Keluhan Tarif Membengkak dan Layanan Berbelit, Pelanggan PAM Jaya Minta Evaluasi Menyeluruh

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Unit PAM Jaya Klender, Jl. Dermaga Raya, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. (Dok-okj/fn)

Foto: Unit PAM Jaya Klender, Jl. Dermaga Raya, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. (Dok-okj/fn)

JAKARTA – Seorang pelanggan Perumda Air Minum (PAM) Jaya mengeluhkan lonjakan tagihan air yang dinilai tidak wajar, disertai pelayanan yang dianggap tidak efektif dan membingungkan. Keluhan ini disampaikan oleh Fahmy, pelanggan dengan nomor sambungan 40023270 atas nama Yazid, yang berdomisili di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Fahmy mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun dirinya membayar tagihan air dalam kisaran normal, yakni sekitar Rp150.000 hingga Rp200.000 per bulan. Namun, sejak Oktober 2025, tagihan air tiba-tiba melonjak drastis hingga mencapai Rp700.000 per bulan.

“Awalnya kami tidak menyadari penyebabnya. Setelah dicek, ternyata ada kebocoran di keran tempat cuci piring, hal itulah yang menyebabkan adanya perubahan tarif yang awalnya dari golongan 2A2 kemudian berubah menjadi golongan 2A3. Keran itu sudah kami ganti dengan yang baru, tetapi tagihan tetap tinggi,” ujar Fahmy saat ditemui, Kamis (7/5/2026).

Meski sumber kebocoran telah diperbaiki, Fahmy mengaku tagihan air tidak kunjung kembali normal. Bahkan, berdasarkan pengecekan melalui layanan mobile banking, tagihan bulan April 2026 tercatat sebesar Rp611.934, meningkat signifikan dibandingkan tagihan bulan Maret sebesar Rp336.934 yang telah dibayarkan sebelumnya.

Merasa dirugikan, Fahmy menerangkan bahwa ia sebelumnya sudah mendatangi kantor pusat PAM Jaya di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Rabu (29/4/2026) lalu. Namun, ia justru diarahkan untuk mengajukan pengaduan ke unit pelayanan di Klender, Jakarta Timur, sesuai domisilinya.

Setibanya di kantor pelayanan Klender, Fahmy mengaku langsung diminta mengambil nomor antrean tanpa ada proses verifikasi awal terkait wilayah layanan. Ia pun harus menunggu hingga sekitar dua jam sebelum akhirnya dilayani.

“Setelah menunggu lama, petugas yang bernama Novita mengatakan bahwa pengaduan saya bukan di sini, melainkan di unit Gudang Air di Ciracas. Ini sangat membingungkan, karena sebelumnya saya diarahkan ke Klender,” jelasnya.

Fahmy menyayangkan tidak adanya informasi yang jelas sejak awal, baik dari petugas keamanan maupun sistem pelayanan di lokasi. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan lemahnya standar operasional prosedur (SOP) dalam pelayanan publik.

Setelah terjadi perdebatan, Novita petugas PAM Jaya di Klender akhirnya bersedia membantu dalam pengajuan perubahan tarif dari status golongan 2A3 ke 2A2, dengan meneruskan pengaduan Fahmy ke unit terkait di Gudang Air, Ciracas. Fahmy kemudian diminta untuk memberikan nomor telepon yang terhubung dengan aplikasi WhatsApp.

Pada hari yang sama, sekitar pukul 16.58 WIB, Fahmy menerima pesan WhatsApp dari pihak PAM Jaya Gudang Air yang meminta kelengkapan dokumen untuk proses peninjauan penurunan golongan tarif. Dokumen yang diminta meliputi KTP, Kartu Keluarga (KK), dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Fahmy mengaku telah memenuhi seluruh permintaan tersebut. Namun hingga Minggu (3/5/2026), tidak ada tindak lanjut atau informasi lanjutan yang diterima dari pihak PAM Jaya.

“Sudah kami kirim semua dokumen yang diminta, tapi tidak ada kabar lagi. Tiba-tiba tagihan malah naik. Ini membuat kami sangat kecewa,” tegasnya.

Fahmy juga menegaskan bahwa penggunaan air di rumahnya tergolong minim. Ia hanya menggunakan tiga titik keran, yakni untuk kamar mandi, cuci piring, dan mencuci pakaian.

“Kami tidak punya mobil, hanya motor dan itu pun jarang dicuci. Tidak ada aktivitas lain seperti menyiram tanaman atau penggunaan berlebihan. Jadi sangat tidak masuk akal jika tagihan sebesar ini,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, Fahmy berharap manajemen PAM Jaya, khususnya Direktur Utama, dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan penanganan keluhan pelanggan, terutama di tingkat unit pelayanan.

Ia menekankan pentingnya kejelasan prosedur, respons cepat terhadap pengaduan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lapangan.

“Kami hanya ingin pelayanan yang jelas, transparan, dan manusiawi. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena sistem yang tidak berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PAM Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Semarak Lomba Karaoke HUT ke-81 RI, Warga RW 015 Bidara Cina Rayakan Kemerdekaan dengan Nada dan Lagu
Polda Metro Jaya Siagakan 9.242 Personel Amankan 47 Kegiatan di Jakarta, Aspirasi Publik Dikawal Tetap Tertib
Merdekaria 2026 di Ancol: Gratis Tiket Masuk pada 17 Agustus, Hadirkan Perayaan Kemerdekaan untuk Semua Kalangan
Wakil Ketua DPR RI Dukung Gerakan Nasional Stop Bullying, Film Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu
Festival UMKM dan Lomba Melukis Polda Metro Jaya Meriahkan HUT ke-81 RI
Usai Shalat Subuh, Jamaah Musholla Nurul Ihsan Bidara Cina Gelar Maulid dan Pengajian Simthudurror
Jakarta Anti Culun Hadirkan Panggung Inklusif, Sehat dan Bebas Narkoba Lewat Balik Nge Gigs
Pedagang Tegaskan Dukung Revitalisasi Pasar Taman Puring, Harapkan Pemprov DKI Segera Realisasikan Pembangunan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:28 WIB

Semarak Lomba Karaoke HUT ke-81 RI, Warga RW 015 Bidara Cina Rayakan Kemerdekaan dengan Nada dan Lagu

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 9.242 Personel Amankan 47 Kegiatan di Jakarta, Aspirasi Publik Dikawal Tetap Tertib

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Merdekaria 2026 di Ancol: Gratis Tiket Masuk pada 17 Agustus, Hadirkan Perayaan Kemerdekaan untuk Semua Kalangan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Wakil Ketua DPR RI Dukung Gerakan Nasional Stop Bullying, Film Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Festival UMKM dan Lomba Melukis Polda Metro Jaya Meriahkan HUT ke-81 RI

Berita Terbaru

Foto: Sejumlah umat Katolik berfoto bersama usai mengikuti Misa Syukur Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gereja Santo Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (21/8/2026).

Komunitas

Misa Syukur OCI, Kardinal Suharyo Tekankan Makna Kemerdekaan

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:20 WIB

Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya menjaga harga daging ayam di tingkat yang seimbang agar tetap terjangkau masyarakat sekaligus memberikan keuntungan yang layak bagi peternak.

Bisnis Ekonomi

Mendag Soroti Harga Ayam, Minta Tetap Beri Insentif Peternak

Jumat, 21 Agu 2026 - 12:46 WIB