Karantina DKI Pangkas Waktu Layanan Impor-Ekspor, Sertifikasi Ditarget Rampung Maksimal 110 Menit

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) DKI Jakarta menargetkan penyelesaian sertifikasi impor dalam waktu maksimal 100 menit dan sertifikasi ekspor selama 110 menit.

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) DKI Jakarta menargetkan penyelesaian sertifikasi impor dalam waktu maksimal 100 menit dan sertifikasi ekspor selama 110 menit.

JAKARTA – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) DKI Jakarta menargetkan penyelesaian sertifikasi impor dalam waktu maksimal 100 menit dan sertifikasi ekspor selama 110 menit. Komitmen tersebut menjadi bagian dari standar pelayanan publik terbaru yang disusun untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mempercepat arus logistik nasional.

Target tersebut disampaikan dalam forum Public Hearing Standar Pelayanan Publik (SPP) yang digelar di Aula Museum Maritim Indonesia, Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (8/7). Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, pelaku usaha, dan pengguna jasa guna menyerap masukan terhadap penyusunan standar pelayanan yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Kepala Karantina DKI Jakarta, Amir Hasanuddin, mengatakan transformasi digital menjadi salah satu strategi utama untuk memangkas rantai birokrasi tanpa mengurangi kualitas pengawasan terhadap lalu lintas komoditas.

Menurutnya, percepatan layanan tersebut didukung kesiapan petugas karantina yang bekerja dengan standar kompetensi tinggi serta penerapan manajemen risiko dalam setiap proses pemeriksaan.

“Kami ingin memastikan seluruh proses pemeriksaan berjalan efektif, akuntabel, dan tetap menjamin keamanan komoditas yang keluar maupun masuk melalui wilayah kerja Karantina DKI Jakarta,” ujar Amir.

Dalam forum tersebut, Keasistenan Utama Manajemen Pencegahan Maladministrasi Ombudsman RI menilai keterbukaan standar pelayanan menjadi langkah penting dalam mencegah praktik maladministrasi maupun pungutan liar. Standar pelayanan yang dipublikasikan secara terbuka dinilai dapat memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha mengenai prosedur, biaya, hingga waktu penyelesaian layanan.

Sementara itu, Inspektur Badan Karantina Indonesia, Riswan, menegaskan pengawasan internal akan terus diperkuat guna memastikan implementasi Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) berjalan secara konsisten.

Forum tersebut juga menyoroti pentingnya pengawasan biosekuriti di pintu masuk utama Indonesia. Pakar biosekuriti nasional, Arifin Tasrif, menyebut Pelabuhan Tanjung Priok memiliki peran strategis karena menjadi salah satu jalur utama keluar-masuk komoditas yang berpotensi membawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) maupun Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Ia mengingatkan Pulau Jawa masih menjadi penopang utama produksi pangan nasional dengan kontribusi sekitar 55 persen terhadap produksi padi Indonesia. Karena itu, pengawasan karantina dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan dan mencegah masuknya ancaman penyakit maupun organisme pengganggu dari luar daerah maupun luar negeri.

Sebagai penutup, Karantina DKI Jakarta menandatangani berita acara bersama perwakilan asosiasi pelaku usaha sekaligus menetapkan Maklumat Pelayanan.

Melalui maklumat tersebut, instansi menyatakan komitmennya untuk memberikan pelayanan sesuai standar yang telah ditetapkan serta siap menerima sanksi atau memberikan kompensasi apabila layanan tidak memenuhi standar yang telah disepakati.

Berita Terkait

KAMAKSI Apresiasi Prestasi Bank Jakarta, Dorong Transformasi Digital Beriringan dengan GCG
Pasar Jambu Dua Bogor Sepi Pembeli, Pedagang Harap Pengelola Turun Tangan
Toko Dani Blok Aneka Jaya
Tubagus Bahrudin Sampaikan Selamat kepada Da’i Bachtiar atas Penunjukan sebagai Komisaris Bank Mayapada
Prabowo di KTT BRICS: Pembangunan Berkelanjutan Harus Tangguh Hadapi Bencana
Lyall Gorman Sampaikan Selamat, Tubagus Bahrudin Perkuat Jejaring Dunia Usaha Internasional
Sheikh Abdullah Kamel Ucapkan Selamat, Tubagus Bahrudin Pimpin Persatuan Pengusaha Ekspor dan Importir Indonesia
Arse Pane Penuhi Undangan Breakfast Head of Area I PT BIMA H Syamsul Bahri di Medan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:20 WIB

KAMAKSI Apresiasi Prestasi Bank Jakarta, Dorong Transformasi Digital Beriringan dengan GCG

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:05 WIB

Pasar Jambu Dua Bogor Sepi Pembeli, Pedagang Harap Pengelola Turun Tangan

Selasa, 29 September 2026 - 17:37 WIB

Toko Dani Blok Aneka Jaya

Minggu, 27 September 2026 - 18:20 WIB

Tubagus Bahrudin Sampaikan Selamat kepada Da’i Bachtiar atas Penunjukan sebagai Komisaris Bank Mayapada

Jumat, 18 September 2026 - 18:21 WIB

Prabowo di KTT BRICS: Pembangunan Berkelanjutan Harus Tangguh Hadapi Bencana

Berita Terbaru