Pipilaka Calling, Wahana Edukasi Anak yang Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tengah meningkatnya persoalan lingkungan dan bencana alam yang melanda berbagai wilayah di Indonesia,

tengah meningkatnya persoalan lingkungan dan bencana alam yang melanda berbagai wilayah di Indonesia,

JAKARTA –  Di tengah meningkatnya persoalan lingkungan dan bencana alam yang melanda berbagai wilayah di Indonesia, sebuah pengalaman edukatif berbasis seni, cerita, dan teknologi hadir untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Wahana bertajuk Pipilaka Calling resmi dibuka di Sarinah, Jakarta Pusat, sebagai ruang eksplorasi anak dan keluarga yang mengusung pesan cinta bumi.

Pipilaka Calling mengajak pengunjung memasuki dunia imajinatif bernama Vivi Laka-Laka, sebuah hutan sakral yang terinspirasi dari bahasa Sanskerta, di mana “laka-laka” berarti semut. Karakter semut menjadi simbol gotong royong, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Melalui pengalaman interaktif, anak-anak diajak mengenal pentingnya menjaga kebersihan, menanam pohon, serta membuang sampah pada tempatnya. Edukasi ini dikemas dalam bentuk ekspedisi digital, visual berwarna-warni, lagu, cerita, hingga aktivitas menggambar yang hasilnya dapat ditampilkan di layar besar, memberikan rasa kepemilikan dan keterlibatan langsung bagi anak-anak.

“Pesannya sangat sederhana, tapi penting: kita harus saling mencintai, peduli pada bumi, dan menjaga lingkungan. Hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menanam pohon harus dibiasakan sejak kecil,” ujar salah satu inisiator Pipilaka Calling.

Menurutnya, manusia selama ini terus mengambil dari alam tanpa cukup memberi kembali. Melalui Pipilaka Calling, anak-anak diperkenalkan pada konsep bahwa bumi, layaknya rumah sendiri, perlu dirawat dan dijaga agar tetap lestari, tidak hanya untuk manusia, tetapi juga bagi seluruh ekosistem yang hidup di dalamnya.

Tak sekadar wahana hiburan, Pipilaka Calling juga mengusung misi sosial. Seluruh hasil penjualan tiket senilai Rp50.000 akan disumbangkan 100 persen untuk mendukung pendidikan anak-anak berbakat di bidang kreatif dan digital. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun dan mengembangkan akses pendidikan kreatif yang lebih terjangkau.

Pipilaka Calling bekerja sama dengan institusi pendidikan kreatif yang telah berpengalaman lebih dari 15 tahun dan berhasil mendidik ratusan anak Indonesia hingga menembus industri animasi, gim, dan film internasional, termasuk di Jepang serta studio besar seperti Disney dan Pixar.

“Anak-anak Indonesia sangat kreatif dan berbakat, tapi akses pendidikannya masih terbatas dan mahal. Kami ingin membuka kesempatan agar mereka bisa berkembang dan berkontribusi bagi bangsa,” lanjutnya.

Peluncuran Pipilaka Calling turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan publik figur, di antaranya Yovie Widianto selaku Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Ketua Komisi IV DPR RI, serta sejumlah artis seperti Cinta Laura, Soimah, Ringgo Agus Rahman, dan Nirina Zubir yang terlibat secara sukarela dalam pengisi suara dan dukungan kreatif.

Kehadiran para tokoh tersebut dinilai sebagai bentuk apresiasi terhadap inisiatif edukasi yang menggabungkan hiburan, nilai sosial, dan kepedulian lingkungan.

Dengan mengusung semangat gotong royong layaknya koloni semut, Pipilaka Calling diharapkan menjadi ruang pembelajaran alternatif bagi anak-anak, terutama selama masa liburan, sekaligus mengajak orang dewasa untuk kembali mengingat tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi.

“Kalau semua orang mau melakukan sedikit kebaikan, dampaknya akan besar,” tutupnya.

Berita Terkait

Dosen UNIYAP Dr. Mansur Soroti Film “Pesta Babi”: PSN Merauke Dinilai Perlu Dikaji Ulang dan Berbasis Kearifan Lokal
Mahasiswa Hukum UNUSIA Soroti Militerisme dan Konflik Agraria Papua Lewat Nobar Film Pesta Babi
Direktorat Jenderal Imigrasi Dalami Dugaan Pelanggaran 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online
Kementerian Hukum Dorong Hilirisasi Riset Kampus Jadi Aset Ekonomi Nasional
Musthafa Kasim: Desa Jadi Fokus Utama Pembangunan Nasional di Munas II PAPDESI 2026
H. Jidan Sebut Munas II PAPDESI Momentum Strategis Perjuangkan Aspirasi Desa Se-Indonesia
Munas II PAPDESI 2026, Dedi Rivaldi Dorong Sinergi Pemerintah dan Organisasi Desa untuk Perkuat Pembangunan Daerah
Dinamika Internal Kanwil Kemenag Papua Jadi Sorotan, Abdul Kahar Yelipele: Mempermainkan Agama adalah Munafik 
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:29 WIB

Dosen UNIYAP Dr. Mansur Soroti Film “Pesta Babi”: PSN Merauke Dinilai Perlu Dikaji Ulang dan Berbasis Kearifan Lokal

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB

Mahasiswa Hukum UNUSIA Soroti Militerisme dan Konflik Agraria Papua Lewat Nobar Film Pesta Babi

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:09 WIB

Direktorat Jenderal Imigrasi Dalami Dugaan Pelanggaran 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:08 WIB

Kementerian Hukum Dorong Hilirisasi Riset Kampus Jadi Aset Ekonomi Nasional

Senin, 11 Mei 2026 - 16:49 WIB

Musthafa Kasim: Desa Jadi Fokus Utama Pembangunan Nasional di Munas II PAPDESI 2026

Berita Terbaru