KUMITRA Jambore 2026 Raup Potensi Transaksi Rp6,88 Miliar, Kementerian UMKM Genjot Wirausaha Muda

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membukukan potensi transaksi dan komitmen kemitraan senilai Rp6,88 miliar melalui KUMITRA Jambore 2026 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/7).

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membukukan potensi transaksi dan komitmen kemitraan senilai Rp6,88 miliar melalui KUMITRA Jambore 2026 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/7).

BANDUNG – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membukukan potensi transaksi dan komitmen kemitraan senilai Rp6,88 miliar melalui KUMITRA Jambore 2026 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/7). Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pasar sekaligus memperkuat kemitraan bagi pelaku usaha mikro agar mampu naik kelas.

Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengatakan KUMITRA Jambore 2026 mengusung tema Bertemu, Bermitra, Bertumbuh sebagai wadah mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai mitra strategis, mulai dari dunia usaha, ritel modern, industri, marketplace, lembaga pembiayaan hingga perguruan tinggi.

“KUMITRA menjadi instrumen untuk memperkuat ekosistem usaha mikro melalui kemitraan, akses pasar, dan penguatan rantai pasok nasional yang terintegrasi,” ujar Helvi saat membuka KUMITRA Jambore 2026 sekaligus memberikan kuliah umum di Universitas Sangga Buana YPKP, Bandung.

Helvi menjelaskan program tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional yang diperkuat melalui implementasi PRO-KESRA Produktif. Pemerintah, kata dia, menargetkan lahirnya 10 juta penduduk yang berusaha dan bekerja melalui penguatan ekosistem kewirausahaan.

Ia menambahkan seluruh layanan pendampingan usaha kini diintegrasikan melalui platform SAPA UMKM yang mencakup legalitas usaha, pembiayaan, hingga akses pasar berbasis data agar lebih tepat sasaran.

Menurut Helvi, Jawa Barat memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan sekitar 5,4 juta pelaku UMKM. Namun, mayoritas masih berada pada skala mikro dan menghadapi tantangan berupa keterbatasan legalitas usaha, akses pembiayaan, teknologi, hingga jaringan pemasaran.

“Tugas kita bukan hanya menambah jumlah pengusaha, tetapi memastikan mereka mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas,” katanya.

Melalui proses kurasi produk dan penjajakan kemitraan yang dilakukan selama penyelenggaraan KUMITRA Jambore 2026, pemerintah mencatat potensi transaksi mencapai Rp6,88 miliar.
Helvi menilai capaian tersebut menunjukkan produk-produk usaha mikro di Jawa Barat memiliki kualitas dan kapasitas untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

“Capaian senilai Rp6,88 miliar ini bukan sekadar angka. Ini merupakan bukti bahwa produk pengusaha mikro di Jawa Barat memiliki kualitas, kapasitas, dan peluang untuk menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.

KUMITRA Jambore 2026 diikuti lebih dari 1.000 peserta yang berasal dari pelaku usaha binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung, PLUT UMKM se-Jawa Barat, komunitas UMKM, hingga ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung.

Helvi berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan lebih banyak kemitraan usaha, membuka akses pasar yang lebih luas, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Helvi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, Universitas Sangga Buana YPKP, Bank BJB, serta seluruh mitra strategis yang telah mendukung penyelenggaraan KUMITRA Jambore 2026.

Berita Terkait

Tokoh Muslim Papua Sampaikan Dukungan terhadap Dr. Amirullah untuk Calon Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua Periode 2026-2031
Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN
GNK Soroti Peran Jokowi, Minta PSI Fokus Benahi Internal Sebelum Bidik Pilpres 2029
AHY Dorong KUNCI Bersama Jadi Motor Pertumbuhan Baru Jabar-Jateng Berbasis Aglomerasi Polisentris
Konferensi Cabang Perdana PCNU se-Papua Pegunungan Perkuat Konsolidasi Organisasi, Teguhkan Komitmen Pengabdian untuk Umat dan Bangsa
Tarif PNBP Kemenkum Disesuaikan, Merek UMKM Tetap Rp500 Ribu dan Hak Cipta Lagu Gratis Mulai Agustus 2026
Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir Minta Pejabat Baru Tinggalkan Pola Kerja Lama, Fokus Ciptakan Inovasi
Tito Karnavian Tinjau Program BSPS di Bandung, Soroti ‘Tender Rakyat’ yang Transparan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:00 WIB

KUMITRA Jambore 2026 Raup Potensi Transaksi Rp6,88 Miliar, Kementerian UMKM Genjot Wirausaha Muda

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:36 WIB

Tokoh Muslim Papua Sampaikan Dukungan terhadap Dr. Amirullah untuk Calon Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua Periode 2026-2031

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:14 WIB

Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:34 WIB

GNK Soroti Peran Jokowi, Minta PSI Fokus Benahi Internal Sebelum Bidik Pilpres 2029

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:51 WIB

AHY Dorong KUNCI Bersama Jadi Motor Pertumbuhan Baru Jabar-Jateng Berbasis Aglomerasi Polisentris

Berita Terbaru

Foto: Direktur Utama RSKO Jakarta, dr. Yuwanda Nova, berfoto bersama narasumber dan peserta usai Forum Konsultasi Publik (FKP) di RSKO Jakarta, Kamis (30/7/2026).

News Metropolitan

RSKO Jakarta Gandeng Masyarakat Perkuat Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:57 WIB

Foto: Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bersama Lurah Kayu Putih, Tuti Sugihastuti, meninjau sekaligus mengisi biopori jumbo dengan sampah organik di RW 13, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (29/7/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Kayu Putih Perluas Biopori Jumbo, Siap Terapkan Wajib Pilah Sampah Mulai 1 Agustus

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:04 WIB