Sekolah Rakyat di Madiun Dibuka, Korem 081/DSJ: Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah karena Ekonomi

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kasipers Korem 081/DSJ Letkol CKE Kasihono mengikuti rangkaian penetapan calon siswa Sekolah Rakyat Berintegrasi I di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.

Foto: Kasipers Korem 081/DSJ Letkol CKE Kasihono mengikuti rangkaian penetapan calon siswa Sekolah Rakyat Berintegrasi I di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.

MADIUN – Pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat. Upaya tersebut ditandai dengan penetapan calon siswa Sekolah Rakyat Berintegrasi I di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Jumat (31/7/2026).

Kasipers Korem 081/DSJ Letkol CKE Kasihono yang hadir dalam kegiatan itu menilai Sekolah Rakyat menjadi bukti keseriusan pemerintah memastikan setiap anak tetap memperoleh hak atas pendidikan, tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga.

“Melalui program ini diharapkan tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujar Kasihono usai kegiatan.

Kasihono mengatakan pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, kehadiran Sekolah Rakyat dinilai menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih unggul sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Menurutnya, sekolah tersebut tidak hanya memberikan akses belajar yang layak, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, membentuk karakter, dan memperoleh kesempatan yang setara dalam meraih cita-cita.

Kasihono juga menekankan bahwa keberhasilan program itu membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah.

Kasihono mengajak semua pihak menjaga semangat gotong royong agar Sekolah Rakyat benar-benar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi sarana mencetak generasi yang mandiri, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Penetapan calon siswa Sekolah Rakyat Berintegrasi I di Kabupaten Madiun menjadi salah satu langkah pemerintah memperluas pemerataan pendidikan sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

(Red)

Berita Terkait

Dankodaeral IV Tutup Diklat SPPI 2026, Lulusan Siap Jadi Penggerak Pembangunan Desa dan Kampung Nelayan
Kapolres Metro Jakarta Barat Jadi Khotib Jumat, Ajak Perkuat Sinergi Ulama dan Umara
HUT Kodaeral 2026, TNI AL Gelar Bakti Kesehatan dan Bansos untuk Warga Batam
Danrem Untoro: Jembatan Garuda Permudah Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga
Di Usia 74 Tahun, Mbah Kabul Tetap Pikul Pasir Demi Jembatan Garuda
Satresnarkoba Polres Sampang Borong Dua Penghargaan Bergengsi di Polda Jatim
Isu Dua Nama Calon Kapolri Disebut Sudah di Tangan Prabowo, Seluruhnya Berpangkat Komjen
Kolaborasi TNI, BPBD dan PDAM Bantu Warga Panggul Hadapi Krisis Air Bersih
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Sekolah Rakyat di Madiun Dibuka, Korem 081/DSJ: Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah karena Ekonomi

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:37 WIB

Kapolres Metro Jakarta Barat Jadi Khotib Jumat, Ajak Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:58 WIB

HUT Kodaeral 2026, TNI AL Gelar Bakti Kesehatan dan Bansos untuk Warga Batam

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:00 WIB

Danrem Untoro: Jembatan Garuda Permudah Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:47 WIB

Di Usia 74 Tahun, Mbah Kabul Tetap Pikul Pasir Demi Jembatan Garuda

Berita Terbaru