R. Sandy Tumiwa: Jangan Biarkan Potongan Video Presiden Mengalahkan Akal Sehat Bangsa

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Humas Setya Kita Pancasila (SKP), R. Sandy Tumiwa. (Dok-Istimewa)

Foto: Humas Setya Kita Pancasila (SKP), R. Sandy Tumiwa. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Maraknya potongan video pidato Presiden mengenai isu penggilingan beras yang viral di media sosial dinilai menjadi bukti bahwa ruang digital saat ini lebih mengedepankan sensasi dibandingkan substansi. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membentuk opini publik yang tidak utuh terhadap kebijakan negara.

Humas Setya Kita Pancasila (SKP), R. Sandy Tumiwa, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh oleh potongan informasi yang sengaja dilepaskan dari konteksnya.

“Di era algoritma media sosial, yang sering menang bukanlah kebenaran, melainkan konten yang paling mampu memancing emosi. Akibatnya, pidato yang memiliki pesan kebangsaan dan kebijakan publik bisa berubah menjadi bahan lelucon hanya karena dipotong beberapa detik,” ujar Sandy, Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, polemik mengenai pernyataan Presiden terkait angka Rp2 triliun seharusnya dipahami secara utuh. Ia menilai pemerintah melalui Menteri Pertanian telah memberikan penjelasan bahwa angka tersebut bukan menggambarkan keuntungan normal usaha penggilingan beras, melainkan dikaitkan dengan dugaan praktik kecurangan mutu beras yang merugikan masyarakat.

Foto: R. Sandy Tumiwa, S.H., Menjaga Martabat dan Akal Sehat Bangsa. (Dok-Istimewa)

Sandy menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi, namun kritik harus dibangun di atas informasi yang lengkap.

“Kalau masyarakat hanya melihat potongan 30 detik, maka yang lahir bukan pemahaman, melainkan persepsi yang mudah digiring. Kita harus membiasakan diri melihat pidato secara utuh sebelum mengambil kesimpulan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa sektor pangan merupakan bagian strategis yang berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat. Karena itu, diskusi publik seharusnya lebih berfokus pada upaya memberantas dugaan penyimpangan tata niaga pangan daripada terjebak pada narasi yang mengaburkan substansi persoalan.

“Setya Kita Pancasila mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan media sosial sebagai ruang edukasi, bukan ruang adu emosi. Demokrasi membutuhkan masyarakat yang kritis, tetapi juga adil dalam menilai informasi. Jangan sampai algoritma menentukan cara kita berpikir, sementara akal sehat justru ditinggalkan,” tegas Sandy.

Ia berharap masyarakat semakin bijak dalam menyikapi informasi digital dengan membiasakan memeriksa sumber, membaca konteks secara utuh, serta tidak terburu-buru menyebarkan potongan video yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

“Bangsa yang besar bukan bangsa yang paling cepat bereaksi, melainkan bangsa yang mampu berpikir jernih sebelum mengambil sikap. Literasi digital hari ini adalah bagian dari menjaga persatuan dan kualitas demokrasi Indonesia,” pungkas R. Sandy Tumiwa.

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

GNK Apresiasi Penunjukan Kombes Pol Ferli Hidayat sebagai Koorspripim Polri, Nilai Sosok Berintegritas dan Tepat Emban Amanah
Menko Polkam Minta Karhutla Pulang Pisau Segera Dipadamkan, Utamakan Keselamatan Petugas
BGN Prioritaskan Program MBG di Daerah dengan Angka Stunting Tinggi
GNK Desak Aparat Penegak Hukum Percepat Penanganan Dugaan Korupsi di Kabupaten Maybrat
BPA Lelang Aset Rampasan Benny Tjokro Rp129,15 Miliar, 16 Apartemen dan 24 Bidang Tanah Laku Terjual
Polri Perkuat Mitigasi Karhutla Hadapi El Nino 2026, Kesiapsiagaan Nasional Ditingkatkan Sesuai Arahan Presiden
KUMITRA Jambore 2026 Raup Potensi Transaksi Rp6,88 Miliar, Kementerian UMKM Genjot Wirausaha Muda
Tokoh Muslim Papua Sampaikan Dukungan terhadap Dr. Amirullah untuk Calon Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua Periode 2026-2031
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 23:59 WIB

R. Sandy Tumiwa: Jangan Biarkan Potongan Video Presiden Mengalahkan Akal Sehat Bangsa

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:01 WIB

GNK Apresiasi Penunjukan Kombes Pol Ferli Hidayat sebagai Koorspripim Polri, Nilai Sosok Berintegritas dan Tepat Emban Amanah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Menko Polkam Minta Karhutla Pulang Pisau Segera Dipadamkan, Utamakan Keselamatan Petugas

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:28 WIB

BGN Prioritaskan Program MBG di Daerah dengan Angka Stunting Tinggi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 00:18 WIB

GNK Desak Aparat Penegak Hukum Percepat Penanganan Dugaan Korupsi di Kabupaten Maybrat

Berita Terbaru

Foto: Kolase Zanzabella. (Dok-Istimewa)

Artis

Zanzabella Mengaku Gio Lovers Dan Mendukung Sarwendah

Minggu, 2 Agu 2026 - 22:10 WIB

Muhammad FA Wibowo (tengah) dari Indonesia, menjadi Juara I lomba gokart, pada IAME Seri Round 5 di South Garda Karting, Lonato Italia, pada musim kompetisi 2026. (Foto: Ist.)

Otomatif

Muhammad FA Wibowo Raih Kemenangan Kedua di Italia

Minggu, 2 Agu 2026 - 20:48 WIB