Konferwil NU Papua Pegunungan Kembali Percayakan KH. Ahmad Shalehuddin dan H. Abdul Kahar Yelipele Pimpin Organisasi

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Papua Pegunungan yang berlangsung di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Selasa, 11 Agustus 2026. (Dok: Istimewa)

Foto: Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Papua Pegunungan yang berlangsung di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Selasa, 11 Agustus 2026. (Dok: Istimewa)

WAMENA – Konferensi Wilayah (Konferwil) Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Papua Pegunungan kembali memberikan kepercayaan kepada KH. Ahmad Shalehuddin sebagai Rois Syuriyah dan H. Abdul Kahar Yelipele, M.Pd.I. sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Papua Pegunungan.

Keduanya kembali mendapatkan amanah kepemimpinan dalam Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Papua Pegunungan yang berlangsung di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Selasa (11/8/2026).

Keputusan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi NU di Papua Pegunungan, khususnya dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi di tengah karakteristik masyarakat dan tantangan pembangunan di wilayah tersebut.

Kembali dipercayakannya KH. Ahmad Shalehuddin dan H. Abdul Kahar Yelipele dinilai menjadi momentum untuk melanjutkan berbagai agenda pengabdian NU, terutama dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, kaderisasi, serta penguatan persatuan dan kerukunan masyarakat.

Kepemimpinan di lingkungan NU tidak semata-mata dipandang sebagai posisi struktural. Amanah tersebut memiliki dimensi moral, organisatoris, dan sosial yang menuntut kemampuan menjaga marwah jam’iyah, membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, serta memastikan keberadaan NU dapat memberikan manfaat nyata bagi umat.

Dalam konteks Papua Pegunungan, tanggung jawab tersebut memiliki arti strategis. Keberagaman masyarakat membutuhkan pendekatan yang mengedepankan persaudaraan, dialog, keteladanan, serta penghormatan terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.

Karena itu, kepemimpinan PWNU Papua Pegunungan diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah ke dalam kerja organisasi yang konstruktif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Dr. Kukman Umahfagur, menyampaikan pesan penting mengenai makna Konferwil dan amanah kepengurusan NU.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Konferensi Wilayah bukan sekadar forum untuk memilih atau menetapkan struktur kepengurusan. Lebih dari itu, konferensi merupakan bagian dari proses regenerasi, konsolidasi, dan penguatan khidmah NU kepada masyarakat.

Menurutnya, seluruh tahapan konferensi harus dilaksanakan dengan mengedepankan musyawarah, persaudaraan, keikhlasan, serta tanggung jawab untuk menjaga marwah organisasi.

“Amanah tersebut bukanlah sebuah kebanggaan semata, melainkan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada organisasi, kepada masyarakat, maupun di hadapan Allah SWT,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan perwakilan PBNU tersebut.

Pesan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa kepemimpinan dalam NU harus ditempatkan sebagai sarana pengabdian, bukan tujuan untuk memperoleh kedudukan ataupun kepentingan pribadi.

Para pengurus yang memperoleh amanah diharapkan mampu menjalankan tugas secara kolektif dan mengutamakan kepentingan jam’iyah serta kemaslahatan masyarakat.

“Berpikir dan bekerja untuk NU hendaknya tidak didasari oleh kepentingan pribadi, jabatan, ataupun kepentingan kelompok, tetapi semata-mata untuk membesarkan jam’iyah, menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat, bangsa, dan negara,” menjadi salah satu pokok pesan dalam sambutan tersebut.

PBNU juga memberikan perhatian terhadap pentingnya peran NU dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat Papua Pegunungan.

Kepengurusan yang terbentuk melalui Konferwil diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.

Ketiga prinsip tersebut menjadi landasan penting bagi NU dalam membangun kehidupan keagamaan dan sosial yang harmonis.

Di Papua Pegunungan, semangat tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui kehadiran NU yang membawa pesan Islam yang damai, moderat, inklusif, dan rahmatan lil ‘alamin.

Dengan pendekatan tersebut, NU diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi internal organisasi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam membangun hubungan sosial yang sehat serta memperkuat kerukunan antarwarga.

Kepemimpinan yang kembali dipercayakan kepada KH. Ahmad Shalehuddin dan H. Abdul Kahar Yelipele menjadi kesempatan untuk memperkuat arah tersebut melalui kerja organisasi yang terencana dan berkesinambungan.

Amanah baru yang diberikan juga membawa sejumlah tanggung jawab. Konsolidasi struktur organisasi, penguatan kaderisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan program pendidikan dan sosial menjadi bagian penting yang perlu mendapatkan perhatian.

NU Papua Pegunungan juga diharapkan dapat terus membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, serta elemen masyarakat lainnya.

Kerja organisasi yang solid dan terbuka diperlukan agar program-program NU dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutan PBNU, para pengurus juga diingatkan agar bekerja secara kolektif, profesional, transparan, dan penuh keikhlasan.

Jabatan, dalam perspektif khidmah NU, bukanlah ukuran kehormatan seseorang. Sebaliknya, jabatan merupakan sarana untuk memberikan manfaat dan meninggalkan warisan kebaikan bagi generasi berikutnya.

