BANDUNG – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membukukan potensi transaksi dan komitmen kemitraan senilai Rp6,88 miliar melalui KUMITRA Jambore 2026 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/7). Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pasar sekaligus memperkuat kemitraan bagi pelaku usaha mikro agar mampu naik kelas.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengatakan KUMITRA Jambore 2026 mengusung tema Bertemu, Bermitra, Bertumbuh sebagai wadah mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai mitra strategis, mulai dari dunia usaha, ritel modern, industri, marketplace, lembaga pembiayaan hingga perguruan tinggi.
“KUMITRA menjadi instrumen untuk memperkuat ekosistem usaha mikro melalui kemitraan, akses pasar, dan penguatan rantai pasok nasional yang terintegrasi,” ujar Helvi saat membuka KUMITRA Jambore 2026 sekaligus memberikan kuliah umum di Universitas Sangga Buana YPKP, Bandung.
Helvi menjelaskan program tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional yang diperkuat melalui implementasi PRO-KESRA Produktif. Pemerintah, kata dia, menargetkan lahirnya 10 juta penduduk yang berusaha dan bekerja melalui penguatan ekosistem kewirausahaan.
Ia menambahkan seluruh layanan pendampingan usaha kini diintegrasikan melalui platform SAPA UMKM yang mencakup legalitas usaha, pembiayaan, hingga akses pasar berbasis data agar lebih tepat sasaran.
Menurut Helvi, Jawa Barat memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan sekitar 5,4 juta pelaku UMKM. Namun, mayoritas masih berada pada skala mikro dan menghadapi tantangan berupa keterbatasan legalitas usaha, akses pembiayaan, teknologi, hingga jaringan pemasaran.
“Tugas kita bukan hanya menambah jumlah pengusaha, tetapi memastikan mereka mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas,” katanya.
Melalui proses kurasi produk dan penjajakan kemitraan yang dilakukan selama penyelenggaraan KUMITRA Jambore 2026, pemerintah mencatat potensi transaksi mencapai Rp6,88 miliar.
Helvi menilai capaian tersebut menunjukkan produk-produk usaha mikro di Jawa Barat memiliki kualitas dan kapasitas untuk bersaing di pasar yang lebih luas.
“Capaian senilai Rp6,88 miliar ini bukan sekadar angka. Ini merupakan bukti bahwa produk pengusaha mikro di Jawa Barat memiliki kualitas, kapasitas, dan peluang untuk menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.
KUMITRA Jambore 2026 diikuti lebih dari 1.000 peserta yang berasal dari pelaku usaha binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung, PLUT UMKM se-Jawa Barat, komunitas UMKM, hingga ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung.
Helvi berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan lebih banyak kemitraan usaha, membuka akses pasar yang lebih luas, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Helvi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, Universitas Sangga Buana YPKP, Bank BJB, serta seluruh mitra strategis yang telah mendukung penyelenggaraan KUMITRA Jambore 2026.




































