Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong percepatan pemulihan ekonomi pelaku usaha terdampak bencana di Sumatera melalui penguatan keterlibatan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik menyatakan peningkatan jumlah dapur dalam program MBG membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk terlibat sebagai pemasok.
Hal ini menuntut hadirnya pengusaha UMKM yang sehat, kuat, dan berdaya saing, dengan kemampuan menyediakan produk-produk berkualitas,” ujar Riza saat membuka Workshop Pengembangan Kapasitas Produksi Usaha Mikro Afirmatif Terdampak Bencana dan Peningkatan Kapasitas Usaha Mikro Mendukung MBG di Provinsi Sumatera Barat secara virtual, Sabtu (11/4).
Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing pelaku UMKM di wilayah terdampak bencana.
Melalui workshop tersebut, pemerintah juga mendorong penerapan kebijakan afirmatif di setiap dapur MBG, dengan mengutamakan penggunaan produk lokal dari pelaku UMKM.
Melalui workshop ini diharapkan lahir pengusaha UMKM unggul sebagai pemasok yang kuat dan berdaya saing, siap memenuhi kebutuhan dapur serta menjalin kerja sama dengan SPPG di seluruh Indonesia, khususnya di Sumatera Barat,” kata Riza.
Kegiatan ini diikuti sekitar 200 pelaku UMKM sektor pangan, pelaku operasional dapur, serta pelaku usaha afirmatif. Workshop tersebut menjadi rangkaian kedua dari program perluasan keterlibatan UMKM dalam MBG, setelah sebelumnya diawali dengan kegiatan webinar.
Selanjutnya, peserta akan mengikuti proses kurasi untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan lanjutan, hingga tahap temu mitra atau business matching dengan SPPG di wilayah Sumatera Barat.
Riza menambahkan, ke depan pelaku UMKM diharapkan dapat memainkan peran yang lebih besar dalam mendukung program strategis nasional sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Untuk itu, diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara Kementerian UMKM, Badan Gizi Nasional, serta pemerintah daerah dalam menyiapkan pelaku usaha yang berkualitas, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, pemenuhan standar keamanan pangan, hingga penguatan tata kelola usaha.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem MBG yang inklusif dan berkelanjutan, di mana pelaku UMKM tidak hanya berperan sebagai pendukung, tetapi juga mitra strategis dalam penyediaan pangan yang aman, bergizi, dan berkualitas bagi masyarakat.
Melalui sinergi antara dukungan afirmasi dan perluasan keterlibatan pengusaha UMKM dalam program MBG, diharapkan pelaku usaha terdampak bencana tidak hanya mampu bangkit, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan dan semakin berdaya saing,” ujarnya.




































