Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyerahkan dana stimulan perbaikan rumah kepada 86 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Jumat (14/2/2026).
Bantuan tersebut diberikan sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025.
Penyaluran stimulan dilakukan agar masyarakat dapat segera memperbaiki rumahnya dan kembali menjalani kehidupan secara normal. Selain Tapanuli Utara, bantuan serupa juga disalurkan untuk wilayah terdampak lainnya di Aceh dan Sumatra Barat.
Dalam kesempatan itu, Pratikno menegaskan penyaluran dana stimulan merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemulihan pascabencana berjalan cepat dan tepat sasaran.
Pada hari ini sesuai arahan Bapak Presiden, melalui BNPB disalurkan stimulan untuk pembangunan kembali rumah bapak dan ibu yang rusak. Harapannya bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki rumah rusak ringan dan sedang, sehingga masyarakat bisa segera kembali ke rumah dan hidup normal,” ujar Pratikno.
Sebanyak 86 KK penerima bantuan di Tapanuli Utara tersebar di Kecamatan Tarutung, Sipoholon, Sipahutar, Simangumban, Purba Tua, Parmonangan, Pahae Jae, dan Adiankoting. Besaran bantuan ditetapkan Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang, dengan total nilai mencapai Rp1,95 miliar. Dana tersebut disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima.
Secara keseluruhan, total dana stimulan perbaikan rumah rusak ringan dan sedang yang disalurkan di Provinsi Sumatra Utara mencapai Rp10,8 miliar. Selain Tapanuli Utara, bantuan juga diberikan kepada 68 KK di Kabupaten Deli Serdang senilai Rp1,1 miliar, 249 KK di Kabupaten Tapanuli Selatan senilai Rp5,4 miliar, serta 134 KK di Kabupaten Humbang Hasundutan senilai Rp2,3 miliar.
Pratikno menekankan pemulihan pascabencana tidak hanya bertujuan mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga membangun wilayah terdampak agar lebih tangguh ke depan.
Kita tidak hanya harus mengembalikan kehidupan masyarakat menjadi normal, tetapi juga membangun kembali dengan lebih baik dan lebih tangguh. Ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat,” katanya.
Ia turut mengapresiasi sinergi pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, serta seluruh unsur yang terlibat sejak penanganan darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Agenda penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Kepala Staf Umum TNI Richard Tampubolon, Bupati Tapanuli Utara Jonius Hutabarat, Tenaga Ahli Kepala BNPB Fajar Setyawan, serta Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali, bersama perwakilan kementerian dan lembaga terkait lainnya.




































