan kapal seperti manusia yang memiliki akta lahir, riwayat perawatan, dan nilai ekonomi. Jadi, tidak bisa semata-mata dinilai dari umur, tetapi dari kelengkapan administrasi, rekam jejak perawatan, serta kelayakan fungsionalnya,” tambahnya.

Soesilo menuturkan bahwa pihaknya akan menghadirkan tiga saksi ahli tambahan pada sidang-sidang berikutnya, masing-masing dari bidang hukum korporasi, alur komunikasi dan administrasi negara, serta perhitungan keuangan negara.

“Kami berharap para ahli berikutnya dapat memberikan pandangan objektif mengenai mekanisme akuisisi dan cara menghitung potensi kerugian negara secara akurat. Dengan begitu, publik dapat memahami bahwa proses akuisisi ini dilakukan sesuai aturan dan berdasarkan pertimbangan bisnis yang rasional,” tegasnya.

Kasus dugaan korupsi ini berawal dari proses akuisisi saham PT Jembatan Nusantara oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pada tahun 2019 hingga 2022. Jaksa menduga terdapat penyimpangan prosedur yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp1,25 triliun.

Namun, tim pembela menilai bahwa proses akuisisi tersebut telah melalui mekanisme bisnis yang sah, termasuk kajian kelayakan dan audit independen.

Sidang lanjutan dijadwalkan kembali digelar dalam waktu dekat dengan agenda pemeriksaan saksi ahli berikutnya.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Deolipa Yumara: Ruben Onsu Masih Berpeluang Tempuh Restorative Justice dalam Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan
Imigrasi Amankan WN Australia Terkait Video Dugaan Aksi Asusila di Bali
Imigrasi Amankan WN Rusia yang Rekam Demo KNPB di Wamena
Dua WN Tiongkok Ditangkap Imigrasi Jayapura, Diduga Berburu Satwa Dilindungi untuk Konten Live
Kemenimipas Resmikan Tiga Immigration Lounge dan Kukuhkan 53 PIMPASA di Sumut
Kuasa Hukum Dhody Thahir Pertanyakan Objek Pemalsuan Surat, Soroti Dugaan Muatan Politis
Mantan Karyawan Diduga Curi Dua Motor di Tambora, Polisi Tangkap Dua Pelaku hingga ke Jakarta Utara
Kemenimipas Resmikan Tiga Immigration Lounge dan Kukuhkan 53 PIMPASA di Sumut
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Deolipa Yumara: Ruben Onsu Masih Berpeluang Tempuh Restorative Justice dalam Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Imigrasi Amankan WN Australia Terkait Video Dugaan Aksi Asusila di Bali

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Imigrasi Amankan WN Rusia yang Rekam Demo KNPB di Wamena

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Dua WN Tiongkok Ditangkap Imigrasi Jayapura, Diduga Berburu Satwa Dilindungi untuk Konten Live

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Kemenimipas Resmikan Tiga Immigration Lounge dan Kukuhkan 53 PIMPASA di Sumut

Berita Terbaru

Petugas Imigrasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mengamankan seorang warga negara (WN) Australia berinisial BA yang diduga berkaitan dengan video aksi asusila yang viral di media sosial. BA diamankan saat hendak meninggalkan Indonesia pada Kamis (27/8) sekitar pukul 12.00 WITA.

Hukum & Kriminal

Imigrasi Amankan WN Australia Terkait Video Dugaan Aksi Asusila di Bali

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:19 WIB