Bogor – Setiap tanggal 9 Agustus, dunia memperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia. Peringatan ini menjadi pengingat akan pentingnya peran masyarakat adat dalam menjaga kelestarian alam, budaya, dan keberlanjutan hidup.
Pemerhati lingkungan dan budaya, Andy Java, menegaskan bahwa masyarakat adat memiliki peran strategis yang tidak bisa diabaikan dalam menghadapi krisis lingkungan saat ini.
“Masyarakat adat adalah penjaga hutan, penjaga air, dan penjaga cerita leluhur. Mereka sudah ribuan tahun hidup selaras dengan alam. Kearifan yang mereka miliki justru jawaban atas krisis lingkungan yang kita hadapi hari ini,” ujar Andy Java saat ditemui di Kalapanunggal, Minggu, (9/8/2026).
Andy menilai peringatan 9 Agustus tidak boleh berhenti sebagai acara seremonial. Menurutnya, negara dan seluruh elemen masyarakat harus hadir untuk mengakui dan melindungi hak-hak masyarakat adat atas tanah, wilayah, dan budaya.
“Tanpa akar budaya dan tanpa hutan yang dijaga masyarakat adat, kita kehilangan identitas dan masa depan. Menjaga masyarakat adat sama dengan menjaga masa depan Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Andy mengajak generasi muda untuk kembali belajar nilai-nilai yang dipegang masyarakat adat. Nilai gotong royong, kesederhanaan, dan penghormatan pada alam dinilai sangat relevan di tengah gaya hidup modern.
“Jangan lihat mereka sebagai masa lalu. Mereka adalah bagian dari hari ini dan solusi untuk masa depan. Mari kita hormati, kita dengarkan, dan kita jaga bersama,” tutupnya.
Sepanjang bulan Agustus, berbagai komunitas dan lembaga di Indonesia menggelar kegiatan seperti diskusi budaya, pameran kerajinan adat, hingga kampanye pelestarian lingkungan untuk memperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia.
Peringatan tahun ini mengusung semangat keberagaman, penghormatan, dan keberlanjutan sebagai kunci menjaga bumi untuk generasi mendatang.
Red




