“Jangan jadikan jabatan sebagai tujuan, tetapi jadikan jabatan sebagai jalan untuk mengabdi,” menjadi pesan yang relevan dengan amanah kepemimpinan yang kembali diberikan kepada jajaran PWNU Papua Pegunungan.

Ke depan, PWNU Papua Pegunungan diharapkan dapat memperkuat peran organisasi dalam sejumlah bidang strategis.

Di bidang pendidikan, NU memiliki ruang pengabdian melalui pengembangan lembaga pendidikan dan peningkatan kualitas kader. Di bidang keagamaan, penguatan dakwah yang moderat dan mengedepankan kedamaian menjadi bagian penting dari khidmah organisasi.

Sementara dalam bidang sosial kemasyarakatan, NU diharapkan dapat hadir secara nyata untuk membantu masyarakat serta membangun kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial.

Seluruh agenda tersebut membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengonsolidasikan potensi organisasi secara menyeluruh.

Kembali dipercayakannya KH. Ahmad Shalehuddin sebagai Rois Syuriyah dan H. Abdul Kahar Yelipele sebagai Ketua PWNU Papua Pegunungan dengan demikian bukan hanya menjadi momentum pergantian atau keberlanjutan struktur, tetapi juga kesempatan untuk melakukan penguatan organisasi secara lebih terarah.

Konferwil NU Papua Pegunungan juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan di lingkungan internal organisasi.

Perbedaan pandangan yang mungkin muncul dalam dinamika organisasi diharapkan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan mekanisme organisasi. Setelah keputusan ditetapkan, seluruh elemen diharapkan kembali menyatukan langkah untuk menjalankan program kerja dan menjaga soliditas jam’iyah.

Kepemimpinan yang kuat bukan hanya ditentukan oleh figur yang berada di struktur, tetapi juga oleh kemampuan membangun kebersamaan dan menggerakkan seluruh unsur organisasi.

Karena itu, keberlanjutan kepemimpinan KH. Ahmad Shalehuddin dan H. Abdul Kahar Yelipele diharapkan dapat diikuti dengan penguatan koordinasi antara jajaran syuriyah, tanfidziyah, badan otonom, lembaga, serta seluruh kader NU di Papua Pegunungan.

Pada saat yang sama, NU dituntut untuk tetap terbuka terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan tradisi keislaman yang menjadi karakter organisasi.

Atas kembali dipercayakannya amanah tersebut, KH. Ahmad Shalehuddin dan H. Abdul Kahar Yelipele diharapkan mampu melanjutkan pengabdian dengan semangat yang semakin kuat.

Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab untuk memastikan NU terus tumbuh sebagai organisasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat Papua Pegunungan.

Kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan, keteladanan, persatuan, dan kemaslahatan diharapkan dapat memperkuat posisi NU sebagai bagian dari elemen masyarakat yang ikut menjaga kehidupan keagamaan, sosial, pendidikan, dan kebangsaan.

Dengan semangat NU Bangkit, NU Bersatu, NU Mengabdi, kepengurusan PWNU Papua Pegunungan diharapkan mampu menjadikan periode kepemimpinan berikutnya sebagai fase penguatan organisasi sekaligus perluasan manfaat bagi masyarakat.

Selamat kepada KH. Ahmad Shalehuddin atas kembali dipercayakan sebagai Rois Syuriyah PWNU Provinsi Papua Pegunungan dan H. Abdul Kahar Yelipele, M.Pd.I. sebagai Ketua PWNU Provinsi Papua Pegunungan.

Semoga amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan, keteladanan, kebijaksanaan dan istiqamah untuk kemaslahatan umat, bangsa dan negara. Khidmah untuk Umat, Berkah untuk Papua Pegunungan.

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Mendagri-Tito dan Nusron Teken SEB, Percepat Layanan BPHTB dan Sertifikat Tanah
Kemnaker Integrasikan Data Lintas Instansi Hadapi Era AI dan Otomatisasi
Rapat Pleno Federasi Serikat Pekerja MBG Nusantara Tunjuk Simon Benoni Laratmase sebagai Dewan Pengawas
Menko Polkam Djamari Dorong LPM Jadi Booster Program Pemerintah
BGN Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Program MBG di Sekolah
Wamendagri Bima Arya Dorong Penghijauan Jadi Gerakan Berkelanjutan
BGN Buka Ruang Kolaborasi, Perkuat Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
Jelang HUT ke-81 RI, Ketum Nusantara Pengusaha Indonesia Ajak Pengusaha Perkuat Persatuan dan Kebersamaan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Konferwil NU Papua Pegunungan Kembali Percayakan KH. Ahmad Shalehuddin dan H. Abdul Kahar Yelipele Pimpin Organisasi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Mendagri-Tito dan Nusron Teken SEB, Percepat Layanan BPHTB dan Sertifikat Tanah

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Kemnaker Integrasikan Data Lintas Instansi Hadapi Era AI dan Otomatisasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Rapat Pleno Federasi Serikat Pekerja MBG Nusantara Tunjuk Simon Benoni Laratmase sebagai Dewan Pengawas

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:38 WIB

Menko Polkam Djamari Dorong LPM Jadi Booster Program Pemerintah

Berita Terbaru