JAKARTA – Program hapus tato gratis yang digelar dalam rangka menyambut bulan puasa sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Baznas (Bazis) Kota Administrasi Jakarta Pusat bekerja sama dengan PKK serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Sebanyak 100 peserta mengikuti program tersebut selama dua hari, dengan kuota 50 peserta setiap harinya. Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari wilayah Jakarta, tetapi juga dari daerah penyangga seperti Bekasi dan Cibitung.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari membludaknya pendaftar melalui tautan pendaftaran yang telah disediakan panitia.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengatakan berdasarkan dialog dengan para peserta, sebagian besar berharap program hapus tato gratis dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, proses menghilangkan tato tidak cukup dilakukan satu atau dua kali, melainkan membutuhkan beberapa kali tindakan hingga hasilnya benar-benar bersih.
“Beberapa peserta mengaku telah menjalani prosedur penghapusan tato hingga delapan sampai sepuluh kali di layanan berbayar. Biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit, mulai dari sekitar Rp2 juta untuk sekali tindakan hingga mencapai puluhan juta rupiah, namun hasilnya belum sepenuhnya bersih,” ujar Arifin di Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Senin (29/6/2026).
Selain membutuhkan biaya yang besar, para peserta juga mengaku proses menghapus tato terasa lebih menyakitkan dibandingkan saat membuat tato.
Melalui program ini, penyelenggara berharap masyarakat yang ingin menghapus tato dapat terbantu, sekaligus menjadikan pengalaman para peserta sebagai pembelajaran agar lebih bijak sebelum memutuskan membuat tato permanen.
Program sosial ini juga diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin memulai lembaran hidup baru tanpa terkendala biaya penghapusan tato yang relatif mahal.




































